Part 11

1445 Kata
Terdapat seperti lorong yang penuh dengan cahaya yang menyilaukan. Hyun tiba-tiba berada di tempat yang tak pernah dia lihat sebelumnya. Hyun berjalan perlahan mengikuti arah jalan cahaya itu. Semakin lama ... dia mendengar suara yang berbicara dengan dirinya, namun karena suara itu belum terdengar jelas, dia terus mendekati sampai suara itu pun sudah benar-benar dia dengar dengan jelas.   "Waktumu di sini akan berakhir, bersiaplah ..."   Suara itu terus menerus terdengar oleh Hyun.   "Siapa kau ?? Apa yang kau bicarakan ? Apa kau Tuhan ? Apa kau yang menciptakanku ? Dan apa maksudmu aku akan menghilang dalam waktu dekat ini ?? Bila kau yang menciptakanku, aku akan bertanya kepadamu sekarang, mengapa aku diciptakan seperti ini ??? Untuk apa aku di sini ? Dan mengapa saat aku sedang merasakan bahagia kau malah membuatku seperti ini !!! Mengapa kau membuatku menghilang !!" teriak Hyun namun tak ada jawaban yang Hyun harapkan.   Namun tiba-tiba saja suara itu menghilang. Hyun berlari mencari-cari sumber suara itu namun tak ada hasil, Hyun berteriak-teriak tak karuan.   ----------------------   Di dalam kamar, Eunbi menangis setelah Hyun menghilang. Eunbi duduk di atas lantai dengan menekuk lututnya dan menunduk sambil menangis.   "Hyun Su ... di mana kau ..." lirih Eunbi terus menerus.   "Jangan pergi secepat ini aku mohon kembalilah" Eunbi terus menerus memanggil Hyun selama berjam-jam.   "Jika aku kembali, kau harus menciumku" tiba-tiba suara yang Eunbi harapkan muncul dan terdengar kembali.   Eunbi mendongakkan kepalanya, menutup matanya lalu perlahan dia menyentuh apa yang ada di dekatnya.   "Hyun ?? Kau ke mana saja bodoh !!" teriak Eunbi sambil tersedu.   "Yak! Aku datang kau malah mencaciku. Aku sudah bilang bila aku kembali kau harus menciumku bukan mencaciku" ucap Hyun.   "Apa kau bilang ?? Enak saja kau dasar hantu m***m !!" ucap Eunbi mencibirkan bibirnya.   "Ah ya sudah aku menghilang lagi saja" ucap Hyun.   "Yak !!"   Chu~ Eunbi menarik Hyun dan mencium tepat di bibirnya.   "Bukan ciuman seperti ini yang aku inginkan, seperti yang kubilang dulu, aku ingin mencoba ciuman seperti manusia-manusia lakukan" ucap Hyun saat Eunbi melepas kecupannya.   "Kau! Aishhh!" ucap Eunbi dengan kepalan tangan yang bersiap untuk memukul Hyun.   "Baiklah baiklahhh .. kecupan tadi saja cukup" ucap Hyun lalu mendekap Eunbi.   "Yak!! Beberapa jam tadi kau ke mana sebenarnya ? Aku sudah panik setengah mati bodoh !!" tanya Eunbi yang membalas pelukan Hyun namun juga memukul-mukul punggung Hyun.   Hyun melepaskan pelukannya lalu mulai bercerita kepada Eunbi.   "Saat kau menggenggam tanganku, aku pun tak tahu mengapa tubuhku tiba-tiba berada di sebuah tempat yang asing. Ada suara yang berbicara kepadaku dan mengatakan bahwa aku ... hmm suara itu berkata bahwa waktu ku di sini sebentar lagi. Aku tak tahu apa maksudnya, namun setelah aku pikirkan, mungkin itu berarti bahwa aku akan segera menghilang dari dunia ini" ucap Hyun.   "Kau ingat ? Dulu aku pernah bercerita bahwa aku pernah melihat seseorang dibawa oleh sebuah cahaya lalu menghilang begitu saja, mungkin nanti itu yang akan terjadi kepadaku" sambung Hyun.   "Benarkah ? Hmm .. lalu, harus sekuat apa aku nanti bila itu benar terjadi ?" ucap Eunbi menunduk.   Hyun tak menjawab, hanya bisa memeluk manusia yang dia cintai yang berada di hadapannya itu.   "Lalu bagaimana caranya kita tahu bila kau benar harus menghilang ? Jangan menghilang begitu saja seperti tadi, aku tidak mau, aku mohon" ucap Eunbi.   "Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan untukmu Eunbi, namun mulai detik ini, aku akan lebih selalu berada di dekatmu. Jangan pernah lepaskan genggamanku sedetik pun, agar bila harus aku menghilang tanpa kau tahu, sebelumnya kita masih tetap berpegangan tangan" ucap Hyun.   "Dan apa aku sanggup bila itu nanti terjadi" tanya Eunbi dengan nada bicara seolah sedang menahan tangisnya.   "Kau manusia hebat Eunbi, kau diciptakan jauh lebih sempurna daripada aku, kau pasti bisa melewatinya. Sudahlah jangan bersedih, kita habiskan waktu bersama saja sekarang" ucap Hyun mengelus rambut Eunbi.   Eunbi mengangguk dan berusaha tersenyum menutupi segala rasa, lalu Eunbi tiba-tiba mencari ponselnya.   "Ayo kita berfoto" ucap Eunbi mengambil posisi dengan kamera ponselnya.   "Yak kau kan tahu aku tak bisa terlihat di kamera, mengapa kau mengajakku berfoto" tanya Hyun.   "Iya aku tahu, tapi memangnya kenapa ? Aku ingin saja mengabadikannya saat kau masih berada di sini" ucap Eunbi tersenyum.   Namun saat Hyun melihat Eunbi tersenyum, itu malah membuat hati Hyun teriris, namun Hyun tetap menuruti keinginan Eunbi, walau Hyun sedang menahan kesedihannya juga.   "Maafkan aku, aku tahu kau berusaha tersenyum seperti ini agar kita tidak terlihat menyedihkan bukan ?" batin Hyun menatap Eunbi yang sedang asyik memainkan kamera ponselnya.   "Kau tadi tersenyum kan ? Berposelah yang benar" ucap Eunbi.   "Iyaa, tadi aku tersenyum, ahh sayang sekali wajah rupawanku tak terlihat di kamera ini" ucap Hyun.   "Aish selalu saja memuji diri sendiri" ucap Eunbi sambil melihat-lihat hasil foto dari ponselnya.   "Aku tidak boleh menangis di depanmu, aku tidak boleh terlihat sedih. Akan kutunjukkan bahwa aku bahagia bersamamu Hyun, akan kutunjukkan bahwa kebersamaan kita selama ini selalu membawa kebahagiaan untukku, tak ada kesakitan, ya ... aku harus kuat untukmu, hanya untukmu, Hyun" batin Eunbi yang berpura-pura fokus dengan ponselnya.   ------------------------------------   "Sepertinya besok aku tak bisa menjemputmu, namun kau bisa menunggu sedikit lebih lama bila tetap ingin aku jemput. Jangan lupa nanti kunci pintu rumahmu, kau masih selalu saja lupa kan ?" ucap Chul yang sedang menyetir mobil.   "Kau cerewet sekali, walau aku lupa kan tidak apa-apa, tidak akan ada orang yang masuk ke dalam rumahku" ucap Youra yang duduk di sebelah kemudi.   "Yak! Kau ini ... aku cerewet pun karena aku -"   "Karena ? Apa ?" tanya Youra karena Chul lagi-lagi memotong perkataannya.   "K-Karena karena aku khawatir padamu Youra" jawab Chul salah tingkah.   "Hanya khawatir ? Itu saja yang akan kau katakan tadi ?" tanya Youra.   "I-Iya tentu saja, memangnya apa lagi" jawab Chul menggaruk kepalanya.   Youra menatap tajam Chul. "Mengapa kau menatapku seperti itu?" tanya Chul.   Youra hanya diam dan terus menatap Chul, membuat Chul semakin salah tingkah dan tidak dapat berkata apa-apa lagi.   "Sampai kapan kita seperti ini hm ? Sampai kapan kau seperti ini padaku ?" tanya Youra serius.   "Maksudmu apa Youra ? Apa yang kau katakan ? Aku tak mengerti" tanya Chul.   "Sudahlah !! Jangan selalu pura-pura tak mengerti" ucap Youra memalingkan wajahnya.   "Sungguh apa maksudmu aku tak mengerti" tanya Chul.   "Berhenti di sini" ucap Youra datar.   "Di sini ? Rumahmu masih lumayan jauh" ucap Chul heran.   "Aku bilang berhenti! Turunkan aku di sini!" teriak Youra yang membuat Chul menghentikan mobilnya.   Youra dengan cepat membuka pintu mobil dan berjalan cepat meninggalkan Chul. Chul hendak menyusulnya namun dia urungkan, mengingat Youra selalu ingin sendiri jika dia sedang merasa kesal. Chul pun mengambil arah lain dan melajukan mobilnya kembali.   "Dasar menyebalkan ! Bukannya menyusulku, malah pergi begitu saja. Kapan kau mempunyai rasa yang lebih peka, Chul!! Dasar bodoh!" gerutu Youra.   "Atau kau memang tak pernah mencintaiku ?? Kalau seperti itu jangan pernah mendekatiku lagi !!" teriak Youra menghentakkan kakinya dengan keras ke tanah meluapkan emosinya kepada Chul.   Namun saat Youra tengah berjalan, ada beberapa laki-laki yang menghampiri Youra, lalu merebut tas yang sedang Youra bawa.   "Yak kembalikan tasku !!" teriak Youra dan berusaha merebut tasnya.   "Apa kau bilang ? Tasmu ? Ini sudah menjadi tas kami" ucap satu orang laki-laki itu.   "Atau bila kau ingin tas ini, tukarkan tas ini dengan tubuhmu" ucap satu orang laki-laki lainnya.   "Dasar kurang ajar !!" ucap Youra yang hendak melawan para penjahat itu.   Namun saat Youra mencoba untuk melawan, tenaganya tak cukup kuat untuk melawan para penjahat itu. Youra pun dipegangi secara kasar oleh beberapa penjahat itu, sampai saat Youra berteriak sangat keras ...   "Lepaskan gadis itu !!" teriak seseorang sambil melemparkan batu ke arah penjahat itu.   "Cih!! Siapa kau ?? Berani-beraninya meneriaki kami hah ?" ucap salah satu penjahat itu.   "Akan kulaporkan kalian kepada polisi sekarang juga !!" sambung seseorang itu.   "Banyak bicara sekali kau ini hah!! Sebelum kau memanggil polisi, akan kukirim kau ke tempat peristirahatan terakhirmu !!" ucap salah seorang penjahat itu yang berlari kencang ke arah seseorang tadi dengan mengeluarkan pisau dari sakunya.   Clebbb!!!   Sebuah pisau menusuk ke dalam perutnya tanpa ampun.   "CHUL!!!!!" teriak Youra histeris.   "Bodoh !! Siapa yang menyuruh kau untuk membunuhnya ?? Celaka kita !!" ucap penjahat yang masih memegangi Youra.   "Ah sudahlah kita kabur saja, sebelum ada orang yang melihat ini'' ucap penjahat yang baru saja menusukkan pisaunya, dan para penjahat itu pun berlari dan meninggalkan tempat itu.   "Arrghh" ringis seseorang sedang menahan perutnya yang berlumuran dengan darah segar.   "Chuuuuul!!!!" teriak Youra menghampiri.   "Yak!! Kenapa kau ini ?? Kenapa kau mengikutiku !!" ucap Youra mengangkat kepala Chul ke atas pahanya.   "Sebenarnya a-aku tadi akan pulang, emmh na-namun aku mempunyai firasat buruk sampai aku memutuskan untuk menyusulmu, Youra. Tapi tak apa, yang penting kau tidak apa-apa, se-sekarang kau pulang ya" ucap Chul terbata-bata menahan sakit di perutnya.   "Apa kau bilang ? Pulang ? Kau ini !! Ah sudahlah ayo kita ke rumah sakit sekarang juga" ucap Youra.   "Youra, kau tidak bisa menyetir" ucap Chul.   ''Aku akan memanggil ambulan, kau tenang ya, bertahanlah" ucap Youra sambil mengambil ponselnya lalu menelpon rumah sakit untuk mengirim ambulan.   "Youra, ma-maafkan aku" ucap Chul setelah Youra menutup panggilannya.   "Maaf apa ? Apa maksudmu, sudah jangan banyak bicara, kau jangan banyak bergerak ya" ucap Youra menangis melihat Chul yang terlihat lemas.   "Yo-Youra .. a-aku men-"   "Chul ? Chul !!!! Yak !!! Chul bangun !!! Yak Chul bangunlah !!!!"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN