"Kau harus bertahan .." lirih gadis yang mempunyai wajah polos sedang menunggu orang yang telah menyelamatkannya dari para penjahat.
Kini Youra berada di ruangan tunggu saat Chul ditangani oleh para ahli setelah benda tajam merobek perutnya cukup dalam.
"Youra! Bagaimana keadaan Chul sekarang ?" tanya Eunbi yang datang dengan setengah berlari menuju Youra.
"Semua salahku, semua salahku !! Bila aku tak meminta diturunkan dari mobil, semua ini tak akan pernah terjadi !" ucap Youra penuh penyesalan.
"Apa yang kau katakan ?? Jangan kau menyalahkan dirimu seperti ini, lebih baik kita berdoa saja" ucap Eunbi merangkul Youra.
Untuk beberapa menit Youra menangis di bahu Eunbi, Eunbi tak henti menenangkan sahabatnya itu. Sesekali Eunbi menengok ke arah Hyun yang juga ikut untuk melihat keadaan Youra dan Chul.
"Apa di sini ada seseorang yang bernama Youra ?" ucap salah satu tim medis keluar dari ruangan Chul.
Tanpa menjawab Youra pun berdiri dan menghampiri salah seorang tim medis itu.
"Keadaan pasien sangat lemah, beliau banyak sekali mengeluarkan darah, namun saat tubuhnya mengalami kritis dia selalu memanggil nama Youra, dan saat ini beliau tersadar dan kembali memanggil nama Youra. Bisakah anda masuk ke dalam untuk menemuinya ?" ucap seorang tim medis kepada Youra.
Youra pun segera memasuki ruangan dimana Chul terbaring lemah.
"Maaf, saya teman pasien, aku ingin menanyakan sesuatu" ucap Eunbi saat tim medis itu hendak kembali memasuki ruangan.
"Apa yang terjadi sebenarnya kepada temanku ? Mengapa tiba-tiba Youra harus masuk ke dalam sana ?" tanya Eunbi.
Tim medis itu pun menjelaskan sesuatu yang membuat Eunbi terkejut dan menunduk lemas.
Sementara di dalam ruangan ...
"Youra.. a-apa itu kau" ucap Chul lemah.
"Iya ini aku, aku Youra ... Bagaimana keadaanmu hm ? Maafkan aku, maafkan aku membuatmu seperti ini" ucap Youra menangis dengan menggenggam tangan Chul.
"Aku yang meminta maaf kepadamu Youra, maafkan aku" ucap Chul.
"Mengapa kau yang meminta maaf, sudahlah kau istirahat saja ya, jangan kau banyak bicara" ucap Youra.
"Youra.. maafkan aku bila besok aku tak bisa menjemputmu, dan kali ini, kau tak usah menungguku ya, mintalah antar Eunbi bila kau akan pergi, jangan pernah sendiri, kunci selalu pintu rumahmu" ucap Chul dengan nada bicara yang sangat lemah.
"Iya kau tak usah khawatir, tak apa-apa, kau sembuh saja dulu, jangan kau memikirkan aku dulu" ucap Youra dengan sesekali menyeka air matanya.
"Youra .. apa kau marah kepadaku ? Maafkan aku bila selalu membuatmu kesal, membuatmu selalu menunggu, membuatmu selalu ragu, maafkan aku, bila aku baru bisa mengatakannya sekarang" ucap Chul.
"Youra aku ... aku mencintaimu .." ucap Chul sambil menitikkan air mata.
"Bahkan aku mencintaimu jauh lebih awal dari saat kau mengenalku, aku mencintaimu saat aku pertama kali melihatmu, bahkan saat itu kau tidak melihat atau bahkan mengenalku" sambung Chul.
"Maafkan aku selama ini yang terlalu takut untuk menyampaikan itu secara lisanku, namun kau harus tau, hatiku selalu mengatakan bahwa aku mencintaimu di setiap detiknya" ucap Chul dengan air mata yang lebih banyak.
Tak terkecuali Youra, bahkan saat ini sangat sesak dia rasakan, sampai dia tak bisa mengatakan apapun kepada Chul.
"Apa kau mempunyai perasaan yang sama kepadaku ?" tanya Chul.
"Sangat .. aku sangat mencintaimu Chul, walau mungkin kadang aku tak pernah menunjukkan itu, namun aku selalu berharap bahwa aku bisa dimiliki olehmu, sejak dulu" jawab Youra menggenggam erat Chul.
"Dengarkan aku ... aku akan selalu memilikimu Youra, aku mencintaimu ... sangat ..." ucap Chul tersenyum dan menghapus air mata pada pipi Youra.
Youra menutup matanya merasakan lembutnya tangan Chul, namun tiba-tiba saja tangan Chul menjadi terkulai lemas dan terjatuh di atas tangan Youra.
"Chul? Chul !! Kau tertidur ?? Yak !! Chul !!" teriak Youra.
Dan pada saat itu pun tim medis memeriksa tubuh Chul. Sejenak mereka terdiam menunduk dan tak lama kemudian mereka mencabut beberapa alat medis yang menempel pada tubuh Chul.
"Dok ? Apa yang kalian lakukan ?? Mengapa kalian mencabut alat bantu Chul ? Yak !! Dokter macam apa kalian ??" teriak Youra dan dokter pun hanya terdiam.
"Chul !! Chul bangun Chul !! Apa hanya karena kau tidur mereka melepaskannya ? Yak !! Bangunlah !!" Youra menggoyang-goyangkan bahu dan tangan Chul.
Eunbi yang mendengar semuanya mulai perlahan memasuki ruangan dengan tangisan yang tertahan. Ingin dia berteriak juga namun Eunbi harus lebih kuat untuk menguatkan sahabatnya. Dia pun perlahan memegangi Youra, mencoba memeluk Youra.
"Youra, bersabarlah .. kau kuat" ucap Eunbi perlahan menenangkan Youra namun Youra tidak merespon keberadaannya Eunbi.
"Chul!! Apa kau memang ingin tidur ? Baiklah nanti akan kubangunkan bila saat jam makanmu tiba, akan kusuapi kau, akan kujaga kau seperti selama ini kau menjagaku saat aku sakit, kau tenang saja ya" ucap Youra yang keadaan mentalnya terlihat sangat mengkhawatirkan.
Eunbi pun saat ini belum bisa bertindak sesuatu kecuali membiarkan dulu Youra menerima semuanya.
"Youra .. Chul akan bahagia .. Jangan kau seperti ini, tolong relakan" ucap Eunbi menangis.
"Apa yang kau bicarakan Eunbi !! Kau bicara seolah Chul-ku telah mati !!" teriak Youra mendorong Eunbi.
Eunbi hanya menutup wajahnya menahan tangisannya, namun beruntung di sampingnya ada Hyun yang selalu menguatkan Eunbi.
Tak lama saat dokter memindahkan jasad Chul, Youra tak hentinya bersikap di luar kesadarannya. Berteriak tak karuan, berbicara tak jelas, sampai dia pun akhirnya jatuh pingsan yang membuat Eunbi harus lebih kuat melihat semua ini, karena apabila dia menjadi lemah, siapa yang akan menjadi sumber kekuatan di saat seperti ini, namun sekali lagi ... masih ada Hyun yang selalu setia menemaninya dan memberikan Eunbi kekuatan. Eunbi pun hanya menjaga Youra yang masih belum sadarkan diri. Dia terus menatapi sahabatnya, dengan hati yang sangat hancur, saat mengingat satu sahabatnya telah meninggalkan dirinya untuk selamanya.
"Makanlah dulu, kau belum makan kan, biar aku yang menjaga Youra. Bila terjadi apa-apa dengan Youra aku akan memanggilmu nanti" ucap Hyun.
"Aku belum lapar" ucap Eunbi.
"Jangan begitu, biasanya kau selalu banyak makan, kalau kau sakit, nanti kau tak bisa menjaga sahabatmu kan ? Siapa yang akan menjaga Youra" bujuk Hyun.
Eunbi pun akhirnya mengangguk dan menuruti perkataan Hyun, dia pergi ke kantin rumah sakit untuk mencari makanan.
Setelah dia mengisi perutnya, dia segera kembali menuju ruangan Youra, namun saat dia berjalan melewati beberapa ruangan para pasien, langkah Eunbi terhenti saat matanya melihat seseorang yang sepertinya dia kenali wajahnya. Walau tak terlihat jelas, dia berusaha melihatnya dengan jelas agar dia yakin bahwa dia tak salah melihat.
"Loh, bukannya dia ..."
"Eunbi .. sedang apa kau ? Cepat kembali, Youra sudah sadar" ucap Hyun menepuk bahu Eunbi.
"Ah benarkah ??" ucap Eunbi bergegas kembali menuju Youra.
Saat Eunbi kembali, dilihatnya Youra tak berada di dalam ruangannya. Hyun dan Eunbi pun panik lalu mencari di mana Youra berada.
"Eunbi, kita cari di mana ruangan Chul berada sekarang, mungkin dia menuju ke sana" ucap Hyun lalu mereka berlari.
Dan benar saja, dengan keadaan yang lemah, Youra terlihat berjalan menuju tempat dimana jasad Chul berada. Eunbi pun segera menarik dan memeluk Youra.
"Yak!! Janganlah kau seperti ini. Mana Youra-ku yang dewasa ? Mana sahabatku yang lebih pintar dalam berpikir dibanding aku ? Mana sahabatku yang selalu menguatkanku ? Mengapa sekarang kau jadi seperti ini ?? Kau tahu kan ? Chul tak akan suka kau seperti ini, bukannya kau mencintainya ? Teruslah mencintai dia dengan cara yang berbeda mulai saat ini. Cintai Chul dengan cara mencintai dirimu sendiri" ucap Eunbi saat memeluk Youra.
"Aku menyesal .. aku menyesal" lirih Youra.
"Tidak, tidak ada yang perlu kau sesali. Aku mengerti perasaan dan maksudmu saat ini, namun Tuhan sudah mengatur semuanya, kau tak usah menyesalinya. Yakinlah, kalian akan bersama suatu saat nanti di tempat yang berbeda, kalian telah menjalani cinta yang berbeda, yang mungkin orang lain tak pernah menjalani cinta seperti itu. Aku mohon .. buatlah dia tenang di sana. Aku yakin dia akan menunggu mu di sana, asal kau tetap bisa menjalani hidupmu dengan baik. Kau mencintainya bukan ? Maka dari itu tolong cintai dirimu sendiri, untuk Chul .." tutur Eunbi terus membuat Youra tersadar.
Youra pun menangis sejadi-jadinya. Eunbi membiarkan itu, karena dia yakin, setelah ini Youra akan kembali menjadi Youra yang dia kenal.
"Apa yang harus aku lakukan saat ini, mengapa semua terjadi secara beruntun ? Di saat Eunbi seperti ini, bagaimana bisa aku menceritakan keadaanku saat ini .. aku tak mungkin menambah kesedihannya. Apa aku harus menyembunyikannya ? Atau tunggu sampai keadaannya lebih baik ? Namun .. apakah aku masih mempunyai banyak waktu untuk menunggu keadaan lebih baik ?" batin Hyun melihat Eunbi yang ikut menangis bersama Youra.
Eunbi pun terlihat juga rapuh saat memeluk Youra.