Telepon Masuk.

1756 Kata

Sementara itu di tempat lain, Markus sudah kembali normal. Luka-luka di tubuhnya, meski masih tersisa tidak lagi membatasi gerak tubuhnya. Ia sudah bisa kembali memimpin satu kompi prajurit untuk segera membereskan tempat kejadian perkara. “Kau tidak istirahat?” Elle tiba-tiba muncul dari dalam restoran yang sudah dilingkari garis polisi kuning. “Sepertinya sekarang kau satu-satunya orang yang butuh perhatian lebih deh, Komandan. Lihat sudah tidak ada orang yang terluka di sini.” Matahari yang tadinya persis di atas kepala sekarang sudah berarak di langit barat. Sinarnya tidak lagi seterang saat kejadian tadi siang terjadi. Panas yang dibawanya tidak lagi terik. Mengisyaratkan waktu yang semakin sore. Markus tersenyum miring, menyunggingkan bibirnya. “Bagaimana aku bisa istirahat semen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN