****
Jang tak pernah menyangka jika hari ini ia harus menyaksikan bahwa pria bertanduk yang diam diam ia kagumi karena kebaikan hatinya mendadak pingsan tak berdaya didepan matanya.
Airmatanya merembes keluar tanpa ia sadari,mungkin baginya ia baru mengenal pria itu namun kedekatan mereka lah yang membuatnya juga merasa sakit yang sama.
Selama ini tak ada yang menyayanginya sedemikian kuat selain Lee Choh Yun.
Pria bertanduk yang selalu menyempatkan waktunya untuk dirinya itu kini terkapar di ranjang tak berdaya.
Kenapa ia harus melihat kepiluan ini? Pertama, ia melihat ayahnya pergi dan diusir ibunya sendiri. Sekarang pria itu juga akan meninggalkannya seorang diri.
Jang Na Rie duduk di tepi ranjang, ditatapnya mata Lee yang tertutup.Wajahnya terlihat begitu letih dan pucat.
Dengan tangannya yang lembut, disentuhnya wajah pria itu perlahan membuat Lee membuka matanya yang sayu.
"Apa aku mengganggumu?" tanya Jang lirih.
Lee menatapnya lalu tersenyum tipis, ia bangun dari tidurnya dan bersandar di ranjangnya.
"Tidak," jawabnya lirih hampir tak terdengar.
Jang terdiam,ia merasa turut bersedih dengan keadaan Lee. Wajahnya menunduk menyembunyikan bulir airmata yang jatuh.
Raja Lee memperhatikannya, dia melihat wajah sedih Jang yang tak bisa ditutup tutupi.
Dengan tangannya yang lemah,di angkat nya dagu Jang guna memastikan apa yang terjadi pada gadis itu.
"Jang kau kenapa? Apa Kim mengganggumu?"tanyanya lembut.
Sebuah pertanyaan penuh perhatian yang selalu dirindukan Jang sampai kapanpun.
Pertanyaan itu bagaikan pertanyaan seorang kakak pada adiknya.
Jang tak sanggup mengucap kata, direngkuhnya pria yang terduduk di hadapannya penuh haru.
"Kau kenapa?Katakan padaku,"ucap Lee dengan penasaran.
"Bunuh saja diriku agar kau bisa hidup,"jawab Jang lirih.
Pria bertanduk itu tak menjawab hingga Jang melepas pelukannya.
"Kau terlalu baik untuk mati," imbuh Jang lagi.
Lee Choh Yun mencoba tersenyum di bibirnya yang pucat,ditangkupnya kedua pipi gadis itu.
"Siapa yang mau mati?Aku takkan mati,seorang Raja Naga sepertiku akan hidup abadi,"ucap Lee menenangkan hati Jang sedih.
"Kau berbohong padaku,"ucap Jang tak percaya.
Lee terdiam,bagaimanapun Jang bukan lah anak kecil lagi yang bisa dibohongi seenak hati.
Jang menyodorkan tangannya kehadapan Lee yang masih terbengong.
Pria itu melirik Jang dengan penuh tanda tanya,apa yang akan dilakukan gadis itu?
"Bunuhlah aku!"tegasnya membuat Lee terperangah kaget.
"Aku tak bisa menggemukkan badan namun dagingku lebih banyak daripada yang dulu.Aku rasa kau takkan banyak makan tulang dariku,"ucap Jang Na Rie mengimbuhi.
Raja Lee menepis tangan Jang dan menatap sisi lain.
"Jangan main main dengan nyawa," tukas Lee tak suka.
Ia terbatuk sesaat menahan sakit di dadanya.
Jang meraih tangan pria didepannya penuh rasa permohonan.
"Bukankah kau pernah berjanji padaku?Lalu mana janjimu,"tagih Jang Na Rie membuat Lee salah tingkah.
"Aku tak ingin membunuhmu,"ucap Lee dengan jujur.Ditatapnya dua bola mata kelam Jang Na Rie.
"Kenapa?"tanya Jang tak habis pikir.
"Ya...aku memang tak ingin membunuhmu.Itu saja,"jawab Lee pelan.Dirinya menyembunyikan alasan yang sesungguhnya.
Gadis didepannya merasa ditipu,di pukul nya lengan Lee dengan keras.
Raja Lee tak membalas perlakuan gadis itu,ia kembali terbatuk batuk dan memercikkan darah.
Jang benar benar khawatir kepadanya.
"Apa kau tak tega membunuhku yang menyedihkan ini?"tanya Jang menelisik.Raja Lee menggelengkan kepala,dia beranjak bangun dan berdiri dari ranjang. Kakinya yang lemah menuntunnya menuju kearah jendela kamar.
"Lalu apa?"teriak Jang kesal sambil mengikuti langkah Lee Choh Yun.
Pria itu bergeming, masih menatap keluar jendela.
"Hari ini sangat cerah, sebaiknya kau pergi jalan jalan dengan Kim.Aku akan memanggilkan Kim untukmu,"ucap Lee mengalihkan pembicaraan.
"Sebaiknya kau tak mengalihkan pembicaraan Kak Lee. Jika memang kau tak tega membunuhku,aku bisa membunuh diriku sendiri.Aku akan mengambil pisau untukmu,"ucap Jang lalu melangkahkan kaki.
Dengan sigap Lee menangkap tangan Jang,menghentikan langkah gadis idamannya itu.
"Kenapa?"
"Aku tak ingin kau mati,"jawab Lee lirih sembari tertunduk.Ia tak berani menatap mata Jang Na Rie.
"Memangnya kenapa?Apa ada yang salah dengan dirimu?bukankah dulu kau sudah berjanji padaku untuk mengantar ku pada ayahku?Kenapa sekarang kau berbalik tak ingin membunuhku?"tanya Jang terus mendesak.
"Karena aku mencintaimu,"jawab Lee serius.
Jang terbengong seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar.
Lee Choh Yun memberanikan diri untuk menatapnya.
"Aku mencintaimu Jang,"ulang Lee kembali.
Tangan mereka masih saling tertaut,gadis itu tak bicara namun lagi lagi airmatanya keluar.
Kenapa pria itu mengatakan hal se intim itu kepadanya disaat keadaan tak memungkinkan.
"Jika kau benar benar mencintaiku,tegakah kau meninggalkanku seorang diri?Apakah aku bisa hidup tanpa cintamu?bisakah??"tanya Jang pilu.
Raja Naga terdiam,dia tak mungkin sanggup menjawabnya.
"Bisakah kau menjawabnya Kak Lee?"desak gadis itu seraya menyentuh dan menggoyang goyangkan lengan Lee Choh Yun.
"Lalu??Jika kau mati beranikah aku menghadapi kenyataan bahwa aku membunuh kekasihku?Apakah aku bisa hidup tanpa dirimu?Bisakah kau menjawabnya untukku Jang?"ucap Lee membalikkan pertanyaan Jang yang menyakitkan.
Sama seperti Lee, gadis itu tak sanggup bicara apalagi menjawab.
Pria bertanduk itu terbatuk lagi,ditangkupnya kedua pipi Jang yang sudah basah airmata.
"Kita tak bisa hidup bersama didunia ini Jang,kau akan menanggung malu memiliki suami sejelek aku.Kau akan sedih melihat anak anak kita nanti mempunyai tanduk yang memalukan seperti diriku,"ucap Lee dengan sedih.
Dihapusnya airmata dipipi gadis itu perlahan.Matanya ikut menggenang namun ia menahannya.
"Aku tak pantas dengan dirimu.Sebaiknya kau menyayangi nyawamu,hiduplah dengan baik baik.Carilah suami yang benar benar mencintaimu,"nasehat Lee membuat gadis itu tak hentinya menangis.
Lee terbatuk batuk,kali ini lebih parah. Mungkin waktunya didunia ini makin sedikit, ia menatap Jang yang terus membisu.
"Pergilah bersama Kim, dia pasti akan menjagamu."
Raja Lee berkata pelan hampir tak terdengar, di peganginya dadanya pertanda merasakan sakit yang luar biasa.
"Kak Lee..."
Jang meraih tubuh Lee namun pria yang sedang sekarat itu mundur beberapa langkah, menolak untuk disentuh Jang.
Wajah Jang sedih,ia tak tahu apa yang dirasakannya kini. Apakah ia mencintainya?Kurang tahu tapi jika menyukainya mungkin iya.
****
Tak ada yang bisa dilakukan Kim ketika Rajanya itu menolak makan.
Bahkan Kim sudah bersusah payah mencarikan mangsa manusia pengganti Jang,namun juga ditolak.
Lee memilih mati daripada hidup dan terus memangsa manusia.Cukup sudah jiwa k**********n yang ada didirinya menguasainya.
Dulunya ia adalah manusia, mendapat kutukan dan entah jiwa binatang didalam dirinya muncul.
Memakan manusia yang tak bersalah,betapa menjijikkan dirinya waktu itu.
Tubuh Lee melemah,sebagian kulitnya sudah ditumbuhi sisik naga. Jika ia akan mati perubahan pertama adalah tubuhnya ditumbuhi sisik yang lama kelamaan akan mengubah wujudnya menjadi naga seutuhnya.
Ia akan mati menjadi debu setelah berubah wujud menjadi naga. Karena alasan itulah kenapa ia melarang Jang menengoknya akhir akhir ini.
"Kak Kim ijinkan aku melihat Kak Lee,"pinta Jang pada Kim yang baru saja keluar dari kamar Lee Choh Yun.
Kim Yu Shin terdiam,ia memikirkan sesuatu lalu menggeleng.
"Ayolah Kak,"bujuk Jang memohon.
"Yang Mulia melarangmu mendekatinya.Maafkan aku,"ucap Kim lalu beranjak pergi meninggalkan Jang seorang diri.
Jang menatap pintu itu,timbul niat dalam hatinya untuk menyelinap masuk.
Di langkahkan kakinya mendekati pintu itu,menyelinap kedalam kamar Lee yang tenang,sunyi dan sedikit pencahayaan.
Hatinya patah melihat kondisi Lee yang menyedihkan.
Pria tampan itu kini terlihat menderita dengan sisik menutupi setengah tubuhnya. Jang Na Rie meneteskan airmatanya,hatinya hancur berkeping-keping.
"Aku menyedihkan bukan?"tanya Lee datar.Rupanya pria naga itu menatapnya dari balik kegelapan kamarnya.
"Berhentilah disitu,jika kau merasa jijik padaku berbaliklah tapi jika kau tak keberatan dengan wujud ku mendekatlah kemari,"ucap Lee terdengar lemah.
Jang melangkahkan kakinya yang berat mendekati ranjang dimana tubuh Lee terkapar sekarat.
Tubuhnya terduduk lemas di ranjang,kematian begitu terbayang di wajah Lee Choh Yun.
Pria itu mengulum senyumnya semanis mungkin,menyembunyikan rasa sakit rapat rapat.
"Aku tak suka kau menangis,jika kau ingin melihatku beginilah keadaanku tapi jangan menitikkan airmata seperti itu.Kau tahu aku takut air matamu itu menetes disisikku,"ucap Lee mencoba menggoda Jang.
Jang tak sanggup untuk tertawa walau pria itu mencoba menggodanya.
"Jang menurutmu bagaimana diriku?Bukankah aku sangat buruk dengan keadaan seperti ini?"tanya Lee mencoba mengajak gadis itu bicara.
"Bagiku kau tetap tampan,"jawab Jang Na Rie tertunduk.
Lee Choh Yun tersenyum tipis,tangannya menggapai wajah Jang. Gadis itu makin cantik tiap harinya,suatu hari nanti ia pasti akan jadi rebutan. Sayang,Lee ditakdirkan tak berumur panjang.
"Apakah aku menjijikkan bagimu?"tanya Lee penuh kekhawatiran.
Jang menggelengkan kepalanya dan terus menatap Lee yang berusaha ceria di hadapannya.
"Bolehkah aku meminta beberapa permohonan padamu?"ucap Lee sembari bangun dari tidurnya.
Kini terlihat wajah Lee yang separuh sudah dipenuhi sisik naga.
"Apa?"tanya Jang ingin tahu.
"Bolehkah aku menciummu?dengan wajahku yang seperti ini.Bolehkah??Jika kau tak mau aku tak akan memaksa karena aku tahu...."
"Kalo begitu lakukanlah,"ucap Jang spontan membuat wajah Lee terlihat shock dan memerah.
Walau ragu akhirnya diberanikannya juga Lee meraih wajah didepannya.Jantungnya berdebar menggantikan rasa sakit yang mendominasi tubuhnya.
Wajah Lee mendekat hingga hidung mereka bergesekan,debaran dadanya makin hebat.
Sejenak Lee memundurkan wajahnya,ia merasa tak bisa melakukannya.
Selama ini ia tak pernah mencium wanita manapun,lantas ia memulai darimana?!
Kembali diberanikannya untuk mendekatkan bibirnya.
Hanya tinggal beberapa centi saja dari bibir Jang,ia bisa menciumnya.
Pria itu menempelkan bibirnya untuk pertama kali di bibir wanita,peluhnya menetes.
Suatu perjuangan untuk seorang Lee Choh Yun.
Dia merasakan sensasi luar biasa ketika bibir Jang tak sengaja bergesekan dengan bibirnya.
Jantungnya berdesir hebat,dicengkeramnya lengan Jang menahan hasratnya.
Perlahan dikulumnya bibir Jang dengan lembut sedikit demi sedikit. Nafsu di dadanya membara,sakit yang ia derita tak ia rasakan.
Semua kesakitannya tergantikan sejenak dengan kenikmatan.
Lee melepaskan ciumannya ketika gadis yang ia cintai itu tersengal sengal karena menahan nafasnya.
"Apakah kau juga mencintaiku?"tanya Lee tiba tiba membuat gadis cantik itu menatapnya.
"Aku takkan menjawabnya. Jika aku menjawabnya sekarang kau akan puas dan meninggalkanku.Jadi carilah jawabannya sendiri dan hiduplah lebih lama,"jawab Jang tertunduk.
Pria bertanduk itu menatap tajam gadis didepannya,ia tak mengerti jalan pikiran gadis itu.
Namun,,,ia kembali meraih wajah Jang Na Rie, mencoba menciumnya lagi. Tak ada kesempatan lain lagi,ia tak tahu kapan ia akan mati.
Selagi ia masih menarik nafas,ia akan menyatakan cintanya sebanyak mungkin pada gadis itu,gadis yang mencuri hatinya selama ini.
***