Bab 32 : Dasar Buaya

1472 Kata

Wajah Gyan semakin maju ke arah Meera, tapi dengan tangkas, tangan Meera menepis wajah pria itu. Lalu melepas tangan yang membekap mulutnya. “Apa yang kamu lakukan, dasar keturunan monyet,” tukas Meera dengan suara berbisik. Gyan bertahan selama sesaat lalu dia tergelak ringan sambil menjauhkan diri dari Meera. Tampak tidak menyesali perbuatannya. “Kalau saja kamu udah punya istri dan terus melakukan hal itu padaku, aku benar-benar akan memandangmu dengan cara yang benar-benar berbeda, Gie!” lanjut Meera lagi. “Begitu?” balas Gyan kemudian. “Memangnya kamu lihat aku sebagai apa?” Meera mencibir sambil menaikkan alisnya. “Jelas seperti buaya.” Diolok seperti itu, membuat Gyan tersenyum kecut. Seumur hidupnya dia sama sekali tidak pernah menjadi buaya di depan Meera. Oke, sebagai pengh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN