“Tapi, Kak.” Jane akhirnya angkat bicara setelah terdiam cukup lama menelan kalimat Pablo yang barusan. “Ak ... aku nggak mau kakak terus-terus berkubang di dalam lingkaran setan itu. Biarlah mereka ikut hilang bersama kepergian papa dan mama. Kita jalani hidup berdua saja ya, Kak.” Kalimat yang terdengar indah. Kalimat yang terdengar syarat dengan arti. Betapa indahnya membayangkan hidup yang Jane tawarkan. Hidup berdua dengan damai. Hidup sederhana dan dikelilingi rasa nyaman. Namun Pablo tetaplah Pablo. Pria itu justru terkekeh mendengar kalimat yang barusan diucapkan adiknya itu. “Aku tahu hidup seperti apa yang kau inginkan, Jane. Aku tahu kau lelah bersembunyi dan memikul beban nama belakang keluarga selama ini,” jawab Pablo. Tangannya meraih bungkus rokok. Mengapit satu batang ba

