Lima belas

2132 Kata
Alex berjalan memasuki markasnya, ia duduk di sofa panjang dan menyenderkan punggungnya. Anggota inti yang sedang duduk melingkar. sambil membicarakan kegiatan weekend yang akan di lakukan oleh semua anggota geng Levator. Yaitu event amal Levator. Dimana, mereka akan berbagi sembako, membantu kegiatan sekitar, atau mengamal kepada panti asuhan Jangan salah dengan kegiatan mereka, karna walaupun mereka berandalan mereka tetap melakukan amal ibadah kepada sesama manusia dan mahluk hidup. Vurgos menoleh ke arah sofa, “Udah nganterin cewek yang jadi korban tadi?” tanyanya Alex mengangguk pelan, lalu ia memejamkan matanya sejenak “Kata nyokap lo, tadi lo gak balik ke rumah. Lo bawa dia kemana?” giliran Gavin yang bertanya Mengapa dia tahu bahwa Alex tidak pulang kerumah karna ia sempat menanyakan kepada Vina “Apartemen” ucapnya singkat masih dengan memejamkan matanya Semua inti melotot tak percaya, apa katanya lelaki itu tadi, ke apartemen? benarkah? mereka tidak percaya karna setahu mereka lelaki itu sangat anti membawa lawan jenis ke apartemen nya apalagi jika hanya ada dirinya “Edan maneh! ngapain aja lo sama dia di apartemen bedua'an” Denis langsung duduk di samping Alex. lelaki itu sangat kepo kenapa bisa ceritanya? Alex mendengus merasa terusik, “Ngobatin lehernya” Semuanya mengangguk ragu, baru kali ini lelaki itu melakukan hal seperti ini “Tapi baru kali ini lo bawa cewek ke apartemen mana bedua'an lagi” Gavin berucap dengan terheran “Kalo si Bos bawa cewek yang pingsan pasti Tante Vina marah lah” celetuk Revan yang sedang membaca buku “Ducatinya paling di sita sama nyokapnya” Timpal Reza Alex membukakan matanya dan langsung menatap tajam Reza, rumah Reza, Revan, dan dirinya bertetanggaan maka dari itu Revan, dan Reza paling banyak tahu tentang Alex karna sedari kecil mereka selalu bersama Reza hanya menyengir kuda tanpa dosa “Yo, gimana? Uang nya udah cukup kan?” Tanya Alex beralih ke Rio Rio mengangguk Alex beralih menatap kearah jam tangannya, lalu ia berdiri dan mengambil kunci mobilnya “Gue duluan, besok semuanya harus udah siap gak boleh telat” peringat Alex dengan nada tegas Semuanya berucap kompak mengiyakan ucapan dari Bosnya itu Ia pun berjalan keluar dari markas dan masuk kedalam mobil untuk segera pulang. *** Hari weekend cocok untuk orang-orang menghabiskan waktunya dengan jalan keluar, apalagi jika cuaca di pagi hari weekend ini sangat mendukung. Semua orang yang akan menghabiskan waktunya dengan kekasihnya atau keluarga pasti bahagia. Arsha menyeruput es teh manisnya, sambil menunggu kedua sahabatnya yang akan datang kesini. ia sedang menunggu sahabatnya di salah satu restoran yang ada di mall yang ia kunjungi Tujuan kesini pasti akan melepaskan semua rasa penatnya dan pikiran yang sudah padat yang ada di otaknya. Berpenampilan seperti biasa, sama ketika ia ke sekolah. rambut di kepang dua, serta kaca mata yang bertengar di hidung mancung nya. Memakai sedikit polesan make up agar terlihat sedikit cerah. Ia mengambil handphone nya yang terlentang di atas meja. menanyakan keberadaan Kayla, dan Rayna. Tak lama kedua gadis dari sebrang bangkunya melambaikan tangan ke atas sambil tersenyum. ia pun berdiri dan membalas lamabaian tangan kedua sahabatnya itu “Arsha!!” panggil mereka dengan riang sambil berlari kecil kearah meja “Hai, Kay, Na” sapa Arsha “Kalian mau pesen apa?” tanya Arsha membuka pembicaraan terlebih dahulu “Nanti aja, kita keliling dulu” jawab Rayna Kayla menatap intens kondisi Arsha. Hingga matanya menangkap bagian leher gadis itu yang di perban. “Berita yang di lambe turah itu seriusan? Lo kemarin korban tawanan?” Tanya Kayla penasaran dan serius. Sudah heboh beritanya dari kemarin bahwa ada siswi yang menjadi korban tawanan. Dan gadis itu terluka. Ternyata benar Arsha mengangguk pelan sambil tersenyum tipis “KOK BISA!? PASTI GARA-GARA SI ARIANA GRANDONG ITU KAN?!” Kayla heboh sendiri, ia sudah yakin bahwa gadis itu pasti dalangnya. Karna terakhir Arsha bersama gadis centil itu Arsha menggeleng, “Nggak kok, ini emang pure kecelakaan aja” bohong Arsha Ia berucap seperti itu supaya Kayla tidak berbuat balik macam-macam kepada Ariana. bisa panjang urusan nya nanti “ALAH! UDAH DEH GUE TAHU WATAK TUH NENEK GRAN–” ucapannya terpotong karna Rayna sudah memasuki sepotong roti kemulutnya. “Tenang, udah. jangan kenceng-kenceng ini tempat umum Kay” Rayna berujar sambil melihat seketar. benar saja yang lain memperhatikan ke arah meja yang mereka duduki. Ini semua gara-gara suara cempreng Kayla “Tapi gue kesel ama tuh nenek satu!” “Udah gak papa, aku juga baik-baik aja kok” Arsha tersenyum tipis di akhir kalimat Kayla melotot tak percaya, “Baik lo bilang? Leher lo di perban gitu di bilang baik-baik aja!?” Arsha terkekeh kecil, “Luka kecil Kay, udah gak papa.” “Udahlah yuk, katanya mau keliling.” “Ayok! Let's Go! Kita ke gramed dulu gimana?” “Boleh” ucap Arsha sambil mengangguk-angguk Rayna memutar bola matanya, perasaan baru kemarin ia mengantar Kayla ke gramedia membeli buku novel tapi sekarang malah mau beli lagi. “Novel mulu! baru kemaren lo beli bareng gue” “Udah abis neh stok hehe.” Kayla cengengesan, ia sudah membaca semua buku novel yang ada di rumahnya dan ia sekarang ingin membeli yang baru. Kalo di baca ulang gak seru karna sudah tahu endingnya seperti apa Arsha geleng-geleng kepala melihat kelakuan Kayla, baru beberapa minggu kenal dengan mereka ia sudah tahu ke pribadian Kayla, si gadis yang sangat menyukai buku novel Lalu mereka pun keluar dari restoran, dan berjalan menuju tempat yang akan mereka kunjungi *** Di lain tempat, tepatnya di restoran yang sama di meja bagian pojok terdapat 4 orang anak muda yang sedang makan-makan Diantaranya ada Arga, Diana, Deon, dan Gerry. sebenarnya tadi yang akan berbelanja hanya Diana dan Arga. Namun, Arga mengajak kedua temannya untuk ikut. Awalnya Diana sendiri terkejut dengan kedatangan kedua teman Arga. namun, satu organisasi juga dengan dirinya. ia cukup kesal dengan kedatangan kedua laki-laki itu niatnya-kan ingin menghabiskan hari weekend berdua dengan Arga. Diana menoleh kesamping setelah selesai makan. “Ga, nanti abis makan kita langsung cari barang-barang yang di butuhin ya” ucap Diana sambil menatap lelaki itu dari samping Arga menggeleng, “Gue gak bisa ikut kalian” Diana terkejut dengan jawaban Arga, bukan hanya dirinya tapi kedua temannya-pun cukup terkejut dan langsung menatap Arga penuh tanda tanya Tak seperti biasanya Arga tidak ikut andil dalam berbelanja kebutuhan organisasi. lelaki itu sangat patuh dan rajin dalam andil organisasi “Kenapa, Ga? tumben banget” Tanya Gerry yang sedari tadi memainkan handphone nya “Urusan mendadak” Arga berdiri dari kursinya “Gak bisa di tunda dulu?” tanya Diana masih menatap Arga penuh harap agar ikut dengannya Arga menggeleng cepat, lalu ia menatap balik Diana “Lo di anter sama Deon, Gerry, Aja.” ujar Arga sambil melangkah Melihat Arga yang akan melangkah, dengan cepat Diana ikut berdiri dan mencekal tangan Arga. “T-tapi kan ini keperluan buat organisasi kita Ga, gak bisa dong lo pergi gitu aja” “Gue ada urusan. jabatan gue aja bentar lagi turun,” Arga menurunkan tangan gadis itu lalu menatap kedua temannya “Gue duluan, nanti anterin Diana balik Yon, Ger” ucapnya sembari melangkah maju Sebelum semakin jauh, Deon menyusuli langkah Arga dan berbisik pelan. “Jangan bilang lo mau nyusulin cewek kemarin? suka lo ama dia?” bisik Deon tiba-tiba Tadi Deon sempat melihat Arga yang memperhatikan gadis yang kemarin Arga ajak pulang bersama. Ntah siapa namanya, ia tak tahu. “Yeah, i like him” Arga mengangguk cepat. memang itu faktanya Deon menatap datar sahabatnya itu, sudah bisa di tebak. Jika Arga sedang menyukai seseorang pasti akan di kejar sampai lelaki itu mendapatkan nya. Arga melanjutkan langkahnya meninggalkan restoran dan mencari sesosok gadis yang ia cari. Yaitu Arsha. *** “Ini yang gue cari ketemu juga!” ucap Kayla girang karna mendapatkan buku yang ia idam-idamkan Ia langsung mengambil bukunya dengan tersenyum girang Rayna yang ada di samping nya geleng-geleng kepala, Kayla sudah mengambil 4 buku sebelumnya dan sekarang masih akan menambah? Ia tak mengerti dengan gadis itu “Mau beli berapa lo? masih nambah? ini udah empat buku novel. Gilakk” ucapnya sembari menatap 4 buku novel yang menumpuk yang Kayla bawa “Gak papa, duit gue masih mampu beli sepuluh buku lagi bahkan lebih” jawab Kayla dengan sombong Tenang saja uang nya masih banyak dan masih mampu membeli buku novel yang lainnya. jika kalian berpikir bahwa orang tua Kayla akan marah kalian salah! orang tuanya selalu mengijinkan nya untuk membeli buku novel sebanyak-banyaknya. karna Kayla anak tunggal “Sombong amat!” Rayna menirukan suara sound di salah satu aplikasi zaman sekarang. yaitu t****k. Kayla tah mendengarkan ucapan Rayna. ia beralih menatap Arsha yang sedang kebingungan memilih buku novel yang ada di hadapannya “Eh, Sha lo beli buku apa?” “Gak tahu,” Arsha menggeleng. sedari tadi tidak ada yang menarik perhatian nya. dan ia tidak terlalu suka dengan buku Novel Arsha menengok ke rak sebelah dengan sekilas, lalu ia menatap Kayla dan Rayna yang sedang pokus memilih buku novel “Kay, Na. aku ke sebelah sana dulu ya. mau cari di sebelah sana” pamitnya. Kedua gadis itu mengangguk sambil mengacungkan jempolnya “Oke” ucap mereka kompak. Lalu Arsha berbalik dan berjalan kearah Rak buku sebelah. Ia melihat-lihat buku yang berjejeran rapi di rak Mendongak menatap buku yang ada di rak paling atas. Ada buku yang menarik perhatian nya, ia berjinjit dan mencoba untuk mengambil buku itu Mengerutu pelan karna kesal buku itu terlalu tinggi dan ia tidak bisa mengambilnya Mencoba sekali lagi untuk berjinjit dan mengambilnya, tapi sama saja hasilnya, tetap sama. Tidak bisa di ambil karna terlalu tinggi Tiba-tiba saja sebelah tangan kekar mengambil buku yang ia inginkan dari arah belakang. Ia berbalik badan dan melihat siapa ingin sekali ia mencabik-cabik orang itu yang telah mengambil buku yang ia inginkan Namun, setelah melihat siapa orang tersebut rautnya ia ubah seketika. Sedangkan lelaki itu terkekeh pelan, lalu menyodorkan buku tersebut kepada Arsha “Nih bukunya, lo mau buku ini kan?” ucap Arga dengan lembut “Ah, gak usah kak. Itu kan udah jadi punya kakak. Aku cari yang lain aja” Arsha menggeleng sambil menunduk “Gue gak tertarik ama buku ini...” “Yaudah gue taro lagi aja” Ucap Arga, tanganya sudah hampir menaruh kembali buku itu Dengan cepat Arsha langsung menahannya dan mengambil buku itu. “Makasih kak” ucap Arsha dengan sedikit menunduk “Sama-sama, masih inget gue?” Arsha langsung mendongak menatap Arga, dan mengangguk pelan. “Masih kok, aku gak sepikun itu” jawab Arsha “Becanda Sha,” Arga terkekeh melihat ekspresi wajah gadis itu. Sangat menggemaskan ingin sekali ia mencubit pipi gadis itu “Kak Arga kenapa bisa ada di sini?” Tanya Arsha heran “Ini tempat umum” jawaban menyebalkan yang keluar dari mulut Arga membuat dirinya berdecak pelan Kalo itu sih Arsha juga tahu ini tempat umum “Bukan itu maksudnya” “Tadinya mau belanja buat keperluan organisasi, tapi males” jawab Arga sembari tersenyum tipis Tiba-tiba saja Kayla dan Rayna menghampiri Arsha. mereka tak tahu jika Arsha sedang berbincang dengan seorang lelaki apalagi dengan posisi yang bisa di bilang sangat dekat Arsha mentok di dinding rak buku, Arga berdiri di depan Arsha dengan sangat dekat. “Arsha” panggil Kayla sebelum tahu ada Arga Kedua menoleh dan cukup terkejut dengan Kayla dan Rayna Dengan cepat Arsha menatap posisi nya dan mendorong pelan tubuh Arga agar mundur. ia langsung menghampiri kedua temannya dengan sedikit malu. apalagi mereka melihat posisi yang cukup dekat anatara dirinya dan Arga. “E-eh, kalian udah selesai?” “Kita ganggu ya Sha? sorry ya, yaudah lanjut aja” ucap Kayla. Sebelumnya Kayla dan Rayna tidak tahu jika Arsha akrab dengan si ketos yang ada di sekolah nya Arsha menggeleng cepat, “Enggak! Ngapain juga.” Kayla dan Rayna tersenyum menggoda, mereka melihat ke arah Arga yang sedang mencari buku ntah benar mencari atau pura-pura Rayna yang paham dengan kondisi saat ini segera memulai aksinya. Ia memegang perut nya dan memasang ekspresi orang yang kesakitan “Duh, Kay perut gue sakit banget. Anter gue ke toilet yokk” “Lo kenapa?” Tanya Kayla yang sedikit tak paham Rayna menatap penuh isyarat kepada Kayla agar Arsha dan Arga ada waktu berdua Kayla langsung mengangguk paham, “O-oh! Iya, ayok gue anter,” “Sha, gue anter si Rayna dulu ya.” pamit nya, Kayla langsung membawa Rayna jauh dari sekitar Arsha dan Arga “Ta-tapi Kay!” Arsha berteriak agak kencang melihat kedua sahabat nya meninggalkan nya begitu saja Arsha jadi bingung sendiri sekarang Tiba-tiba saja Arga datang dengan membawa satu buku paket materi yang sangat Arsha ingin pelajari. “Mau belajar bareng?” Tanya Arga sambil memperlihatkan buku itu Arsha mengangguk pelan, tak ada salahnya juga kan belajar bareng dengan Arga? dari pada dirinya nunggu di sini lama ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN