Part 13

596 Kata
5 hari setelah kepergian Chul.   "Eunbi bagaimana keadaanya Youra sekarang ya ?" tanya Hyun.   "Kemarin dia sudah meneleponku, dia masih ingin menyendiri, namun dia bilang kepadaku, kalau aku tak perlu mengkhawatirkannya karena dia akan baik-baik saja" jawab Eunbi.   "Apa dia tidak akan melakukan hal yang buruk ?" ucap Hyun.   "Aku percaya kepada Youra, dia bukan orang yang seperti itu. Setelah keadaannya sudah membaik, aku akan menghampirinya" ucap Eunbi.   "Eunbi .." panggil Hyun.   "Hm ?? Ada apa Hyun ?" ucap Eunbi.   "Sebenarnya ada sesuatu yang ingin kukatakan" ucap Hyun.   "Katakan saja apa itu" ucap Eunbi.   "Sebenarnya ..."   "Sebenarnya aku tak mau menambah beban atau kesedihanmu, namun aku takut, bila aku tak bercerita kepadamu, aku takut apa yang kau takutkan dulu itu terjadi" ucap Hyun.   "Maksudmu ? Memangnya apa yang dulu aku takutkan ?" tanya Eunbi.   "Kau berkata, kau takut aku menghilang secara tiba-tiba bukan ? Itu alasanku ingin bercerita ini kepadamu, apalagi ... keadaanku sekarang semakin memburuk, aku pun tak tahu apa artinya ini" ucap Hyun.   "Hyun, aku pun tak mengerti apa yang sedang kau bicarakan sekarang" ucap Eunbi.   Hyun terdengar menarik nafasnya dalam ...   "Se-Sebenarnya ... tubuhku sudah mulai perlahan menghilang, bila kau bisa melihatku saat ini, tubuhku sudah terlihat tidak utuh" ucap Hyun.   Eunbi tersentak hatinya walau wajahnya hanya memasang wajah datar.   "Apa kita .. akan berpisah secepat ini ?" ucap Hyun pelan.   "Hyun ... katakan kepadaku, apa yang bisa membuat kita bertemu lagi bila kau memang harus menghilang" tanya Eunbi.   "Maafkan aku Eunbi ... bahkan aku pun tak tahu jawabannya, kau tahu kan ? Aku pun tak tahu setelah ini aku akan menghilang kapan dan di mana, aku tak tahu itu, maafkan aku" lirih Hyun. "Dan bahkan aku tak sempat tahu wajahmu ?" ucap Eunbi dengan senyum palsunya.   "Tapi kau selalu melihatku dengan hatimu bukan ?" ucap Hyun.   "Apa aku bisa ikut denganmu?" ucap Eunbi.   "Walaupun itu bisa terjadi, aku tak akan membiarkanmu untuk mengikutiku'' ucap Hyun.   "Mengapa ? Apa kau tak ingin bersamaku ?" tanya Eunbi.   "Bukan begitu, namun kau harus ingat, kau itu manusia, banyak hal yang harus kau lakukan di sini, masa depanmu masih sangat panjang" jawab Hyun.   "Apa yang harus aku lakukan ? Kau tahu kan ? Hidupku selalu diisi dengan tidur, makan, bermain, aku tak punya tujuan hidup" ucap Eunbi.   "Itu tak benar, aku tahu kau manusia hebat, kau mungkin hanya perlu istirahat saja saat ini" ucap Hyun tanpa respon dari Eunbi.   "Hmm ... Eunbi, apa aku boleh bertanya sesuatu ?" sambung Hyun yang hanya mendapat anggukan Eunbi.   "Siapa sebenarnya orang itu ? Orang yang selalu kau impikan, di mana dia berada sekarang?" tanya Hyun.   Eunbi berdiri dari duduknya, seperti mempersiapkan jawaban atas pertanyaan Hyun.   "Maafkan aku bila harus bertanya tentang hal ini, namun aku bertanya karena ada hal yang mungkin akan aku sampaikan, sebelum aku ... menghilang" sambung Hyun.   Eunbi membalikkan badannya menghadap Hyun.   "Apa yang ingin kau sampaikan ?" tanya Eunbi.   "Eunbi, aku tahu dia adalah seseorang yang berarti untukmu bukan ? Kau bahkan sangat mencintainya kan ? Dan mungkin dia adalah alasan mengapa kau menjadi tak punya tujuan hidup. Bila itu semua benar, bisakah kau memberitahu siapa orang itu ? Dan bila kau bertanya untuk apa aku tahu, sederhana saja ... aku meminta kau untuk mengejar atau mencarinya" ucap Hyun.   "Hyun, apa kau sadar apa yang sudah kau katakan ? Kau bahkan tidak mengetahui apa-apa'' ucap Eunbi.   "Maaf bila aku keliru dan lancang, aku hanya ingin kau menemukan kebahagiaanmu walau nanti aku tak bisa melihat kebahagiaanmu itu" ucap Hyun.   Eunbi kembali duduk di samping Hyun.   "Kau tak sepenuhnya keliru Hyun ... Ya, dia memang berarti untukku, dan benar bahwa aku sangat mencintainya , dan alasan mengapa sampai saat ini aku masih selalu sendiri, sebenarnya karena aku masih menunggunya" ucap Eunbi.   "Kau bisa memberitahu siapa orangnya ?" ucap Hyun.   "Hm dia itu … Orang itu adalah ..."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN