Ternyata teman-teman cewek Nindya semuanya tergila-gila pada Selebriti berparas tampan juga berbody sixpack berbahu lebar berdada lebar itu. Memang wajar jika ia banyak di idolakan semua kalangan karena kesempurnaan yang ia miliki. Namun, meski banyak memiliki kesempurnaan yang selalu di cetuskan mereka semua tampaknya tak membuat Nindya ikut penasaran lagi dan ingin ikut menyukainya.
Gadis ini memang anti sosial media. Baginya hidup harus santai dan hanya fokus memperbaiki diri sendiri. Mengurus Selebriti apalagi menyukainya yang sama sekali tak kenal diri sendiri bagi Nindya adalah hal yang bodoh. Maka dari itu dia adalah orang yang bertipikal mengangumi secukupnya.
"Eh, Nindya. Lo gak tau ya sama Kak Yuda?" tanya Rina yang terkekeh baru sadar dengan Nindya yang dari tadi hanya diam bersama Edo tak ikut berbincang dengan mereka.
"Ehhee, nggaak. Baru denger," jawab Nindya menyeringai bernada rendah seperti sedikit ilfiel sembari bersandar ke kursi kikuk.
"Maklum guys, dia emang gak suka nonton TV dari dulu," ledek Aya memberitahu.
Mereka memoncongkan bibir sembari mengangguk tanda merasa wajar sekarang jika Nindya baru tau dengan seorang Yuda.
"Oooalaah pantes," jawab Lita tersenyum melirik Nindya.
Nindya langsung melotot malu Aya memberitahu mereka hal yang tidak di sukainya.
"Ehee, ee yaa. Gue... Emang jarang nonton TV guys," jawab Nindya nyengir sembari mengangguk malas. Mereka semua hanya mencibir maklum.
"Trus... Kesukaan lo apa Nin," tanya Rina mencoba agar Nindya tak di lupakan. Nindya sempat melongo polos berpikir.
"Gue... Gue lebih suka sama Artis luar sih.. hehe gitu," jawab Nindya agar terkesan tidak terlalu kudet.
Mereka yang mendengar pernyataannya semakin merasa wajar jika Nindya tak mengenali Yuda.
"Nin, aku padamu," sahut Edo mendukung.
Mereka lalu mencibir mereka. Akhirnya mereka sama-sama saling tertawa.
****
Yuda sekarang sedang sibuk mempromosikan film terbarunya. Ya, Aktor itu di sibukkan dengan film yang ia perankan sebagai tokoh mafia baik di peran utama. Yuda berharap filmnya akan di sukai banyak orang bahkan negara tetangga. Maka dari itu ia berusaha semaksimal mungkin untuk mempromosikan trailernya di akun sosmednya.
Usaha memang tak mengkhianati hasil. Ternyata memang banyak yang menunggu film itu liris, film ini menjadi banyak membuat orang-orang penasaran karena jalan cerita yang tak biasa dan tidak lebay menceritakan masalah percintaan, tetapi menceritakan tentang sebuah jalan hidup seorang mafia yang hidup di lingkungan criminal tetapi sebenarnya ia adalah orang yang begitu baik meski memiliki gaya hidup yang keras.
Yuda sekarang merasa begitu puas dan bahagia sendiri.
"Tuan Yuda, Tuan Yuda harus lebih disiplin sekarang. Karena, pasti para Fans akan semakin heboh karena film Tuan akan segera tayang di bioskop. Jadi saya harap Tuan untuk tidak lagi pergi sendirian seperti kemarin ke mana-mana tanpa di iringi Kru dan Crew," perintah sang Manajernya bernama Budi.
Yuda yang mendengar perkataannya terdiam sejenak lalu menyeringai membuang muka.
"Heh, gakpapa kemarin gue cuman mau iseng doang. Pengen bebas sekali-kali huuhhh ya gue tau kok sekarang gue gak akan bebas semaunya lagi," jawab Yuda enteng sembari menaruh tangannya ke alas Sofa yang mewah juga melipat kaki kanannya ke atas paha kirinya.
Budi hanya diam lalu tersenyum mendengar perkataannya yang seakan mau menurutinya.
"Huuh, semoga di tanggal 23 nanti tiket film ini langsung ludes dan membanggakan kita semua," harap Yuda.
"Itu pasti Tuan, karena Tuan lah pemeran utamanya!" puji sang Manajer.
Yuda hanya tertawa mendengar itu sembari menggeleng.
"Hah, tapi sumpah deh Di. Baru kali ini gue peranin peran utama di film. Tapi se rame ini. Gue bener-bener bersyukur Di bisa peranin tokoh Mafia baik ini," ucap Yuda seakan tsk percaya.
"Mungkin ini adalah jalan yang akan membuat Mas Yuda semakin terkenal!" jawab Manajer bernama Budi itu menyemangati.
Mendengar perkataan Budi yang selalu membuat hatinya senang. Yuda kini semakin merasa bahagia dan bangga pada dirinya sendiri.
"Hehehe yap.. makasih banyak ya Bro. Lo selalu dukung gue dan menjadi Manajer paling setia sampai detik ini," ungkap Yuda merasa haru.
Budi terdiam sejenak dan langsung menyeringai menepuk bahunya hingga sekarang mereka sama-sama tersenyum lebar.
"Pasti dong, gak akan gue lepasin seorang Aktor yang hebat seperti lo ini," balas Budi. Yuda semakin gregetan padanya yang sangat bisa memuji terus-menerus padanya.
"Bisa aja lo,"
Yuda langsung mencandainya dengan mendorong tubuhnya kuat hingga Budi nyaris terjatuh, refleks ia juga menahan tubuhnya dan sekarang mereka sama-sama tertawa lepas.
****
Malam ini adalah malam yang panjang. Ya, malam Minggu adalah sebutan malam yang panjang karena banyak di habiskan para pemuda-pemudi untuk menghibur diri dari segala yang melelahkan diri.
Aya di ajak teman-teman kelasnya untuk bergabung nongkrong seperti biasa. Namun, tempat yang akan mereka datangi lebih bergaya di banding semalam dan pastinya semua menu yang ada pasti mahalan. Nindya dan Aya memang kuliah di pusat perkotaan yang begitu padat, maka tak salah jika teman-temannya juga sering bertemu para Selebriti yang ada di negara ini karena memang di sanalah pusatnya.
Karena berada di lingkungan metropolitan tak membutuhkan waktu lama merubah segala pola pikir dan pergaulan 2 remaja yang merantau dari desa itu. Sekarang Aya semakin sosialita saja bahkan sampai rela membatasi jajannya demi membeli outfit keren untuk dirinya sendiri.
Aya yang memang suka pamer di sosmed agar terus di lihat kece dan gaul demi kebutuhan instastorynya langsung menerima ajakan tersebut.
Nindya yang sebenarnya tak ingin ikut di paksa Aya agar dia tak pulang sendirian jika pulang kemalaman. Akhirnya karena di paksa Nindya mau mengikutinya. Nindya yang melihat temannya itu kini terlihat semakin bebas saja membuat dirinya menjadi takut, jika Aya akan terikut pada pergaulan yang begitu bebas di kota ini. Dia pun mencoba terus mengingatkan Aya agar tidak lupa pada tujuan pertama mereka merantau ke sini.
"Ya, lo harus ingat... Kita ke sini buat kuliah bener-bener. Bukan menjadi anak kota yang akan bergaul bebas berfoya-foya ria tak lupa waktu," tegur Nindya mencoba mengingatkannya.
"Halaahh sok banget sih lo. Iya iyalah gue juga inget kali gak usah lo ingetin, gakpapa sekali-kali lah kita ikut masa kuliah mulu, yang ada pecah tu otak mikirin tugas mulu. Ntar nyesal lagi kalo udah pulang ke kampung gak pernah ngerasain gemerlap-gelipnya kota metropolitan yang sungguh indah ini, lagian kita harus pamer Nin sama temen-temen kampung kalau kita udah hebat bisa ke sini biar planga-plongo tuhh terkagum, terus jadi iri gak tau apa-apa sama indahnya kota," jawab Aya kesal.
"Ya emang... Tapi Ya..."
"Udaah cepet?! Yang laen udah pada nunggu kita?!"
Dia semakin menarik Nindya untuk cepat-cepat naik ke motor dan pergi menemui teman-teman kelasnya yang sudah stay di Cafe mewah tadi. Nindya sekarang hanya pasrah sudah duduk di belakang Aya yang sudah menstarter motornya sembari cemberut menatap Aya. Mereka lalu beranjak dari tempat itu.
*
Mereka pun telah sampai. Aya memakirkan motornya di tempat parkir yang sudah di sediakan. Terlihat begitu ramai dan luas memang tempat ini. Sungguh pemandangan yang begitu indah. Cafe ini terlihat sangat indah dengan gemerlap lampu-lampunya yang begitu menawan di malam hari.
Nindya sempat tercengang melihat bangunan yang luas terlihat mewah juga lumayan tinggi itu.
"Ayo," ajak Aya membuyarkan lamunannya sembari menarik tangannya.
Mereka lalu berjalan mencari di mana teman-teman kelasnya.
Setelah berjalan lumayan jauh akhirnya mereka menemukan teman-temannya. Mereka nongkrong dengan asyiknya sekarang.
****
Yuda terlihat begitu tampan dan rapi sudah selesai di permak.
Dengan outfit sangat kece dan keren mengalahkan semua anak muda-mudi. Ia langsung berdiri sembari membetulkan jas hitam rapinya. Sekarang terlihat ia seperti Bos Mafia yang begitu berkharisma.
Sungguh sempurna memang dirinya. Sebelum pergi, ia tak lupa memakai kacamata hitam kecenya sehingga semakin membuat aura Bos Mafia kaya raya melekat pekat pada dirinya.
"Oke letsgo,"
Ia lalu keluar ruangan itu dan sudah di tunggu Budi.
Aktor tampan itu sudah siap ingin pergi ke suatu tempat entah ke mana.
****
"Hah?! Yang bener nanti di sini ada meet and greet Sayudha Hartigan?! OHHH MY GOOD!!! AAARGH GAK NYANGKA BAKALAN BISA KETEMU KEDUA KALINYA DONG KITA?!"
Seperti biasa mereka ternyata sengaja pergi ke Cafe mewah itu karena Yuda ternyata akan mengadakan pertemuan bersama Fans untuk mempromokan film terbarunya yang akan tayang sebentar lagi itu.
"IYA! MANA KATANYA GRATIS AJA LAGI KAN KESEMPATAN BUAT BISA NGOBROL DAN FOTO SAMA YUDA BUAT PROMOIN FILM BARUNYA GUYS!!"
Nindya sungguh melotot saat mendengar semua itu.
"BEUHH! KALIAN TEH EMANG GAK PERNAH SALAH MERECOMENDED-IN TEMPAT! BIKIN GUE SENENG MULU," jelas Aya sangat setuju.
Mereka tertawa malu-malu sendiri.
"Jadi? Kalian ke sini cuman mau ketemu ama si Yuda-Yuda tu lagi?" tanya Nindya mengerutkan alisnya merasa sangat tak berguna ikut.
Mereka terdiam menatap ke arah Nindya dengan polos.
"Iya, loh gakpapakaaan siapa tau kita bisa foto bareng looh," jawab Emi salah satu teman mereka.
Nindya sekarang hanya menjerit dalam hati begitu kesal karena Aya memaksanya untuk ikut ke sini.
Nindya hanya mendengus mengerutkan alis sembari memijat pelipis mencoba membuang muka agar mereka tak menyadari rasa kesalnya.
"Udah deh Nin, ntar lo bakal ikutan suka sama Yuda. Di jamin, kagak bakalan lo bisa gak kepincut sama kegantengan dan kesempurnaan di luar nalarnya dia," ucap Rina.
Aya menyeringai lantas mengangguk tanda setuju. Akhirnya Nindya pasrah saja mengikuti mereka.
"Haduhhh, kenapa sih pada fans berat sama tu Artis. Mana ada di mana-mana lagi. Emang kalo Artis berkelas gak mungkin hadirin acara gak jelas mulu begini di Cafe-Cafe, Artis berkelas itu kan pasti sibuk syuting. Heh mana mereka bilang pengen promoin filmnya lagi, lucu emang promoin film dengan acara gak jelas begitu, paling cuman promoin FTV barunya itu. Hedehh napa ya temen-temen sekelas gue pada demen sama Artis abal-abalan pemain FTV kek gitu doang," gerutu Nindya dalam hati merasa sangat kesal pada Yuda.
Ternyata Nindya hanya mengira Yuda adalah seorang pemain FTV saja. Tidak film, ataupun sinetron yang terkenal. Apalagi sangat kebetulan untuk kedua kalinya dia menemukan Cafe yang selalu ada kehadiran Yuda tanpa dia tau bahwa kemaren sebenarnya Yuda tidak memiliki acara di sana. Tetapi Aktor itu hanya ingin membeli minuman saja dan baru kali ini lah Cafe mewah itu menjadi tempat meet and greetnya yang bersangkutan dengan di lirisnya film barunya. Hingga membuat Nindya menganggap Yuda adalah Artis biasa dari FTV saja. Apalagi tingkah semua teman-temannya yang selalu dia lihat seakan melebih-lebihkan lelaki itu.
****
Namun, tiba-tiba saat Nindya melihat Rina mengeluarkan dompet mengambil sesuatu. Nindya langsung meraba kantongnya.
Akhirnya dia tersadar bahwa dompetnya dia lupa mengambil dan di tarohnya di jok motor Aya.
"Aduhh astagaa untung ingat. Guys gue ijin bentar ya ke parkiran," panik Nindya langsung berdiri seraya terus meraba-raba kantongnya dan melihat-lihat ke bawah.
"Emang kenapa Nin?" tanya Aya heran.
"Dompet gue ternyata di dalam jok motor lo. Lupa tadi gue bawa," jawab Nindya.
"Oohh astagaa tuh kan. Pelupa banget sih lo yaudah ambil aja dulu sana," kata Aya ikut resah karenanya.
Nindya mengangguk dan langsung berbalik berlari kecil menuju parkiran karena jarak dari parkiran ke tempat mereka nongkrong lumayan jauh.
****
Yuda sekarang telah menuju ke tempat tujuan. Di dalam mobil saja ia terlihat begitu kharismatik. Auranya memang begitu mahal. Dengan rambut yang begitu keren sangat rapi membuat dirinya seakan tak ada kekurangan sedikit pun bak layaknya pangeran. Tampilannya sungguh seakan seperti Bos Mafia sangat tampan yang ada di dunia. Tak salah jika filmnya banyak ditunggu semua orang.
Yuda terlihat menikmati perjalanannya dengan membiarkan kacamata hitam kecenya itu terpakai.
Supir terlihat sangat fokus menyetir karena ia sedang membawa seorang superstar bersama Budi di samping supir yang akan selalu mendampingi Yuda kemanapun pergi.
"Apa masih jauh?" tanya Yuda yang seakan sudah tak sabar sampai tujuan.
"Sebentar lagi Bos," jawab Supir.
"Hmm, oke," sahut Yuda menyeringai menoleh ke arah luar jendela mobil mewah indah itu.
****
Setelah berjalan lumayan jauh dan begitu melelahkan karena mencari-cari motor Aya yang sudah terparkir jauh di dalam akhirnya gadis cantik itu sampai dan menemukan motornya.
"Huhh akhirnya ketemu juga, ugh banyak banget ya orang pada datang lagi," dengus Nindya sangat lelah namun langsung melongo melihat sekitar karena sekarang parkiran begitu penuh di isi motor maupun mobil seakan tak ada ruang lagi tersisa.
"Rame juga ya yang datang buat nemuin tu Artis FTV," gumam Nindya termenung sejenak.
Dia langsung membuyarkan lamunannya membuka jok motor Aya untuk mengambil dompetnya.
Nindya sekarang merasa lega tersenyum menatap dompet imutnya itu. Dia lalu berbalik dan mencoba kembali ke tempat asal.
Namun, dia terkekeh ketika melihat ternyata di depan pintu utama Cafe mewah itu sudah ada karpet merah yang telah di hias begitu indahnya di sana. Nindya langsung ternganga mengerutkan alisnya melihat interior yang mewah juga indah itu. Terlihat juga di sana sudah banyak sekali kerumunan orang juga wartawan yang akan menyambut kedatangan sang Superstar.