Chapter 30. Terima Kasih Kenangan.

1469 Kata

Reina menekan saklar lampu di balik pintu apartemen. Terang, namun belum seluruhnya. Hanya ruang tamu dan dapur. Reina melangkah waswas. Dia tak ingin Alle menemukan sisi joroknya di sana. Setelah dirasa aman, Reina membalik punggung, tersenyum lega. "Masuklah!" Gelagat Reina memunculkan tanya di benak Alle. Seorang wanita mengendap-endap di rumahnya sendiri, aneh. "Apa ada penghuni lain di apartemenmu? Kau seperti ...." "Tidak. Aku sendiri," tukas Reina sembari menaruh makan malamnya di meja. Aktivitas yang biasa dia lakukan sepulang kerja. Malam ini, absen. Dia tak ingin membuka pintu kamar. Sama sekali tidak. Reina masih mengingat seberapa berantakannya bilik itu. Hampir separo isi lemarinya, tumpah ruah di sana. Kacau. Alle meneliti di setiap sisi ruang tanpa sekat. Cukup luas untuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN