Bab 10

2038 Kata
Yuda berlalu begitu dekat tepat samping Nindya sampai dengusan nafas lembut lelaki rupawan itu mengenai bulu kuduknya. Jantung Nindya seakan langsung berhenti detik itu juga, kini Nindya seakan benar-benar menjadi patung utuh. Tubuhnya seakan tak bisa digerakkan lagi begitu membeku. Dia membelalakkan matanya begitu heran entah kenapa. Kerumunan wartawan yang langsung mengikuti Yuda pergi membuyarkan kekakuannya. Kini Nindya tersadar kembali begitu kaget. Nindya juga langsung tersadar jika teman-temannya ternyata sudah ada di sini. Nindya langsung melotot menoleh kaget ke arah mereka semua tanpa memedulikan para wartawan yang melewati dirinya. Betapa berteriaknya Aya serta teman-temannya yang lain begitu tahu bahwa Nindya bisa begitu dekatnya dengan Superstar tampan itu dan malah sempat-sempatnya diajak ngobrol juga foto bareng oleh Yudanya sendiri yang mereka lihat dengan mata kepala sendiri. "AAAAA NINDYAA!!!!!!" **** Karena kejadian malam tadi yang begitu sangat beruntung dalam kehidupan ini bagi Aya dan yang lainnya membuat mereka kini menjadi terus bertanya-tanya pada Nindya mengapa malam tadi dia bisa sedekat itu dengan Yuda sampai-sampai ada dirinya di sebuah situs sosial media bersama Yuda. Semua itu kini membuat Nindya tak bisa santai dan merasa sangat capek karena mereka terus bertanya sangat iri sekaligus kesal pada Nindya yang padahal tak menyukai sama sekali Yuda malah dia yang berhasil bisa berkomunikasi dengan Aktor berparas begitu rupawan itu. "NIN JAWAB YANG JUJUR KENAPA LO BISA SEGITU DEKATNYA MALAM TADI SAMA?! HOOHH!!! SAMA MAS CRUSH GUE!" protes Aya begitu syok terus mengikutinya ke manapun Nindya pergi. "Udah gue bilang kan. Gue juga gak sengaja jatuh dan itu adalah hal paling-paling memalukan banget tau gak sumpah di dalam hidup bagi gue," jelas Nindya malas mencoba jujur. Nindya langsung berbalik malas sembari menuangkan air panas ke cangkir kopinya. Aya tetap mengikutinya sampai-sampai Nindya sangat terkejut Aya menengok mukanya begitu dekat dari arah belakang dengan mata yang masih melotot. "Huh!!" Betapa jantungannya Nindya langsung memegang dadanya. "Lo apaan sih! Minggir!" kesal Nindya langsung mendorongnya sembari menjauh. "Huuhh," Aya hanya menarik nafas kuat dengan mulut yang monyong tanda masih sungguh tak terima dan begitu sangat dengki dengan apa yang Nindya dapatkan. Aya langsung berkacak pinggang dan mengikuti Nindya dengan langkah cepat. "NINDYA! Ikh!!" kesalnya menghentakkan kaki gregetan tanpa di pedulikan Nindya yang terlihat keluar membawa kopinya sembari sesekali menghirupnya. **** Di kampus Nindya lebih tak tenang di bandingkan di kosannya yang hanya Aya terus mengganggunya dan kesal padanya terus bertanya. Di sini Nindya semakin di iri kan banyak mahasiswi-mahasiswi yang juga melihat dirinya yang masuk artikel di salah satu situs sosial media. Nindya sekarang benar-benar menjadi viral karenanya. Betapa tak menyangkanya dirinya dan sekarang merasa semakin malu. Dia sebenarnya sungguh tak ingin itu terjadi meski kejadian itu membuatnya viral dan seluruh kampus tau. Namun, karena itu Nindya malah merasa semakin stres berat dan membuat dirinya begitu depresi. Kini teman-temannya juga ikut merasa kesal meski masih mau saja berteman dengannya. Nindya yang sudah begitu lelah itu langsung bangkit dan pergi pulang saja dari kantin sampai-sampai semua temannya heran mencoba menahannya terus di interogasi tapi Nindya sudah benar-benar merasa capek. Akhirnya Aya biarkan saja Nindya pulang dan dia ikut teman-temannya dulu nongkrong seperti biasa. * Sesampainya di rumah. Nindya yang awalnya terus termenung begitu lesu menahan kesal langsung meluapkan rasa kesal, malu, marah, sedih, campur aduknya di sana. "HAAAAAA!!!!!" teriaknya begitu lantang memecahkan tangisnya yang begitu konyol. Nindya mengamuk sendiri dan terus menghentak-hentakkan kaki sembari berlari mengacak-acak rambutnya begitu lucu hingga dia tersungkur di spring bed empuknya dan terebah telentang sangat kasar. Dia terdiam dengan wajah yang begitu cemberut imut menahan tangisnya. Mata dan kedua pipinya kini terlihat memerah semakin membuat wajah cantiknya malah menjadi gemas. Dia kembali mengingat semua yang telah terjadi saat dia pergi ke kampus hari ini. Betapa malunya dia ketika dia mengingat semua orang yang ada di kampus iri dan kesal padanya karena bisa sedekat itu dengan seorang Sayudha Hartigan. "HUAAAA!!!!" Dia langsung berteriak kembali menjerit dan menutupi wajahnya dengan bantal semakin konyol. Dia malah berbalik seakan ingin salto saja begitu kocak. Nindya memang gadis yang pemalu meski tingkahnya yang memang sering cengengesan. Dia lalu kembali berbalik cepat sembari terus merasa malu sampai bibirnya bergetar mengingat semuanya. Dia langsung teringat semua perkataan Yuda malam itu, dan malah sempat terdiam ketika mengingat Yuda terlihat begitu cool saat lelaki itu membantunya agar tidak di marahi Pak Wartawan lagi. Seketika Nindya langsung bangun menepis kuat semua ingatannya dan semakin merasa malu "HUH!! HUH! Ngeselin banget emang tu Artis FTV sialan! Dia pikir keren kali! Haa!! Kenapa semuanya jadi gini sih! Aduuhhh sampai masuk berita lagi gue haduhh," rintihnya begitu malu kembali terbaring tak berdaya. "Huh okee. Lupain Nindya. Gue yakin, artikel itu pasti cuman sebentar doang kesebarnya dan akan segera di lupakan! Hahaa jadi lo gak usah khawatir BERLEBIHAN," ucapnya sembari memegangi dahinya lelah tersenyum konyol mencoba menenangkan dirinya sendiri. "Okee, huuh. Gue gak akan ketemu sama Artis abal-abalan itu lagi. KALAU AYA ATAUPUN YANG LAEN AJAK AKU UNTUK IKUT ACARA BUAT NGE NONTON ARTIS t***l SOK KEREN ITU. GUE GAK AKAN IKUT, GAK AKAN!" geram Nindya mengatur nafasnya sembari memegangi dahinya begitu kesal. Dia lalu membuka lemarinya mencoba menenangkan dirinya sendiri dan mengganti baju. **** Yuda sekarang semakin terkenal saja. Film bertokoh utama seorang Mafia berhati malaikat yang telah tayang itu ternyata memang banyak mengambil hati semua orang. Karena cerita itu tidak seperti cerita-cerita seorang Mafia yang lain. Pria di dalam tokoh berjudul Dergan Gerhana malah tidak mementingkan perasaan cintanya ataupun yang ia inginkan dan malah rela mengorbankan kebahagiaannya demi orang-orang yang berada di kota tempat ia tinggal meski memiliki kebiasaan yang kejam, keras dan mempunyai pekerjaan yang sangat keji juga terkenal sadis. Maka tak salah jika banyak yang berminat menonton film ini karena cerita yang berani sedikit berbeda dari yang lain. Betapa bersyukurnya Yuda saat ini. Ia sangat bangga karena telah terpilih memainkan peran sebagai Dergan meski ia adalah orang yang terakhir di tawarkan Sutradara untuk memerankan peran tersebut, karena sebelum ia banyak Aktor-Aktor lebih senior darinya yang menolak untuk memerankan peran itu entah kenapa. Kini ia lebih banyak di undang ke acara-acara televisi hingga para blogger yang terus mewawancarai tentang ia dalam memerankan tokoh filmnya yang sangat cocok dan bagus. Yuda begitu senang dengan semua yang begitu mendukungnya dan menyukai filmnya ini. Setelah selesai mengikuti salah satu acara di Televisi. Yuda pun pulang, ia merasa dirinya begitu lelah karena sudah seminggu ini ia tak bisa tidur, hanya mempunyai waktu 3 jam kurang untuk tertidur. Kini kondisinya menjadi lumayan drop. Ya, begitulah resiko ketika menjadi seorang Selebriti. Bukan hanya di sukai, di cintai, dan di kenal semua orang, mempunyai kekayaan begitu berlimpah tetapi semuanya tak seindah yang di lihat. Mereka harus merelakan hal yang seharusnya dilakukan manusia biasa dan mengorbankan semua kesehatan serta privasi di hidupnya demi terlihat terus sempurna dan memuaskan dan tetap di cintai para fans-fansnya. Ternyata perasaan Yuda juga begitu. Meski memiliki kepopuleran besar dalam dirinya dan begitu banyak bergelimang harta. Yuda merasa semuanya biasa saja dan sangat lelah dengan yang ia jalani. Namun, karena memang menurun dari keluarga Ibunya yang memang sejak dulu adalah seorang Produser film serta juga pernah menyutradarai sebuah film terkenal, serta Ayahnya yang juga seorang pengusaha kaya real estate kaya raya berkantor pusat di Singapura. Yuda otomatis menjadi seseorang yang terkenal di masyarakat luas dan sekarang menjadi salah satu Aktor paling multitalenta dan sangat tampan di negaranya bahkan di negara-negara tetangganya. Lelaki itu terlihat berjalan terhuyung saat ingin keluar dari ruangan itu dan mulai memegangi kepalanya menahan sakit. Budi yang menyadari hal itu langsung mendekatinya, memang benar. Yuda nyaris terjatuh. Untunglah Budi cepat berhasil menangkapnya. Budi langsung kaget saat melihat wajah Yuda yang terlihat begitu pucat meski makeup dari acara tadi masih sempurna di wajah rupawannya. "Ya ampun, Tuan! Tuan kenapa!" panik Budi. "Ehmm, ukhmm kayaknya... Gua nge drop lagi Di," jawab Yuda lemas mengerutkan alisnya sembari memijat samping dahinya masih mencoba menahan sakitnya meski sudah terlihat begitu tak berdaya. "ADUH BAIK TUAN SEBENTAR YA KITA LANGSUNG KE RUMAH SAKIT SEKARANG! YOSEEPP!!! YOSEEP!! CEPAT KE SINI! YOSEPP!!!" Budi langsung kalang kabut terus menahannya sembari memanggil-manggil salah satu temannya. Yosep langsung berlari menghampirinya. "Iya ada apa Di?" tanya Yosep salah satu pembantu Yuda. "Tolong cepat bantu bawa Tuan Yuda ke rumah sakit khusus VIP! Yuda nge drop lagi!" perintah Budi. Yosep langsung menganggguk dan akhirnya mereka memanggil semua teman-temannya untuk membawa Yuda ke rumah sakit. * Yuda sempat tertidur menahan sakit dan sekarang terlihat ia telah di periksa oleh Dokter khusus yang sudah sangat ahli di percaya. "Tuan Yuda seperti biasa mengalami kelelahan yang sangat di batas maksimal. Dia harus di beri perawatan intensif agar tidak semakin memburuk. Dia juga sangat memerlukan vitamin dan mineral penting untuk terus menjaga daya tahan tubuhnya," jelas Dokter. Yuda yang sudah terbiasa mendengar penjelasan Dokter itu sekarang merasa sedikit lebih baik. Ia hanya memegangi dahinya sembari menarik nafasnya terpejam pasrah dengan apa yang terjadi. "YUDA! SAYANG! KAMU GAKPAPA!" Tiba-tiba seorang wanita bak model begitu cantik dan sempurna langsung bergegas melangkah mendekati Yuda yang terbaring lemas di kasur empuk ruangan itu. Seketika mereka semua terkekeh saat wanita itu langsung menerobos ke samping Dokter hingga Dokter sedikit menepi untuk berada di samping Yuda dengan wajah sangat khawatir. "Eh, Nona Steffani?" tanya Budi dengan senyuman tipis. Ya, dia adalah seorang wanita berprofesi sebagai salah satu model di kota ini. Gayanya memang sungguh sempurna, tubuhnya yang langsing juga tinggi, dengan rambut lurus berwarna sedikit pirang dan terus memakai pakaian yang mahal dan bergaya seksi membuat wanita ini memang sungguh sempurna di mata lelaki manapun. Dia adalah wanita yang sudah sejak lama memiliki perasaan kepada Yuda. "Yuda, gimana perasaan kamu sekarang? Hah? Udah baikan?" tanyanya terlihat memang benar-benar sangat khawatir dan sedih. Dia langsung memegangi pipi Yuda tanda begitu memperhatikannya. Namun, yang terlihat ternyata Yuda seakan tidak membalas perhatian lebihnya. Lelaki itu hanya melirik ke arahnya dengan raut yang datar sedikit mengerutkan alisnya. "Tuan Yuda sudah di beri pengobatan intensif Nona. Sekarang, Tuan Yuda hanya butuh istirahat dan akan kami siapkan segala vitamin dan obatnya yang sudah saya resepkan," jawab Dokter memberitahunya sembari tersenyum sopan. Steffani yang mendengar penjelasan Dokter akhirnya merasa ikut lega. Dia lalu mengangguk. "Ohh, terimakasih Dokter," jawab Steffani sedih. Yuda terlihat datar dan sama sekali tak melihat ke arah Steffani. Ia malah termenung memandang plafond rumah sakit seakan malas. Ya, Yuda memang sama sekali tak mempunyai perasaan kepada Steffani. Steffani adalah wanita yang tidak pernah Yuda anggap sebagai kekasihnya, menurut Yuda Steffani adalah seseorang yang sudah ia anggap sebagai saudaranya sendiri karena sejak kecil mereka sudah mengenal satu sama lain. Yuda juga tak menyukai sikap manja dan terkadang keras kepalanya. Maka dari itu Yuda hanya menganggapnya sebagai Adik perempuannya karena sifatnya yang memang manja, keras kepala, karena Steffani memang terlahir dari keluarga kaya raya juga di hormati seperti dirinya sehingga kebiasaan hidup yang selalu bisa terpenuhi membuat dirinya sedikit menjadi pribadi yang arogan, karena itulah juga Yuda tak bisa menjadikannya sebagai seorang kekasih dan ia menjadikan Steffani seakan sebagai Adiknya saja. "Aduhh tuhkan. Udah aku bilangin kan, kalau sebelum syuting. Itu kamu harus minum vitamin dulu biar kuat," ucap Steffani mengkhawatirkan dengan nada yang manja. Yuda hanya mendengus malas. Budi yang memang sejak dulu tau perasaan Steffani juga sangat mendukung hubungan mereka hanya menahan senyumnya salah tingkah sendiri. Steffani dan Yuda memang pasangan terkenal juga di layar kaca meski Yuda juga menjelaskan kepada semua orang bahwa mereka hanya sebagai sebatas seorang sahabat sejak kecil dan menganggap Steffani adalah saudara kandungnya sendiri yang membuat mereka begitu dekat tak ada jarak meski Yuda juga pernah mengatakan mencintai Steffani, karena arti kata mencintai hanya sebagai saudara. Namun, namanya fans pendukung mereka tetap menganggap Yuda dan Steffani adalah pasangan yang sangat romantis. Hal itulah yang membuat Steffani semakin yakin pada perasaannya bahkan publik pun mendukungnya. "Iyaa lo tenang aja gue udah baikan kok sekarang," jawab Yuda datar sembari melepaskan genggaman Steffani dari jemarinya. "Iya tapi kamu baru aja di obatin Yuda. Ya udah, aku temenin ya di sini. Kamu tidur aja sekarang," ucap Steffani begitu setia dan mulai duduk di samping Yuda. "Dok, apa Yuda beneran udah selesai di periksa?" tanya Steffani mendongak ke arah Dokter. "Iya Nona, Nona boleh saja sekarang menemaninya. Tapi sebaiknya nanti biarkan Tuan Yuda untuk beristirahat, untuk memulihkan keadaannya," sahut Dokter. "Tuh, dengerkan... Udahh gakpapa kamu pulang aja aku mau istirahat kok, makasih," jawab Yuda melirik ke arah Steffani dengan suara parau yang masih lemah.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN