"Kau siap Youra? Menerima apapun sikap Eunbi nanti ?" ucap Chul pada Youra.
"Akan aku usahakan mengontrol emosiku agar aku bisa lebih kuat bila Eunbi masih bersikap yang tidak kita inginkan" ucap Youra dengan yakin.
Kini Youra dan Chul sudah berada di depan pintu rumah Eunbi, menunggu sang pemilik rumah membukakan pintunya.
"Eunbi, apa kau mendengarnya ? Ada yang membunyikan bel" ucap Hyun yang sedang membantu Eunbi membersihkan ruangan tengah.
"Ah iya, biar aku cek" ucap Eunbi.
Eunbi pun melihat dua orang yang tak asing untuknya, Eunbi melihat dari jendela. Bukan membukakan pintunya, Eunbi malah kembali ke tempat dimana Hyun berada.
"Siapa di luar ? Kenapa kau tidak membukakannya ?" tanya Hyun.
"Mereka Youra dan Chul, kau sendiri tahu kan apa yang terjadi waktu itu, jadi untuk apa aku membukakan pintunya" jawab Eunbi.
"Apa kau yakin akan membiarkan pertemanan kalian seperti ini ? Kalian itu sudah berteman sangat lama. Maaf kalau aku lancang dan seperti menasehatimu, namun ada baiknya kau memperbaikinya" ucap Hyun, namun Eunbi abaikan dan lebih memilih melanjutkan kegiatannya.
Hyun menghampiri ke dekat pintu, melihat Youra dan Chul masih menunggu Eunbi.
"Aku yakin Eunbi sudah tahu kita berada di sini, namun dia memang tak ingin membukakan pintunya" ucap Youra dengan raut wajah sedihnya.
"Jadi kita pulang saja ?" tawar Chul.
"Tidak, kita tunggu sampai dia keluar, karena percuma saja aku pulang, karena aku akan terus memikirkan Eunbi" ucap Youra.
Chul hanya mengikuti keinginan Youra.
Hyun mendengarkan percakapan mereka lalu Hyun kembali menghampiri Eunbi.
"Mereka akan menunggu di luar sampai kau keluar" ucap Hyun
Eunbi tetap tak merespon ucapan Hyun.
"Sebenarnya aku tak perlu menasehatimu, karena aku percaya kepadamu" sambung Hyun.
"Maksudmu ? Percaya apa ?" tanya Eunbi akhirnya membuka suara.
"Percaya bahwa kau bukan orang yang tega seperti ini kepada orang lain. Aku yakin kau akan menemui kedua temanmu itu dan kau akan memperbaiki semuanya, aku yakin" ucap Hyun.
"Dari mana kau bisa seyakin itu sampai bisa menilaiku ?" tanya Eunbi.
"Dari saat pertama aku mengenal hatimu, dan itu adalah salah satu hal yang membuat aku tertarik kepadamu. Aku tahu kau manusia yang sangat baik dan mempunyai pikiran yang cukup dewasa" ucap Hyun Santai.
Eunbi hanya mendengar ucapan Hyun. Awalnya dia akan pergi ke kamarnya, namun saat dia melangkah, langkahnya terhenti dan terdiam. Dia membalikkan badannya, dan dia perlahan mendekati pintu lalu dia membukakan pintunya. Hyun pun tersenyum saat melihat Eunbi.
"Sudah kuduga, aku tak akan salah menilaimu" batin Hyun.
Saat terdengar pintu terbuka, Youra dan Chul pun sangat antusias dengan raut wajah yang Tegang. Youra dan Chul malah tidak bisa berucap apa-apa.
"Hanya diam saja ? Jadi untuk apa aku membukakan pintu ini ?" ucap Eunbi dengan wajah datarnya.
Youra pun spontan memeluk Eunbi dan tak bisa menahan tangisannya.
"Maafkan aku Eunbi, sungguh aku tidak bermaksud menyinggungmu. Kami hanya terlalu menyayangimu" ucap Youra di pelukan Eunbi.
"Kami kemari hanya ingin memperbaiki apa yang harus diperbaiki, karena kita tak ingin pertemanan kita hancur karena kesalahpahaman. Sekarang terserah padamu menganggap kita seperti apa, namun tolong .. terimalah maaf dari kami" ucap Chul di belakang Youra.
Youra terus menerus menangis ..
"Ada yang harus kalian ketahui dan akan aku ceritakan. Aku harap kalian bersedia mendengarkannya, dan setelah kalian mendengarnya, terserah kalian akan percaya atau tidak" ucap Eunbi.
Youra perlahan melepas pelukannya, Chul pun sedikit mendekat pada Eunbi.
"Kami akan mendengarnya" ucap Chul.
Mereka bertiga pun masuk ke dalam rumah. Di ruang tengah Eunbi mulai menceritakan segala apa yang menurut Eunbi harus diceritakan. Youra dan Chul pun mendengarkannya dengan baik walau sesekali mereka memasang raut wajah yang terkejut dan tak percaya di waktu yang sama.
"Apa kau gila Eunbi? Mengapa kau menceritakan semuanya" ucap Hyun yang hanya didengar oleh Eunbi saja.
Ya.. Eunbi menceritakan semua kepada kedua temannya tentang Hyun.
"Dan sekarang, kalian sudah tahu kan alasan mengapa aku selalu terpergoki seolah sedang berbicara sendiri, bukan tanpa alasan, tapi memang karena itu" ucap Eunbi.
Youra dan Chul hanya terdiam dan saling pandang.
"Oke baiklah, sudah kuduga kalian tak akan percaya, dan aku tahu sekarang kalian semakin menganggap aku gila kan ? Tapi tidak apa-apa, itu hak kalian" ucap Eunbi sambil berdiri dan berniat meninggalkan kedua temannya.
"Kita percaya kepadamu" ucap Chul dan Youra secara bersamaan.
"Benarkah ?" tanya Eunbi.
"Eunbi .. bila kau jujur kepada kami dari awal, kami pasti selalu mempercayaimu" ucap Chul.
"Itu benar, kami temanmu Eunbi, kami akan selalu percaya. Andai saja kau jujur, kami pun tak akan seperti kemarin dan tak akan berpikiran seperti itu. Maafkan kami" sambung Youra menunduk.
"Yak !! Kau akan menangis lagi hah ?? Mengapa sifat mudah menangismu ini tidak hilang" ucap Eunbi merangkul hangat Youra.
"Maafkan aku juga ya" ucap Eunbi kembali.
"Hey kau, kemarilah. Apa kau tak ingin mendapatkan permintaan maaf dariku juga ?" ucap Eunbi kepada Chul.
Chul pun tersenyum lalu menghampiri Eunbi dan Youra. Mereka pun berpelukan dan tertawa setelahnya lalu saling mengejek satu sama lain.
"Ah tunggu, jadi .. makhluk itu sekarang ada di sini ?" tanya Youra.
"Dan dia mempunyai nama kan ? Siapa tadi katamu ? Hy-- Hy--"
"Hyun Su" jawab Eunbi membenarkan ucapan Chul.
"Nahhhhh itu" sambung Chul cengengesan.
"Di mana dia sekarang ? Apa kau bisa mengetahuinya ?" tanya Youra.
Eunbi tersenyum, lalu dia menutup matanya.
"Di sini, di sampingku" Eunbi mendapati tangan Hyun lalu menggandengnya.
Youra hanya melihat sambil mengangguk-ngangguk namun dengan wajah bingung dan menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Yak !! Chul mengapa kau menutup mata ?" tanya Eunbi menepuk pundak Chul.
"Aku mencoba sepertimu, siapa tahu aku juga bisa tahu di mana Hyun hehe" jawab Chul polos.
Youra dan Eunbi hanya tertawa dan menggelengkan kepalanya.
Hyun pun ikut tertawa, walau tawanya hanya bisa di dengar oleh Eunbi.
Dan saat mereka asyik bergurau, bel rumah Eunbi kembali berbunyi. Eunbi pun segera melihatnya dan membuka pintu.
"Eh hai Han!!" sambut Eunbi tersenyum saat melihat tamunya adalah Han lalu diikuti senyuman Han.
"Sendiri lagi kah ?" tanya Eunbi.
"Tidak, itu dia, aku bersama Areum" ucap Han menunjuk Areum yang datang lebih lambat.
"Ah .. masuklah, kebetulan ada Youra dan Chul di dalam, temanku yang sering aku ceritakan kepada kalian, akan kukenalkan kalian kepada mereka" Eunbi menarik Han dan Areum namun ...
"Tunggu .. Chul ? Youra ? Mereka ada di dalam ?" tanya Han menahan tarikan Eunbi.
"Iya, kenapa memangnya ? Masuk saja" ucap Eunbi menarik kembali tangan Han.
"Eunbi .. Sepertinya kami tidak bisa masuk, emmm lain kali saja kami kemari lagi" ucap Han melepaskan tangan Eunbi perlahan.
Eunbi melipatkan kedua tangannya di d**a, menunggu alasan yang akan dia dengar dari Han ataupun Areum. Mengapa tiba-tiba mereka tidak mau masuk ke dalam rumah.
Namun Han terlebih dahulu pergi begitu saja.
"Hmm Eunbi, maafkan sikap Han. Aku pun tak bisa masuk karena aku akan menyusul Han, dan jangan kau berpikir hal yang negatif karena hal ini. Sikap Han terkadang memang aneh, mungkin dia malu saja. Maafkan kami, nanti kita secepatnya harus bertemu ya, sampaikan salam kepada temanmu" ucap Areum lalu berlalu menyusul Han.
Eunbi pun mematung sampai Han dan Areum tak terlihat dari pandangannya lagi, lalu dia kembali masuk.
"Aneh sekali mereka, mengapa mereka tiba-tiba tak jadi masuk ke dalam saat tahu kalian berada di sini" gerutu Eunbi saat kembali duduk berkumpul dengan yang lain.
"Siapa maksudmu?" tanya Youra.
"Han dan Areum" jawab Eunbi
"Benarkah ? Ada apa dengan mereka ? Padahal kita ingin mengenali mereka" sambung Chul.
Mereka pun kembali membahas hal yang lain dan hampir lupa akan waktu. Sampai malam tiba Chul dan Youra berpamitan pulang. Eunbi pun memasuki kamar seperti biasanya untuk beristirahat, tentunya dengan Hyun yang selalu berada di sisinya.