Part 9

1377 Kata
Tolong katakan kepadaku yang sebenarnya, jangan menggantung perasaanku ini, aku mohon .. aku mohon!! Aau kau memang tak pernah mencintaiku ? Kau tahu ? Aku masih menunggumu sampai saat ini.   "Hmm ... Mulai bermimpi itu lagi" gumam Hyun mendengar Eunbi yang sedang mengigau.   Namun tak lama Eunbi pun tak terdengar meracau lagi, Hyun terus menjaganya dan terus memandang Eunbi.   "Apa aku harus mencari tahu siapa yang membuatmu selalu bermimpi seperti ini hm ??" batin Hyun.   "Tidurlah yang nyenyak, bermimpi indah lah" batin Hyun sambil mengelus rambut Eunbi.   "Sebenarnya siapa orang itu ? Apakah dia salah satu alasanmu sampai menjadi orang yang lebih tertutup ? Yang membuat hidupmu hanya diisi dengan hal-hal monoton, berteman dengan hanya beberapa orang saja, tak pernah terlihat membuka hati untuk orang lain, atau apakah salah satu dari temanmu lah orangnya ? Tapi .. ahhhh !! Bahkan apa aku berhak tahu tentang itu ? Lancang sekali aku ini" batin Hyun.   Malam itu pun Hyun banyak berpikir tentang Eunbi, tanpa tidur ... terlebih untuk makhluk seperti Hyun, tak tidur pun bukan menjadi suatu masalah.   Sampai Eunbi terbangun pun, Hyun masih setia di samping Eunbi.   "Selamat pagi, bagaimana tidurmu ?" tanya Hyun saat Eunbi membuka mata.   "Sedikit bermimpi buruk, namun aku masih bisa tidur dengan baik" ucap Eunbi sedikit menguap.   "Apa kau akan keluar hari ini ?" tanya Hyun.   "Emmm .. mungkin iya, tapi tidak tahu harus ke mana, aku bosan" jawab Eunbi.   "Apa ada tempat yang kau rindukan ? Atau yang sudah lama tak kau kunjungi ? Mungkin itu akan baik" ucap Hyun.   "Hmm mungkin itu tak buruk, ide bagus!! Baiklah, hari ini kita akan pergi ke suatu tempat" sambung Eunbi bersemangat turun dari tempat tidurnya untuk bersiap-siap.   "Semangatmu, ceriamu, mengapa aku sangat bahagia saat melihatmu seperti ini Eunbi" batin Hyun saat melihat Eunbi.   "Aku harap, aku bisa lebih lama lagi melihatmu seperti ini" gumam Hyun.   Siang harinya mereka terlebih dahulu mampir ke beberapa tempat yang biasa Eunbi kunjungi, dan saat senja tiba Eunbi mengajak Hyun ke suatu tempat. Sesampainya di sana matahari pun telah memindahkan tugasnya pada bulan. Sampailah mereka di tempat yang dikelilingi bunga berwarna warni dan pepohonan yang cantiknya terpancar karena pantulan sinar cahaya bulan dan lampu-lampu di sekitarnya.   "Jadi ini tempat apa ?" tanya Hyun mengikuti Eunbi dari belakang.   "Ini tempat dimana aku pernah bahagia, namun juga pernah bersedih, ya ... di sini, dan aku tak tahu apa tempat ini akan memberiku kebahagiaan lagi atau tidak, yang jelas, dulu hampir tiap hari aku di sini. Namun akhirnya aku seakan lelah, lalu aku memutuskan untuk tidak lagi datang ke tempat ini" ucap Eunbi.   "Lalu mengapa sekarang kau ke tempat ini lagi ?" tanya Hyun.   "Mungkin karena rindu" jawab Eunbi.   "Emmm . . apa ini ada hubungannya dengan seseorang yang selalu kau impikan ?" tanya Hyun.   Eunbi hanya terdiam dan berjalan-jalan kecil di sekitarnya.   Mengerti Eunbi tak ingin membahasnya, Hyun pun tak lagi menanyakan hal itu.   "Ah iya, sebenarnya aku masih tidak tahu apa alasanmu memberitahu temanmu tentang diriku. Padahal itu keputusan yang fatal, karena bisa jadi kau malah dianggap lebih gila oleh teman-temanmu" ucap Hyun berpindah tempat ke depan Eunbi yang sedang berjalan.   "Karena aku percaya pada teman-temanku, aku percaya mereka akan mencoba mengerti walaupun apa yang aku bicarakan tidak masuk akal, dan ... karena aku tidak mau keberadaanmu seolah menjadi sesuatu yang negatif untukku, aku tidak mau menyembunyikanmu" ucap Eunbi.   "Maksudmu ? Mengapa kau memikirkan itu ? Bukankah dengan hanya mengusirku, semuanya akan selesai ? Dengan aku pergi dari hidupmu semuanya tidak akan menjadi masalah ?" tanya Hyun.   Eunbi berhenti berjalan, Eunbi sudah tahu bahwa Hyun sedang berada di depannya saat ini.   "Sebenarnya aku pun tidak mengerti mengapa aku melakukan itu, bahkan aku tidak mengerti mengapa barusan aku berbicara seperti itu" ucap Eunbi.   "Aish kau ini" ucap Hyun.   Mereka pun kembali berjalan-jalan di sekitar.   "Hmm ada satu hal yang aku sadari saat ini, aku baru mengingatnya sekarang" ucap Eunbi.   "Apa itu?" tanya Hyun.   "Saat aku mengusirmu dulu, saat kau tidak ada di sampingku, aku merasa ada sesuatu yang hilang, bahkan aku seperti benar-benar gila saat aku tak sengaja merasa bahwa dirimu masih ada di dekatku, dan saat hari itu kau datang kembali, entah mengapa aku bahagia dan merasa tak ingin sesuatu yang hilang itu pergi lagi" tutur Eunbi.   "Benarkah ?? Ah aku paham, kau jatuh cinta kan kepadaku" ucap Hyun dengan mencolek-colek pipi Eunbi.   "Yak !! Kau ini mahkluk yang sangat percaya diri sekali ya" ucap Eunbi menepuk lengan Hyun yang mencolek pipinya.   "Ah kau mengaku sajalah, kau sudah jatuh hati kepadaku, tak apa itu wajar, itu artinya kau punya selera yang tinggi karena kau jatuh hati kepada makhluk sepertiku" ucap Hyun terus menggoda Eunbi.   "Yak !! Kau berbicara seperti itu karena kau yang menyukaiku kan?" balas Eunbi.   "Tentu saja, aku menyukaimu, sangat" ucap Hyun yang tiba-tiba membuat Eunbi tersipu.   Hyun tersenyum saat melihat Eunbi tersipu seperti itu.   "Eunbi .. bolehkah aku menyukaimu bahkan mencintaimu ? Kau tak perlu membalas rasaku, karena aku cukup tahu diri, karena walau seandainya kau pun membalasnya, kita tak akan mungkin bersama bukan ?" ucap Hyun.   Eunbi mendengarkan perkataan Hyun.   "Hyun ..." ucap Eunbi lalu memeluk sosok di depannya.   "Mengapa aku tak boleh membalas rasamu ? Apa aku tak pantas membalasnya ?" tanya Eunbi masih memeluk.   "Tidak Eunbi, jangan kau merasakan rasa itu, cukup aku saja, agar bila nanti rasa itu menyakiti, biar aku saja yang sakit, kau jangan. Kau tahu kita berbeda, kau tahu aku tidak sepertimu" ucap Hyun membalas pelukan Eunbi.   "Mengapa ? Mengapa aku tidak boleh ? Bukankah rasa itu berhak dirasakan oleh semua makhluk ? Mengapa kau memberanikan dirimu untuk menanggung semua rasa itu sendirian ?" tanya Eunbi melepaskan pelukannya.   "Apa kau tidak berpikir ? Apa yang akan kau dapatkan dariku setelah itu ? Dilihat olehmu saja aku tidak bisa, aku tidak bisa memberikanmu apa-apa, maka biarkan aku saja yang mempunyai rasa itu, biarkan aku saja yang berperan di sini. Izinkan aku untuk itu Eunbi, aku hanya ingin menjagamu, dan itu akan berlangsung mungkin sampai nanti, saat kau sudah mempunyai seseorang yang mampu menjagamu" ucap Hyun menatap dalam Eunbi.   "Lalu bila nanti aku sudah mempunyai seseorang, kau akan pergi ?" tanya Eunbi.   "Aku akan tetap melihatmu selama aku masih berada di sini, lagipula aku pun tidak tahu sampai kapan aku berada di sini" jawab Hyun.   "Aku izinkan kau untuk selalu menjagaku, namun izinkan aku juga untuk membiarkan apa yang aku rasakan kepadamu mengalir, tanpa melihat apa yang akan terjadi nanti atau apa yang akan kita rasakan nanti" Eunbi kembali memeluk Hyun.   Hyun pun memeluk erat Eunbi, dan pada saat itu tiba-tiba mereka melihat sekelompok kunang-kunang berada di sekeliling mereka.   "Mengapa tiba-tiba ada banyak kunang-kunang disini ?" tanya Eunbi.   "Mungkin ini pertanda Tuhan mengizinkan kita untuk saling mengasihi" jawab Hyun tersenyum melihat indahnya cahaya yang dipancarkan oleh sekelompok makhluk terbang bersinar itu.   "Karena Tuhan pun tidak akan membiarkan kita bertemu tanpa alasan bukan ? Pasti ada rencana di baliknya, maka dari itu kita jangan takut untuk menjalaninya. Walau kita tahu mungkin akan ada saatnya rasa itu menyakiti, namun betapa pengecutnya kita, bila kita takut dengan hal yang bahkan belum kita jalani" ucap Eunbi juga tersenyum senang melihat cahaya-cahaya itu.   "Baiklah, kita ikuti saja ke mana arah cerita Tuhan, dan bolehkah aku mengambil lagi ciuman darimu ?" ucap Hyun dengan polosnya.   "Yak !! Hantu m***m !! Walau tadi aku berkata seperti itu, bukan berarti kau bisa seenaknya ingin menciumku !!" teriak Eunbi.   "Memangnya tak boleh ? Aku juga ingin mencoba ciuman itu" ucap Hyun.   "Ciuman itu ? Maksudmu ?" tanya Eunbi penasaran.   "I-Itu .. aku sering melihat para manusia yang sedang berpacaran berciuman dengan ... entahlah bagaimana aku menjelaskannya, mungkin harus aku praktekan agar kau mengerti" lagi-lagi Hyun berbicara dengan santai.   Bukk!!   Eunbi memukul ke arah kepala Hyun.   "Jadi pekerjaanmu selama ini hanya mengintip manusia yang sedang berpacaran hah ?? Pantas saja kau m***m, aishh!!" ucap Eunbi menggelengkan kepalanya.   "Sudahlah kita pulang saja" sambung Eunbi sambil berjalan dengan diikuti Hyun.   "Yakk Eunbi !! Aku ingin mencobanya"   "TIDAK !!!" "Sekali sajaaaa"   "TIDAK!!!"   "Ayolahhh"   "DASAR HANTU m***m !! Jangan tidur di kamarku bila kau tak diam"   "Aishh kau ini, manusia payah !!"   "Apa kau bilang!!!"   "Tidak tidak, aku tak bicara apa-apa"   "Awas kau ya!"   Itu lah mereka, berdebat sampai kembali ke rumah, bahkan hampir setiap hari mereka selalu bertengkar walau karena hal sepele. Namun tak berlangsung lama, mereka selalu kembali seperti semula, mereka selalu menjalani hari-harinya bersama. Hyun mengisi hari Eunbi dengan warna yang berbeda, Eunbi pun memberi Hyun segala sesuatu yang tak pernah Hyun dapatkan sebelum Hyun bertemu dengan Eunbi. Mereka menjalani hari sampai lupa bahwa mereka itu berbeda dimensi, namun mereka tak pernah mengingat itu dan tak mempedulikan itu karena kebahagiaan menutupi itu semua, sampai suatu hari ...   "Tidak mungkin .. Tidak mungkin !! Kenapa ini ??!! Ada apa denganku !!"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN