Sepeninggal Paul, perasaan Katherine menjadi tak menentu. Kepergian pria itu menyisakan kekosongan yang begitu dalam, hingga ia tak sanggup kembali fokus pada pekerjaannya. Semangatnya lenyap. Yang tersisa hanyalah bayangan Paul dan luka yang tak berhenti menganga. Penyesalan pria itu, amarahnya, membuatnya semakin tenggelam dalam rasa bersalah. Apakah pertemuan mereka adalah salah? Apakah tidak seharusnya dia meminta bantuan Paul dan bersedia menjadi simpanannya? Dan hubungan mereka, sampai kapan akan berada dalam keadaan abu-abu seperti ini? Pertanyaan itu selalu muncul di benaknya, menghantui siang dan malamnya. Katherine tahu, Paul tak pernah berniat memperbaiki hubungan mereka. Pria itu teramat kecewa. Namun, bukankah dia juga masih berharap? "Kau tak tahu jika aku masih mencint

