Beberapa hari telah berlalu, Eunbi pun kembali menjalani hari-harinya seperti biasa dengan normal. Bukan dia lupa akan kejadian yang sudah lalu, namun dia sengaja ingin menganggap semua yang telah dia lewati itu tidak pernah terjadi kepada hidupnya.
"Aish hanya ada mie, hhmm tak apa lah, lagipula aku sudah beberapa hari tidak memakan mie" ucap Eunbi saat membuka lemari persedian makanannya di dapur.
Dia pun memasak satu bungkus mie, namun saat satu mangkok mie sudah berada di tangannya dan akan segera dia lahap, dia malah hanya menatap mie yang berada di depannya. Bukan tanpa alasan, dia tiba-tiba seperti itu karena teringat akan Hyun, teringat saat pertama kali dia mendengar suara Hyun lalu tidak sengaja dia memecahkan mangkok mienya karena terkejut. Dia teringat saat Hyun membuatkannya mie saat dia kelaparan, dan tiba-tiba saja dia juga teringat suara Hyun saat berkata “makan lah, hanya itu yang bisa aku buatkan”.
Eunbi pun hanya mengaduk-aduk mie dengan sumpit, lalu tak lama dia memakannya, mengunyahnya namun tetap bergelut dengan lamunannya, sampai belum habis dia makan, dia sudah beranjak tanpa menghabiskan mienya.
Eunbi kembali ke kamar, dia duduk di ujung tempat tidurnya, dia menoleh ke samping lalu di sentuh seprai tempat tidurnya. Kembali dia teringat Hyun, karena setiap ke manapun Eunbi pergi, pasti Hyun selalu di sampingnya. Dia berdiri mengelilingi kamarnya sendiri, tetap dia teringat akan Hyun, seolah saat dia ingin melupakan semua yang pernah terjadi malah semuanya seakan terjadi lagi di hadapannya. Bayang-bayang saat Eunbi berlari-lari mencari keberadaan Hyun yang sedang menjahili dia pun terlihat di depan matanya saat ini.
"Aishh kenapa aku ini" Eunbi menggelengkan kepalanya dan mengacak rambutnya sendiri.
Akhirnya Eunbi kembali ke tempat tidurnya lalu berbaring dan menutup matanya, namun sampai pagi tiba ...
"Hyun .. ummm mengapa kau belum membuka tirai jendelanya, sudah jam berapa ini ?" ucap Eunbi yang kesadarannya belum terkumpul penuh.
Dan saat dia menyadari apa yang baru saja dia katakan, dia membuka matanya lebar-lebar, menyadari bahwa nama yang dia sebut sudah tak ada lagi di sampingnya.
"Ahh benar-benar !! Aku bisa benar-benar gila kalau seperti ini !!" ucap Eunbi lalu turun dari tempat tidurnya menuju kamar mandi.
Sama halnya dengan Eunbi, Hyun pun menjalani harinya seperti biasa, dengan tetap tanpa arah tujuan. Kadang memang ada niatan untuk pergi melihat Eunbi, karena hal itu tidak akan menjadi masalah untuknya mengingat Eunbi tidak bisa melihatnya, namun niatnya itu selalu dia urungkan, karena dia selalu berpikir, bila sebentar saja dia melihat Eunbi, dia pasti akan selalu ingin melihatnya terus menerus, dan tidak menutup kemungkinan dia akan kembali mengikuti Eunbi.
"Sepertinya aku mengenal kedua orang itu" ucap Hyun saat melihat dua orang sedang berbincang sambil berjalan.
"Ah benar mereka, Han dan Areum, sedang apa mereka ya ? Ah apa aku ikuti saja ? Hmm baiklah aku penasaran hehe" ucap Hyun lalu mengikuti Han dan Areum dari belakang.
"Apa kau yakin tidak mau ikut ?"
"Tidak .. aku ada keperluan, kau saja ya .. nanti di ujung jalan sana kita sudah berbeda arah, kunjungi dia"
"Lalu ? Aku sendirian ? Apa kau tak khawatir membiarkanku berduaan dengannya di rumahnya ?"
"Aku percaya kepadamu, lagipula apa yang akan kalian lakukan ? Cepat kunjungi dia karena sudah lama dia tidak ada kabar"
"Baiklah .. aku juga khawatir padanya, kenapa dia tidak memberi kabar sama sekali"
"Ekhem .. sebegitu khawatirnya ?"
"Hehe .. ya sama sepertimu kan ? Kau pun khawatir padanya"
"Hmm ya sudah, sudah waktunya kita berpisah, sepulang dari sana kau langsung kabari aku"
"Baiklah tuan putri, kau hati-hati ya"
Hyun yang dari tadi mendengar percakapan Han dan Areum pun dibuat bingung akan berjalan lagi ke arah mana karena Han dan Areum berpisah arah, namun akhirnya dia memutuskan untuk mengikuti Han.
"Apakah orang yang mereka bicarakan tadi itu maksudnya Eunbi ? Lalu ? Orang ini yang akan pergi ke rumah Eunbi ? Aishh berani-beraninya" ucap Hyun sambil mengikuti Han.
Dan ternyata benar, tujuan Han adalah rumah Eunbi, dan saat Han akan masuk ke dalam rumah Eunbi, Hyun awalnya hanya akan menunggu di luar saja, namun ...
"Bila terjadi sesuatu terhadap mereka bagaimana ya ? Aku harus mengawasinya" Hyun pun memutuskan untuk ikut masuk.
Han membunyikan bel rumah Eunbi, tak butuh waktu lama Eunbi membuka pintu rumahnya.
"Han? Ada apa kau datang kemari ? Bersama siapa ?" tanya Eunbi.
"Sendiri, aku mengkhawatirkanmu, kenapa kau tidak ada kabar ?" ucap Han lalu tiba-tiba memeluk Eunbi.
"Ahh tidak apa-apa, aku memang belum keluar rumah beberapa hari ini. Areum mana ?" ucap Eunbi yang membalas pelukan Han.
"Dia tidak ikut, memangnya kalau aku sendirian, aku tak boleh mengunjungimu ?" tanya Han yang belum juga melepaskan pelukannya.
"Tentu saja boleh, baiklah masuk saja, akan aku buatkan kau minuman" ucap Eunbi melepaskan pelukan mereka lalu mereka berdua masuk ke dalam rumah.
Di mana Hyun ? Tentu saja Hyun terlebih dahulu masuk dengan memasang wajah kesal karena melihat Han dan Eunbi berpelukan, mungkin rasanya dia ingin memukul hidung tajam Han itu.
"Mengapa kau tak keluar rumah ? Apa kau tak bosan ?" tanya Han mengikuti Eunbi yang sedang membuatkannya minuman.
"Hmm tidak, aku memang sedang ingin di rumah saja" jawab Eunbi yang sudah membawa minuman untuk Han dan langsung memberikannya.
"Keluarlah, jangan terlalu lama mengurung diri di rumah, itu tidak baik" ucap Han duduk di samping Eunbi yang sudah duduk terlebih dahulu.
"Kau cerewet sekali ya" ucap Eunbi.
"Eunbi .." ucap Han sambil menaruh gelasnya ke meja.
"Hmm ??" gumam Eunbi.
Han tiba-tiba mendekati wajah Eunbi ...
"Apa yang akan dia lakukan ? Dia akan mencium Eunbi ? Yak !!" batin Hyun.
Dia hanya bisa berbicara di dalam hati karena bila tidak begitu Eunbi akan mendengar suaranya.
Dan saat wajah Han semakin dekat ...
Prak !!
Gelas pecah secara tiba-tiba, ya .. itu adalah ulah Hyun.
Han dan Eunbi pun menoleh ke arah pecahan gelas.
"Kenapa tiba-tiba pecah ?" ucap Eunbi.
"Ah mungkin tadi aku menyimpannya terlalu pinggir, maaf ya" ucap Han hendak membereskan pecahan.
"Ah sudah tak apa biarkan saja, tak usah di bereskan. Ummm Han .. tadi kau mau apa sebenarnya ?" tanya Eunbi.
"Itu .. ada bulu mata di pipimu, aku tadi akan mengambilnya" jawab Han lalu mengambil satu bulu mata Eunbi yang jatuh di pipi.
"Hah ? Mengambil bulu mata ?? Hufff kukira dia akan menciumnya" batin Hyun.
"Eunbi, aku tak akan lama di sini, aku ada keperluan, mungkin nanti aku akan datang lagi bila ada waktu" ucap Han.
"Tak usah kau datang lagi !!" batin Hyun menggerutu.
"Pastikan kau baik-baik saja ya" ucap Han di depan pintu saat akan berpamitan pulang.
"Iya, terima kasih sudah menjengukku. Kauu hati-hati di jalan, sampaikan salam kepada Areum" ucap Eunbi lalu Han pun meninggalkan Eunbi.
Tapi tidak dengan Hyun, dia masih berada di dalam rumah Eunbi.
Saat Eunbi masuk ke dalam rumah dan membereskan pecahan gelas tadi, Eunbi diam sejenak, berpikir kenapa gelas itu pecah secara tiba-tiba. Tak lama Eunbi kembali membereskannya, dan ...
"Awww" tangan Eunbi tergores pecahan gelas.
"Eunbi !!" Hyun mengeluarkan suaranya secara tak sengaja lalu menutup mulutnya.
Eunbi terkejut dan menoleh kanan dan kirinya, namun Eunbi menganggap itu hanya halusinasinya saja. Eunbi mengambil kotak P3K untuk mengobati lukanya, dan saat dia mengambil plester, lagi-lagi dia teringat Hyun, karena dulu Hyun sempat memberikannya plester saat kaki Eunbi terluka, Eunbi hanya menghelakan nafasnya kasar.
"Mengapa badanku terasa demam ya" gumam Eunbi.
Eunbi menyentuh kening dan lehernya sendiri yang memang terasa panas, dia pun memutuskan tidur di atas sofa.
"Mungkin dengan tidur suhu badanku akan turun" ucap Eunbi lalu dia pun tertidur.
Hyun yang sedari tadi memperhatikan Eunbi, belum berani mendekati Eunbi, namun saat Eunbi terlihat sudah terlelap, Hyun menghampiri Eunbi. Hyun menyentuh kening Eunbi walau dengan sangat ragu-ragu, tapi tetap dia lakukan karena dia ingin memastikan keadaan Eunbi.
"Suhu badanmu panas sekali, aku harus bagaimana" batin Hyun.
"Aku ingin mengambil kompresan untukmu, namun bila aku melakukan itu, kau pasti tahu aku ada di sini, dan kau pasti marah bukan ? Dan kau akan mengusirku kembali" batin Hyun.
"Baiklah .. satu kali ini saja, bila nanti kau mengetahui keberadaanku, aku tak akan bicara" gumam Hyun lalu mengambilkan sebuah kompresan untuk Eunbi.
Lalu Hyun pun menaruh kompresan pada kening Eunbi.
Beberapa menit kemudian Eunbi melenguh dan menyentuh sesuatu yang berada di atas keningnya, Eunbi perlahan duduk dan memandangi kompresan itu.
"Hyun ??" tiba-tiba Eunbi menyebut nama Hyun.
"Hyun, apa kau di sini ??"
Eunbi mencoba memastikan keberadaan Hyun.
"Yak ! Hyun Su !! Jawab aku ! Apa kau di sini ?? Jawab !!"
Berkali-kali Eunbi bertanya namun tetap tak ada jawaban dari Hyun.