42-Kebenaran

899 Kata

BRUKKK! Alea mengernyit kala mendengar suara gedebruk besar dari kamar ayahnya. Ia yang tadinya sedang menonton drama korea di kamar spontan bergerak menuju sumber suara. Lantas membeliakkan mata ketika melihat ayahnya yang sudah tergeletak di lantai sambil memegang dadanya. "Ayah!" Alea segera mendekat lalu menjongkok, sektika kelimpungan sendiri. "A-al... Al-Do..." gumam Yudha terengah-engah. Lelaki itu meringis, sembari memegang dadanya. "Ayah kenapa?" Tak sempat menjawab, Yudha sudah keburu pingsan. Tanpa menunggu lama, Alea segera menelepon ambulan. Membawa Yudha ke rumah sakit. Sudah satu jam Alea duduk di kursi di depan ruang ayahnya dirawat. Kebetulan ini rumah sakit yang sama di tempat Saga di rawat, jadi ia bisa sesekali menjenguk Saga bergantian. Dokter bilang ayahnya te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN