Saat Arsha sedang menikmati acara from night di sekolah, Tiba-tiba tangan nya di tarik oleh se'seorang ntah itu siapa hingga dirinya tidak bisa melihat dengan jelas siapa orang tersebut.
Arsha memejamkan matanya ketika merasakan punggungnya yang terasa sakit, dia di dorong oleh orang tersebut.
dia mulai membukakan matanya dengan perlahan dan melihat siapa yang menyeretnya tadi.
Seketika dia melototkan matanya terkejut dengan seseorang yang ada di hadapannya, orang yang paling dia hindari akhir-akhir ini.
Angga tersenyum miring kearahnya dan mulai mendekati dirinya.
Ya, orang itu adalah Angga. Orang yang paling dia hindari akhir-akhir ini.
"Gua kira kita gak akan ketemu lagi Sya" ucapnya sambil menyalipkan rambut ke telinga Arsha
"Lo jangan macem-macem." Ucap Arsha dengan gemetar.
"Gua gak akan nekat kalo lo nerima perasaan gua Sya."
"Cinta itu gak bisa di paksa, gua anggep lo cuman sekedar sahabat gak lebih!"
"Oh ya?, tapi kayaknya lo bakal jadi milik gua seutuhnya Arsha Kyle jhonson "
"Gak akan! Jangan harap!."
"Gua berterima kasih karena malam ini lo akan jadi milik gua seutuhnya, malam ini akan jadi malam panjang bagi kita berdua"
"Lepasin gua, cari yang lain!."
"Tenang dulu dong, gua gak akan lepasin lo gitu aja sebelum lo jadi milik gua seutuhnya."
Arsha ingin berteriak meminta bantuan siapa pun, tapi sayang mereka semua sedang menikmati acara from night.
segera Angga meraup bibir ranum milik Arsha, Arsha diam tidak membalas permainan itu.dia berusaha untuk mendorong tubuh Angga.
Angga yang kesal pun menggigit kecil bibir bawah milik Arsha sehingga mengeluarkan darah. tangan Angga tidak tinggal diam dia telah merobek setengah gaun miliknya.
Arsha hanya bisa menangis tanpa mengeluarkan suara, hancur sudah semua aset milik nya. dia merasa perempuan yang sangat kotor sekarang, dalam hatinya dia terus berdoa agar ada yang menolongnya siapa pun itu.
'Tolong, siapapun itu. Tolongin gua dari laki-laki b***t ini!.' batinnya berteriak
Dia pikir Angga itu lelaki baik-baik, dia sudah menganggapnya seperti seorang kakak. Namun salah ternyata Angga juga b***t!.
teman kecilnya sekarang berubah, tidak ada lagi Angga yang selalu menjaga dirinya. Angga teman kecilnya telah berubah menjadi lelaki b***t.
Sungguh dia tidak menyangka bagaimana bisa teman kecilnya bisa melakukan hal yang se-b***t ini pada dirinya?
***
di lain tempat, Arka mencari Arsha di seluruh tempat sekolah namun dia tidak menemukan di mana letak Arsha berada,terakhir dia melihat Arsha sedang bersama sahabat perempuannya.
"Eh, Arsha kemana?"
"Tadi dia di bawa deh sama siapa ya, kalo gak salah sama kak Angga "
Deg
Hati Arka merasa tidak tenang sekarang.
"Oh, oke thanks!"
Arka berlari mencari Arsha kemana-mana, dia terus berdoa agar Arsha baik-baik saja.
Dia berusaha menghubungi Arsha mulai dari di menelfon,chat,tapi tetap saja tidak ada jawaban dari Arsha, dia mulai panik karna dia tidak ingin sesuatu terjadi kepada Arsha
Dia takut jika Angga berbuat yang tidak tidak pada Arsha, karna Arka tau bahwa Angga itu menyukai Arsha atau lebih tepat nya dia terobsesi kepada Arsha.
Arka segera meminta bantuan kepada Adit -kakak sepupunya, dia tidak bisa jika berhadapan dengan Angga sendirian.
Dia berusaha menelfon Adit dengan napas yang masih memburu.
"Dit, cepetan kesekolah Arsha. gua butuh bantuan lo! " Suruhnya lalu mematikan sambungan tersebut secara sepihak.
Dia melanjutkan perjalanannya dengan berlari sebisa mungkin, dia sudah berkeliling ke seluruh ruangan yang berada di dalam sekolah namun nihil hasilnya dia tidak menemukan titik keberadaan Arsha.
dia berenti sejenak untuk mengambil oksigen karna sedari tadi dia berlarian mencari Arsha, dia ingat jika 1 ruangan yang belum dia cek GUDANG SEKOLAH.
Arsha segera memberitahu kan adit bahwa dia akan mencari ke gudang sekolah.
Adit.
---------------
Nyusul ke gudang sklh.
setelah sampai di depan gudang, Arka segera membuka pintu gudang,tapi gudang nya terkunci dari dalam.
Segera dia mendobrak pintu gudang dan benar saja angga sedang melakukan hal yang tidak wajar pada Arsha.
"ANGGA!!, COWOK GAK ADA OTAK KAU!!" Ucap Arka sambil memukul kepala bagian belakang milik angga
Angga pun tersungkur ke belakang akibat bogeman keras dari Arka, Arsha hanya diam menatap kosong kedepan dengan air mata yang terus mengalir
"Kak lhu gak papa kan?" tanya Arka khawatir. Namun Arsha hanya diam tidak menjawab pertanyaan Arka.
Tanpa aba-aba Arka melepaskan jaketnya dan memakaikannya ke tubuh Arsha lalu memeluk dengan erat. Sungguh sangat sakit melihat orang yang dia sayang di perlakuan seperti ini.
"Kak?"
".... "
"Arsha!"
" ..... "
"Sadar kak!, ayok nyebut."
" ..... "
Arka segera menghampiri angga dan menarik kerah kemeja yang Angga pakai,
"LO GAK MIKIR?!!LO APAAN KAKAK GUA HAH?!" Tanya Arka sambil berteriak membuat urat di lehernya terlihat dengan jelas dan memukul rahang sebelah kanan milik angga.
Bugh.
"Sialan lo ganggu gue!!."
angga pun membalas pukulan Arka,angga memukul rahang sebelah kiri milik Arka.
Bugh.
se'seorang pun datang memasuki gudang dan dia terkejut karna melihat Arka dan angga sedang adu jatos dan perhatian nya teralihkan ketika melihat gadis yang ada di pojok ruangan yang hanya diam mematung menatap kosong kedepan matanya terus menerus mengeluarkan air mata
segera adit menghampiri Arsha dan memeluk tubuh kecil nya untuk menenang'kan Arsha agar dia tidak ketakutan.
"Gue, udah gak suci!"
"Nggak, lo masih suci Sya."
"Gue, udah gak suci!" Seperti bicara dengan Arsha tidak ada gunanya.
segera adit berjalan menghampiri angga yang sedang memukul tubuh Arka yang sudah tersungkur ke lantai.
Bugh.
Bugh.
Bugh.
Pukulan kuat dari adit membuat angga menoleh ke samping dan di sudut bibir nya mengeluarkan sedikit darah.
adit membantu Arka untuk berdiri
Angga menjilat darah yang berada di sudut bibir nya dan berucap kepada Arsha.
"Wah ternyata Arsha memiliki 2 pahlawan"ujar angga sambil menupuk tangan, lalu dia menatap Arsha dan ke 2 cowok itu secara bergantian
"bagus dong berarti gua ada 3 mainan buat malam ini" lanjut nya sambil mengeluarkan sebuah benda tajam di dalam saku celana nya
"Bunuh gue aja!, jangan mereka. Gue udah kotor lebih baik mati sekarang!" Ucap Arsha masih dengan tatapan kosong
"Arsha!" Teriak Adit dan Arka secara bersamaan.
"Gue gak pantes hidup, gua udah kotor!!" Angga tak mungkin mau membunuh gadis yang dia cintai, segera dia berjalan mendekat ke arah Arka dan Adit
"Ayok bunuh gua Kak, lo udah nikmatin tubuh gua. Dan lo juga harus bunuh gue!"
"Kenapa diem?! Ini kan yang lo mau? Mau gua jadi milik lo! Gua udah milik lo sekarang! Ayok tinggal bunuh gua kak!!"
"BUNUH GUA SEKARANG ANGGA!! atau gua bunuh diri sekarang!!"
"Gua udah kotor, gak pantes hidup. gua pengen bahagia tapi takdir selalu gak mendukung, contohnya sekarang lo udah nikmatin tubuh gua Angga! Gua salah apa sama kalian?! Sampai kalian selalu nyakitin gua?!" Ujarnya dengan suara parau
Semuanya terdiam mendengar ucapan Arsha bahkan benda tajam yang ada di tangan Angga sekarang jatuh ke lantai, segera Angga mendekap tubuh gadis itu. Sungguh, sakit melihat air mata Arsha turun tanpa henti.
"Gua bakal tanggung jawab" Ucap Angga tegas. Namun dia hanya tertawa remeh dan mendorong bahu Angga kuat.
"Gua gak butuh tanggung jawab lo! Gua cuman butuh lo bunuh gua sekarang! Hidup gua bener-bener hancur sekarang!." Ujarnya sambil meraih benda tajam itu
"Gue capek, pengen istirahat dari semua masalah! bisa gak kalian ijinin gua istirahat sebentar aja?"
dia menunduk sambil terduduk lemas di lantai, harapan dia sudah hancur sekarang. semuanya benar-benar telah hancur tidak bisa di perbaiki seperti semula.
"Dan buat lo Angga, sadar bahwa kita berdua sama-sama selalu terluka dengan orang terdekat! Kita gak akan bisa bersatu!."
"Dan sekarang lo malah berbuat nekat! Sekarang ayok bunuh gua! Lo semua gak pengen gua bahagia!. Ayok Angga bunuh gua! Gua udah siap!!" Ujarnya sambil mengarahkan benda tajam berhadapan dengan bagian perutnya
Dan saat itu pula Yuna dan Wisnu datang dengan membawa polisi. polisi sudah siap dengan benda peluruhnya.
"Jangan di tembak pak" Ujar Arsha sambil tersenyum lalu menatap ke arah Yuna dan Wisnu secara bergantian
"Pah, mah. kalian datang di waktu yang nggak tepat, tapi gak papa kalian semua akan menyaksikan akhir hidup Arsha"
"Sya, mamah mohon jangan lakuin itu"
"Ayok kak mulai, gua dah siap!." Angga mengangguk pelan dengan mata yang berkaca-kaca, dan...
srett
Benda tajam mendarat tepat di bagian perut dan semua menyaksikan insiden tersebut namun kenapa Arsha tidak merasakan apa-apa?
dia membukakan mata perlahan dan melototkan matanya terkejut karna melihat Arka yang sudah tumbang ke lantai.
"A-arka"
"L-lo gak papa kan k-kak?"tanyanya
"Kenapa lo nolongin gua?! Seharusnya gua yang ketusuk bukan lo!!"
"G-gua sa-sayang sa-ma l-lo, g-gak a-akan g-gua bi-biarin l-lo terl-luka"ucapnya dengan tersenyum
Arka menengok ke arah Adit dan tersenyum
"D-dit g-gue ti-tip Ar-sha"
"Nggak! Arka gak boleh ngomong kek gitu"
"Maaf, gue ngantuk. pengen tidur sebentar ya"ujar Arka. Arsha menggeleng Arka tidak boleh tidur!.
Angga yang melihat itu hanya menampilkan smirk andalanya, dia bersyukur karna yang tertusuk bukanlah gadisnya.
"Ar, tahan, lo jangan tidur awas kalo tidur gua buang lo ntar ke laut Selatan"ucap adit khawatir sambil membuka jaket nya untuk menutupi darah Arka yang sedari tadi mengalir deras.
Wisnu dan yuna yang melihat anak nya langsung terkejut, yuna menangis sejadi-jadinya melihat anak bungsu nya kesakitan akibat tusukan benda tajam
Sedang kan Wisnu dia menatap penuh kebencian ke arah Arsha dia lah dalang dari semua ini,jika Arka tidak menyelamatkan Arsha mungkin Arka tidak berakhir di rumah sakit.
Wisnu menarik kasar tangan mungil milik Arsha
"Akhh p-pah sa-sakit" rintih Arsha sambil menangis.