Nindya mengerutkan alisnya melongo. Dia lalu berjinjit mulai mendekati tempat itu.
Saat itu juga terlihat mobil mewah berwarna coklat army yang tinggi juga besar berhenti tepat di depan semua kerumunan yang sudah berjejer dengan garis batas.
Saat mobil itu berhenti semua orang langsung bersorak meriah ada juga yang histeris. Ya, Yuda telah sampai di tempat tujuannya.
Nindya semakin tertarik sekaligus penasaran ketika mendengar sorakan begitu ramai itu. Kebisingan malam itu membuat pecah di malam hari yang cerah penuh bintang itu juga.
Nindya yang sudah berjalan dan sampai di sana langsung merasa begitu sesak lantaran semua orang berlari berbondong-bondong mengejar sang Idola. Nindya terlihat begitu kewalahan sekarang berdesak-desakan sampai dia nyaris terhuyung ke mana-mana.
Sang supir juga Manajer langsung turun dan membukakan pintu dengan sangat hati-hati untuk Yuda.
Saat pintu mobil terbuka betapa nyaringnya teriakan-teriakan para wanita yang histeris saat melihatnya. Kaki panjang yang indah memakai sepatu kulit yang sangat elegan membuat semua orang semakin histeris saja.
Nindya yang terlihat masih terhuyung sana sini akhirnya bisa berdiri tegak berusaha sekuat tenaga sampai-sampai kepalanya pusing dan wajahnya terlihat konyol sekarang menahan pusingnya.
Yuda lalu keluar dengan senyuman yang sangat percaya diri. Betapa tergila-gilanya seluruh manusia yang telah menantinya saat melihat dirinya sudah sepenuhnya keluar dari mobil.
Nindya langsung menutup telinganya karena memang begitu heboh teriakan semua orang yang ada di sana.
Yuda langsung menaiki kereta kuda yang telah di sediakan khusus untuk tema zaman dulu sesuai dengan waktu yang diambil di dalam cuplikan filmnya yang akan tayang itu. Ia lalu membusungkan dadanya ke arah semua orang yang dari tadi telah menantinya sangat setia sejak lama.
Semua orang semakin histeris saja melihat ketampanan dan kegagahan postur tubuhnya yang benar-benar cocok sebagai Mafia tampan juga jago dalam memimpin hal kriminal.
Yuda yang melihat semuanya begitu semangat sangat bahagia. Ia lalu melambaikan tangannya tinggi-tinggi agar semua melihatnya sembari tersenyum begitu lebar pada semua fansnya.
Nindya yang awalnya terlihat masih berdesakan akhirnya terkekeh dan langsung menoleh ke arah Yuda yang berdiri tegak di atas kereta kuda sekarang terlihat jelas ke semua sudut.
Nindya langsung ternganga saat melihat orang itu. Ya, dia berpikir seakan pernah melihat orang ini tetapi lupa.
Dia langsung mengerutkan alisnya merasa seperti Deja Vu.
Yuda terus saja tersenyum lebar lalu melakukan kiss bye kepada semua yang melihatnya dan kembali melambai-lambai tanda menghargai semua orang yang mencintainya yang ada di sini.
"YUDAAA I LOVE YOUUU!!!" teriak histeris salah satu perempuan sangat semangat.
"YUDA WILL YOU MARRY ME?!"
"AARRGH!"
"YUDA! YUDA! YUDA!"
"MAS YUDAA!!"
Sangat banyak sekali yang bersorak untuk mendapatkan perhatian Yuda. Sekarang Nindya telah melihat seorang Yuda itu sangat jelas meski di dalam kegaduhan yang begitu ramai.
Nindya masih termenung melongo melihat ke arah Yuda dan masih berpikir keras apakah dia memang benar-benar bertemu dengan seorang Bintang besar itu. Namun, lamunannya terkecoh saat salah seorang tak sengaja menyenggolnya lumayan keras hingga Nindya nyaris kehilangan keseimbangan.
Nindya merasa sangat kesal pada orang yang kini berada di depannya tanpa sama sekali memedulikan Nindya. Wanita itu langsung berteriak memanggil Yuda begitu histeris.
Nindya mengerutkan alisnya sangat kesal sampai berpikir ingin memarahinya saja sekarang. Namun, dia terdiam dan mengurungkan niatnya saja karena takut menjadi kegaduhan di tempat begitu ramai seperti ini.
"YAAAA AKU JUGA SAYANG KALIAN!" teriak Yuda.
"AAAAA!!!"
"PAK DERGAANNN!!"
Seketika suara teriakan semakin banyak dan keras saja sampai-sampai Budi tertawa melihat semangat membara semua fans Yuda. Mereka semakin bersemangat saat meneriaki Yuda dengan nama pemerannya di film itu.
"Yaaaa. PAK DERGAN GERHANA AKAN MENGUASAI KEJAHATAN DAN SIAP MELAYANI SELURUH RAKYAT UNTUK MEMUSNAHKAN PARA PENJAHAT YANG BERKUASA DAN INGIN MERUSAK APAPUN KESEJAHTERAAN KERABATNYA," teriak Yuda menghayati perannya sebagai Bos Mafia berhati malaikat itu. Semua semakin berteriak saja tak ada habisnya.
Yuda yang melihat mereka sangat antusias mendengarkan perkataan Pak Dergan sangat bahagia. Yuda langsung melepaskan kacamata hitamnya agar lebih leluasa melihat seluruh fans tercintanya.
Kini wajah sang Aktor tampan ini sudah terlihat semakin jelas. Nindya yang kembali menoleh ke arahnya dengan wajah biasa saja awalnya itu langsung membelalakkan matanya ketika melihat Yuda.
Yuda terlihat tersenyum lebar sembari terus melambaikan tangannya.
Yuda lalu berteriak memberitahu untuk tidak lupa menyaksikan film terbarunya itu di semua bioskop kesayangan dengan waktu dan jam yang sudah di tetapkan.
Mendengar Yuda berbicara dan mengingatkan mereka. Mereka semakin bersorak nyaring sangat antusias.
Betapa terbelalaknya sekarang mata Nindya saat melihat seorang Superstar yang ada di depan matanya ini. Sekarang Nindya telah mengingatnya. Ya, Nindya ingat kalau orang yang sedang berdiri di atas kereta kuda yang di begitu kagumi selaruh orang-orang di sini adalah lelaki yang pernah tak sengaja bertabrakan dengannya saat di Cafe yang juga katanya Aktor itu tak sengaja membeli minuman di sana hingga membuat semua orang juga heboh karenanya.
Sekarang Nindya begitu syok. Dia merasa dirinya begitu sungguh tak menyangka.
"A-APA?!" teriaknya dalam hati begitu kaget. Matanya sekarang sungguh terbelalak seakan mau copot saja.
Dia langsung menggeleng cepat dan mengucek-ngucek matanya apakah matanya salah lihat atau memang benar terjadi.
Dia lalu kembali mencoba melihat ke arah Yuda yang masih asyik melambai-lambai terus tersenyum pada semua fansnya.
Budi lalu memberikan sebuah mic agar Yuda bisa berkomunikasi dengan semua fansnya.
Tanpa Nindya sadari ternyata Aya bersama teman-teman yang lainnya juga ada di kerumunan sana. Mereka berada di pojok sehingga tidak bertemu dengan Nindya.
Nindya masih mengucek-ngucek matanya sungguh merasa semua itu sangat konyol.
Dia lalu melotot lebar ternganga dengan wajah lucu mengerutkan alisnya terus melotot melihat ke arah Yuda.
Yuda terlihat mulai berbicara dengan mic itu hingga sekarang suaranya menjadi rata terdengar di semua sudut sisi tempat ini.
"Yaa, terima banyak untuk kalian semua. Saya sangat sangat sangat bangga, dan begitu bahagia. Karena kalian, selama ini, sampai detik ini, selalu terus mendukung saya dan mensupport apa yang semua saya kerjakan," ucapnya merasa sangat haru.
"Eeeh, saya benar-benar tidak menyangka. Saya bisa melangkah sejauh ini... Dan, bisa terpilih menjadi sebagai Pak Dergan yang begitu berwibawa, tampan dan memiliki hati yang bak malaikat meski dia terkenal sebagai seorang Mafia besar yang ada di kota itu,"
Kini semua pelan-pelan menjadi hening.
Nindya masih ternganga sungguh tak menyangka bahwa lelaki yang dia tabrak kemarin ada seorang Selebriti yang digilai semua teman-temannya juga orang-orang. Akhirnya Nindya terikut mendengarkan semua ungkapan terima kasih dan terharunya Yuda untuk para fansnya yang selalu mendukungnya.
"Terimakasih untuk kalian semua yang selalu percaya dengan saya. Terimakasih banyak, karena kalian selalu mendukung saya sampai sejauh ini! Saya bisa berdiri di sini, sesukses ini. Itu juga karena kalian! So i love love loove all my fans?! You are very precious! Love so much emmuach!" haru Yuda berkaca-kaca tersenyum lalu memberikan kiss bye pada mereka semua dengan gaya yang sedikit tengil sehingga sorakan meriah sangat histeris terdengar kembali memecah heningnya malam ini. Nindya semakin ternganga dan mematung menatapnya. Tubuhnya seakan membeku dan kaku melihat kenyataan yang begitu tak terduga di depan matanya.
Yuda lalu mulai menutup pertemuannya bersama para fans setianya. Ia menyatukan telapak tangannya begitu sopan dan membungkukkan badan tanda menutup acaranya. Yuda lalu turun dari kereta kuda itu dan langsung di kerubungi para fans yang ingin meminta tanda tangannya langsung.
Yuda yang memang mengadakan acara spesial untuk fansnya malam ini senantiasa melayani semua fans yang ingin berfoto serta minta tanda tangannya.
Aya juga teman-teman Nindya termasuk semakin heboh dan langsung menerobos kerumunan untuk bisa berfoto dekat dan mendapatkan tanda tangan Yuda.
Hanya Nindya yang kini masih terdiam kaku tak bergerak melongo menatap ke arah Yuda yang sekarang tengah sibuk memberikan tanda tangan serta melayani fans yang ingin foto bersama dirinya. Karena bebas kini para fans malah semakin barbar hingga Budi juga bodyguardnya mencoba untuk tetap menjaga Yuda agar tidak terluka.
Namun, Yuda tak menghiraukannya. Ia terus ramah membalas mereka semua yang tak ada habisnya terus menggerombolinya begitu dekat sampai ia sekarang juga terdimpit.
Melihat para fans yang semakin membuat Yuda terhimpit bodyguard beserta Budi langsung menjauhkan mereka semua untuk tetap berada di garis batas.
Namanya bukan hanya satu dua orang saja di sana. Tetap saja ada yang mencoba meminta selfie begitu dekat dengan Yuda. Yuda terlihat santai saja dan tersenyum lebar mau berselfi dengannya meski terlihat sekarang para bodyguard dan Manajernya kewalahan menjaga semuanya agar tidak menggeromboli Yuda begitu dekat.
Nindya yang masih syok pada dirinya sendiri akhirnya mulai melangkah gemetar mendekati Yuda yang ada di lumayan jauh di depannya tanpa dia sadari sepenuhnya. Wajahnya terlihat masih pucat, gadis itu terus melangkah tanpa mengalihkan pandangannya ke arah Yuda dengan raut wajah masih syok. Nindya mengatur nafasnya agar tidak semakin gemetar.
Dia melangkah mencoba meyakinkan apakah Yuda memang lelaki yang dia tabrak saat itu.
Sekarang dia berhasil lumayan dekat di hadapan Yuda yang terlihat masih ramah melayani fans yang ingin meminta tanda tangan serta ingin berfoto bersama dirinya.
Karena sudah lumayan lama dan fans semakin berdesak-desakan berebut ingin dekat Yuda. Budi langsung memberi isyarat serius pada semua orang agar berhenti berdesakan tak bisa di atur dan mengakhiri semuanya.
Terlihat masih saja ada orang yang melawan Budi juga para penjaga Yuda. Wanita-wanita itu terus berusaha menerobos para bodyguard sampai terjadi adu mulut sementara.
"MBA JAGA JARAK!"
"GAK SAYA MAU FOTO SAMA MAS YUDA!" teriak wanita itu melawan.
Lelaki bertubuh tegap gagah itu langsung membentaknya agar tidak melawan.
Yuda terkekeh dan mendengarnya.
Wanita itu kini terlihat ingin menangis lantaran terus berusaha menentang bodyguardnya.
"Bro Bro seloow udah biarin aja, Mbaa. Ayoo ke sini aja," tegur Yuda. Wanita itu merasa sangat bahagia dan begitu takjub karena Yudanya sendirilah yang membolehkannya untuk berfoto dengannya.
Akhirnya wanita itu langsung menepis kuat kedua tangan bodyguard yang kekar itu hingga sekarang lelaki itu pasrah meski sangat khawatir pada Bintang besar yang ia jaga ini.
"AAAA!!! Foto ya Kak Yuda!"
Wanita itu sangat bahagia dan langsung bergaya 2 hari sembari tersenyum di samping Yuda. Yuda yang melihat kebahagiaannya langsung membalas mendekatkan kepalanya sembari juga tersenyum manis ke kamera. Betapa bahagianya wanita itu sekarang karena mendapatkan foto yang begitu bagus dan manis dari idolanya hingga semua orang berteriak histeris sangat iri dengan flash kamera begitu banyak yang tidak ada habisnya memotretnya hingga terlihat bagaikan cahaya kilat begitu menyilaukan di malam hari. Namun, karena Yuda sudah terbiasa dengan flash-flash kamera yang begitu menyilaukan tak ada habisnya itu, ia terlihat biasa saja tanpa mengedipkan matanya sekali pun malah membuatnya semakin tersenyum manis.
Nindya yang terus saja melangkah setengah sadar kini semakin dekat pada sang Superstar itu meski dirinya terus saja di senggol semua orang berdesakan yang juga ingin mendekati Yuda.
Setelah itu akhirnya Yuda juga mengakhirinya sembari terus tersenyum agar mereka tidak marah.
Yuda lalu di arahkan untuk masuk ke dalam Cafe mewah itu untuk penyambutan istimewa di dalam sana. Yuda mulai melangkah sangat tampan di karpet merah elegan itu. Sungguh sempurna memang lelaki ini, saat berjalan aura ketampanannya semakin membuat semua orang gila saja.
Karena terus melongo menatap ke arah Yuda akhirnya kaki Nindya tersandung tali merah yang menjadi pembatas untuk Yuda berada.
"AAAA!"
"BRUK!"
Nindya akhirnya terjatuh dan dia menjerit merasa kesakitan hingga membuat Yuda terkekeh mendengar suara sesuatu terhempas ke lantai berkarpet merah yang tepat ada di depannya.
Yuda langsung mengerutkan alisnya ketika tersadar ternyata yang jatuh itu adalah seorang perempuan.
"Awwwh," jerit Nindya yang terlihat masih tak bisa berdiri memegangi mata kakinya yang sakit.
Betapa melototnya sekarang Budi melihat ada seseorang yang menghalangi Selebriti kesayangannya itu ingin lewat.
Nindya yang akhirnya tersadar jika sekarang dia terjatuh di depan banyak orang terhormat langsung membelalakkan matanya terdiam. Tanpa pikir panjang dia langsung berdiri begitu panik hingga akhirnya dia malah terjatuh lagi karena belum sempat menyeimbangkan tubuhnya.
Dia semakin keras terjatuh ke lantai dan semakin menjadi konyol karena begitu dekat dengan sepatu kulit mahal nan mewah lelaki Superstar itu. Yuda yang melihat semua itu langsung ikut membelalakkan matanya sungguh kaget.
Nindya semakin merasa begitu luar biasa malu saat kesakitan. Dia langsung mencoba bangkit menahan jeritannya dan terdiam ketika tersadar melihat sepatu kulit yang mengkilap sangat dekat dengan wajahnya.
Budi semakin panik saja kalau-kalau Nindya adalah orang yang sengaja ingin mencelakai Yuda langsung ingin membantunya bangun dan pergi dari karpet merah itu.
Namun, Yuda lebih cepat jongkok untuk membantunya bangun.
"Hey kamu gakpapa?" tanya Yuda langsung memegangi kedua bahunya membantunya bangun.
Betapa berdebarnya jantung gadis itu saat bahunya di pegang oleh Aktor terkenal ini. Dia langsung melotot ke arah Yuda.
"AAAA!!!" teriak Nindya panik sangat malu. Dia langsung berdiri dan menepis kedua tangan Yuda sangat kalang kabut.