Bab 29 : Rembulan Yang Polos part 1

1400 Kata

Gyan menyusul Meera setengah berlari. Pria itu menemukan Meera berdiri, dengan kedua tangan berada dip agar jalan. Sepatu hak tingginya yang berwarna pastel tergeletak di permukaan aspal, tampak terlupakan. Meera menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya. “Aku benar, kan? Aroma laut. Aku menemukan laut!” serunya dengan nada yang terdengar luar biasa senang. Seolah dia tidak baru saja dikerjai oleh Gyan dan berlari tanpa alas kaki sejauh hampir dua kilometer. Meera menoleh ke arah Gyan. Siluet tubuh Meera terlihat melonkolis dengan dilatarbelakangi oleh langit petang, dengan nuansa warna senja yang pudar serta hampir tenggelam di garis laut. Gadis itu tersenyum lebar, dan membuat Gyan merasa kembali ke masa lalu. Debur ombak laut yang mulai pasang, semilir angin sejuk yang berarom

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN