“Ada apa, El?” tanya Markus begitu membuka pintu. Wajahnya berputar ke arah ke mana pandangan Elle mendarat. Ke arah gerbang depan. Ke tempat yang masih terlihat dari dalam parkiran itu mata Elle menyorot. Sementara yang ditatap masih kebingungan. Matanya nanar, mimik mukanya seperti melihat sesuatu tapi ia tak melihat apa pun. Tapi hatinya sekarang sedang berkata lain. Seperti perasaan ada yang tengah membuntuti mereka berdua. Tapi siapa? Siapa orangnya? Ia tak melihat siapa pun. “Entah lah ... Kus, aku hanya merasa ada yang sedang mengikuti kita berdua kemari,” jawab Elle ragu. Bagaimana tidak ragu, bahkan di parkiran kampus seluas ini saja hanya ada mereka berdua dan beberapa kendaraan anak-anak yang punya jadwal kuliah sore. Markus mengernyit, mengerutkan dahinya. M

