Alea dan Saga berjalan beriringan di koridor rumah sakit. Berbincang-bincang menghabiskan waktu malam, dengan Alea yang lebih dominan bercerita tentang perasaannya setelah hubungan dirinya dan ayahnya membaik. "Kita bakal mulai lagi semuanya dari awal. Gue harap, hubungan gue sama bokap bakalan lebih baik kedepannya." Saga manggut-manggut, menyetujui. "Baguslah." "Iya, bagus. Seenggaknya sekarang beban pikiran gue berkurang dikit. Walau masih ada aja yang ganjel karena lo masih sakit. Makanya cepet sembuh Ga, gue udah kangen pacaran diem-diem sama lo." Saga hanya tersenyum sebagai respon. "Lo keluyuran malem-malem gini gapapa? Entar sakit lo malah kambuh lagi. Kan gue yang bengek jadinya ngangkatin lo kalo pingsan." Lagi, lagi Saga hanya tersenyum. Membuat Alea berdecak kesal.

