Bab 30 : Rembulan Yang Polos 2

1194 Kata

Mendengarkan kalimat Gyan barusan, membuat jantung Meera berhenti berdetak. “Kamu bercanda, kan?” balas Meera. Gyan menggeleng. “Kenapa harus bercanda? Bukan kah itu fakta.” Pipi Meera langung panas. “Tapi itu kan dulu. Kamu gila ya, mengungkit-ungkitnya sekarang? Kayak kehabisan bahasan lain aja.” “Kenapa jadi marah-marah? Bukannya kamu mau berenang? Pasti kamu ingin berenang kan, Meer, setiap melihat laut. Jadi, aku ingin membantumu. Berenang telanjang aja, aku yang jagain.” Gyan menunjuk karang di ujung pantai Selatan pantai. “Tuh, ada spot di dekat karang yang tersembunyi. Kamu bisa berenang di sana daripada bajumu basah.” Meera meringis mendengarkan kalimat Gyan barusan. “Gie, serius. Kamu benar-benar gila,” balas Meera lalu dia berjalan mendahului Gyan. Menuju ke karang yang t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN