Pengorbanan Sang Naga Elemental

1085 Kata
“Kalian jangan aneh-aneh, aku punya beberapa bungkus permen. Aku bawakan makanan untukmu,” kata seorang yang bertubuh bulat. “Terima kasih kawan.” Arsada memasukkan makanan tersebut ke dalam mulut. Tenaga belum bisa pulih seutuhnya. Setidaknya Arsada bisa kembali menjadi naga elemental. Shifter tersebut maju dan mengalihkan beberapa roket yang sedang mengarah pada Valara. Angin, api dan es silih berganti sehingga rudal berubah arah dan meledak di tempat yang lain. Kendangan dilakukan, rudal kembali pada di menembak dan meledak di sana. Daging yang beterbangan menjadi sarapan menutup. Tenaga Arsada sedikit pulih. “Arsada, meski kau menolongku, bukan berarti rasa sakitku hilang. Akan aku kalahkan kau suatu saat nanti,” kata Valara yang telah kembali menjadi manusia. “Akan aku nantikan itu,” Arsada kembali menjadi manusia. Satu per satu orang yang terlelap karena racun mulai bangun dan datang menghampiri sang pangeran yang sedang membawa Angelia. Kerumunan orang tersebut selalu saja menanyakan tentang keselamatan sang pangeran. Tak sedikit dari mereka yang memuji Angelia karena berada di tangan pangeran. Hal tersebut sempat melupakan tujuan sang pangeran. “Yang Mulia, kapan rudalnya akan tiba di sini dan seberapa parah dampak yang akan terjadi?” tanya Arsada. “Oh Tuhan, aku lupa. Radiasi yang dihasilkan tidak luas, hanya sejauh tiga ribu meter saja. Dan waktu kita kurang dari dua puluh menit.” Sang pangeran melihat sebuah gawai. “Kita matikan saja pelindung medan elektromagnetik dan kabur dari sini,” kata seorang mentor. “Tidak bisa, medan elektromagnetik hanya bisa dimatikan dengan sensor dari dua orang saja yaitu aku dan kepala akademi yang asli. Sumber tenaga listrik juga sama,” kata wakil akademi. “Berarti kita aman,” kata seorang murid. “Bukan medan tersebut tak tahan dengan ruda milik kerajaan. Medan hanya digunakan untuk mencegah para tipe penerbang kabur,” jawab wakil kepala sekolah. “Dan kita butuh waktu setidakknya dua jam untuk meretas sistem ini dan menggantinya dengan kode yang baru,” ulas Karunia. “Yang Mulia, biarkan salah satu dari murid ini kabur. Hamba akan hentikan rudal tersebut demi orang yang ada di sini,” tawar Arsada. “Kau tak bisa kabur sendirian. Mungkin kau bisa keluar tapi tenagamu sudah habis,” kata pangeran. “Yang Mulia, medan elektomagnetik hanya bisa menyasar pada tubuh pertama, bukan kedua. Hamba akan bantu dengan mengorbankan diri ini,” tawar mentor garuda. “Tapi….” Arsada kebingunan dengan apa yang dilakukan sang mentor. “Adik manis, cepatlah jadi naga. Kita tak punya banyak waktu dan hanya engkau yang bisa menghancurkan rudal tersebut.” Angelia berubah wujud menjadi fairy lagi. Beberapa orang tak mau menjadi shifter karena sayang nyawa. Untung saja Valara berhasil mendesak shifter penerbang yang lain hingga mau berubah menjadi makhluk yang bisa terbang. Beberapa shifter penerbang telah siap. Mereka mengepakkan sayap serta cara terbang lain sesuai dengan kemampuan yang dimiliki masing-masing. Tubuh sengaja ditabrakkan ke dinding pelindung dari medan elektromagnetik dan merasakan sensasi sengatan listrik. Sebuah lubang terbuka lebar. Arsada bisa melewati tempat tersebut sebelum akhirnya menutup karena para shifter mulai berjauhan. Keempat sayap dikepakkan dengan sekuat tenaga. Arsada datang ke jalur rudal akan lewat. Sejumlah roket yang dibawa dari dalam akademi ditembakkan. Sayang, benda tersebut hanya mampu untuk melukai kulit rudal bagian luar. Segebap tenagakan dikumpulkan. Angin yang ada di sekitar sana sikendalikan sehingga membentuk sebuah bola besar. Api disemburkan hingga membentuk bola cahaya panas sangat besar. Benda tersebut dilemparkan dan membuat Rudal sedikit berubah arah. Saat sudah dekat, es disemburkan sehingga berubah arah rudal ke tanah. Kecepatan tinggi sudah ditempuh Arsada agar bisa sampai ke akademi lebih cepat. Sayang, rudal terlebih dahulu meledak. Kecepatan laju naga elemental, tapi dia terluka parah. Lelaki tersebut mampu mencapai dinding pelindung medan elektromagnetik. Beberapa pohon membuat Arsada  tertembus ke dalam akademi dan jatuh tanpa bisa mengepakkan sayap dan kembali dalam wujud manusia. Untung masih ada mentor garuda yang sempat terbang dan mengambil naga elemental. Naga tersebut dibawa ke bawah. Sebagai seorang saudari, Angelia merelakan kedua kaki menjadi bantal bagi kepala Arsada. Air mata menetes menyaksikan orang yang dianggap sebagai adik tak sadarkan diri. Sang pangeran datang menghampiri kedua anak panti. Air mata disapu dengan sentuhan lembut dari calon pewaris kerajaan. “Angelia sayang, luapkan segala kesedihanmu. Aku…,” katanya. “Maaf Yang Mulia, Arsada masih hidup. Dia hanya tak sadarkan diri saja,” kata Valara yang mampu mendeteksi panas. “Aku yang minta maaf, kukira Arsada sudah tiada.” Sang pangeran memekepala bagian belakang sambil menundukkan kepala. “Wajar, Yang Mulia bukan shifter seperti kami semua. Hamba hanya merasakan penderitaan yang dirasakan adik manis hamba.” Tangisan air mata masih saja mengalir hingga berpindah ke mata Arsada. Di malam hari satu tim keamanan dari tempat terdekat telah datang. Mereka menyelidiki sekaligus mengamankan orang yang paling penting di dalam kerajaan tersebut. Para penyusup yang tersisa ditangkap, meskipun ada juga yang kabur Di malam tersebut sedikit ada perombakan susunan kepengurusan akademi. Wakil ketua akademi ditunjuk sebagai ketua sementara. Beberapa staff yang kehilangan nyawa diberikan kenaikan pangkat. Selain hal itu, Arsada dan Angelia diberikan kehormatan khusus. Valara dan Salwa juga mendapatkan hal yang sama meskipun mereka kurang berharga bagi keselamatan sang pangeran. “Angelia, terima kasih banyak telah menyelamatkan aku. Jika kau sudah cukup umur datang ke istana. Aku akan menerimamu dengan sangat bahagia.” Sebuah penghormatan diberikan kepada sesosok shifter fairy. “Terima kasih banyak Yang Mulia.’ Angelia tertunduk sambil membalas penghormatan dari sang putra mahkota. “Arsada, kau sudah membuktikan diri jika kau bukan naga elemental yang menjadi musuh negara. Mulai hari ini kau bebas dari kurungan dan boleh mengikuti pelajaran seperti yang lain.” Sang pangeran memberikan sebuah penghormatan. “Maafkan hamba ini. Hamba tak bisa menerima ini karena ada rasa trauma yang ada di hati hamba,” tolak Arsada. “Jika itu alasanmu maka kau akan mendapatkan bimbingan khusus dari psikiater.” Pangeran mengelus rambut Arsada. Sebuah lencana keberikan kepada Arsada dan Angelia. Upacara penghargaan dan penghormatan pada malam tersebut telah selesai. Semua hadirin kembali ke tempat peristirahatan yang terakhir. Hanya tersisa beberapa petugas kebersihan dan Arsada yang tak kembali ke kamar. “Naga, kembalilah ke tempatmu. Biar di sini kami yang bersihkan,” kata seorang petugas. “Maaf, kau tak akan bisa mengalahkan aku seperti ini. Kau harus punya rencana matang dan jangan melawanku satu per satu. Bunglon, lebih baik kau keluar dari sini sebelum ada petugas keamanan yang menangkapmu,” ancam Arsada. “Kau jangan bicara asal. Bagaimana kau bisa tahu identitasku? Kau tak dalam wujud naga.” Si wajah seribu terus menyapu membersihkan kotoran di lantai. “Kau payah, menyapu saja tak becus,” sindir Arsada.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN