Wajah Gyan semakin maju ke arah Meera, tapi dengan tangkas, tangan Meera menepis wajah pria itu. Lalu melepas tangan yang membekap mulutnya. “Apa yang kamu lakukan, dasar keturunan monyet,” tukas Meera dengan suara berbisik. Gyan bertahan selama sesaat lalu dia tergelak ringan sambil menjauhkan diri dari Meera. Tampak tidak menyesali perbuatannya. “Kalau saja kamu udah punya istri dan terus melakukan hal itu padaku, aku benar-benar akan memandangmu dengan cara yang benar-benar berbeda, Gie!” lanjut Meera lagi. “Begitu?” balas Gyan kemudian. “Memangnya kamu lihat aku sebagai apa?” Meera mencibir sambil menaikkan alisnya. “Jelas seperti buaya.” Diolok seperti itu, membuat Gyan tersenyum kecut. Seumur hidupnya dia sama sekali tidak pernah menjadi buaya di depan Meera. Oke, sebagai pengh

