[4] The Creed

1099 Kata
The Creed 07.45 AM Seorang pria terlihat memejamkan matanya di atas sebuah tempat tidur, lengkap dengan sebuah alat berwarna putih, dengan diameter satu meter, memindai tubuhnya. Alat itu terus memindai tubuhnya, berulang kali, dan akan terhenti jika pria itu tersadar. Di sampingnya, terdapat sebuah inrichter berukuran besar yang menampilkan tentang kondisi badannya. Suhunya normal, begitupula dengan denyut jantung dan imun tubuhnya. Tapi, pria itu tidak kunjung membuka matanya. Ruangan itu dipenuhi dengan cat berwarna putih, benda berwarna putih dan ornamen kecil berwarna putih. Di dinding sebelah kanan pria itu, menampilkan sebuah kaca berukuran besar, itu adalah cermin tembus pandang yang berfungsi sebagai tempat pengamatan pria itu untuk orang di luarnya. Pria itu mengenakan pakaian serba putih, yang hanya menutupi bagian bawah, sedangkan bagian atasnya dapat terakses dengan jelas oleh siapapun. Jari tangannya terlihat mulai melakukan pergerakkan, matanya mengerjap berulang kali karena sinar lampu yang cukup terang pada bagian atas ruangan itu. Tangan kanannya memegangi kepalanya yang terasa pening. "Akh!" pekiknya. Alat berdiameter satu meter, yang sedang memindai tubuhnya segera melepaskan pemindaiannya. Alat itu langsung berhenti, dan memojokkan dirinya. Menandakan bahwa tugasnya sudah selesai sampai pasiennya tersadar dari tidur panjangnya. Pria itu terduduk dari tidurnya dan mencoba mengenali sekitarnya. Ruangan itu nampak asing baginya. Cklek! Terlihat seorang wanita memasuki ruangan itu. Rambutnya dipotong sangat pendek menyerupai laki-laki, tapi ia masih menggunakan sepatu high heels sebagai alas kakinya. Gaya berjalannya terlihat anggun, dan rahang wajahnya terlihat tegas. "Siapa kau?" tanya pria itu. "Halo Alfarl, selamat datang di The Creed," sapa wanita itu dan memperlihatkan senyumnya yang terlihat kaku. Alfarl menautkan kedua alisnya, ia tidak mengenali nama tempat ini dan mungkin ini adalah pertama kalinya ia berada di tempat itu. "Namaku, Irebae. Aku adalah pemimpin di The Creed," lanjut Irebae. Irebae mengeluarkan sebuah alat seperti chip, bernama skerm, lalu alat itu mulai menampilkan berbagai informasi tentang tempat yang baru saja Irebae sebutkan. Alat itu bekerja sebagai proyektor, sehingga hasil dari layarnya dapat dilihat oleh banyak orang. Termasuk Alfarl dan Irebae yang saat ini melihat sebuah layar berukuran besar dengan informasi The Creed di dalamnya. "The Creed adalah sebuah organisasi rahasia yang berdiri sendiri. Tempat ini tidak diketahui oleh siapapun dan keberadaannya seringkali diragukan. Kami terbentuk oleh sebuah aliansi yang tidak puas akan peraturan pada The Path. Aku sendiri adalah generasi ketiga yang menjabat sebagai pemimpin," jelas Irebae. Skerm terlihat menampilkan informasi mengenai apa yang baru saja diucapkan oleh Irebae. Di sana, terdapat pohon generasi yang memperlihatkan Irebae di turunan ke tiga sebagai pemimpin The Creed. Di atas Irebae tertulis nama Renechu dan orang di atasnya lagi adalah Ojax. Sudah dapat ditebak bahwa Ojax adalah orang pertama yang menjabat sebagai pemimpin. "Siapa itu Ojax?" tanya Alfarl. "Dia adalah orang yang menemukan The Creed, membangun aliansi ini dengan kantor pusatnya di bawah perkotaan Skyrothgar dan tidak dalam pengawasan Horus. Ojax menikah dengan Chebix dan memiliki anak bernama Renechu, anak itu langsung dianugerahkan sebuah jabatan pemimpin saat usianya menginjak empat belas tahun. Lalu, Renechu menikah dengan pria asal Golden Entertainment bernama Baron dan memiliki anak bernama Irebae dan Faxel." Alfarl mendengar setiap detail informasi yang diberikan oleh wanita bernama Irebae itu. "Ah baiklah aku mengerti." Alfarl menganggukan kepalanya. "Apakah ada pertanyaan lain yang membuatmu masih bingung?" tanya Irebae. Alfarl menaruh jari telunjuknya pada dagunya dan tatapannya melihat langit-langit kamar itu. Ia tampak berpikir sejenak untuk menanyakan pertanyaan pada Irebae. "Bagaimana aku bisa berada di sini? Seharusnya aku sudah mati karena jatuh dari lantai sepuluh dan berakhir di atas sebuah mobil," tanya Alfarl. Irebae mengeluarkan inrichternya, skerm yang tadi ia pegang dimasukkan ke dalam alat itu dan ia mencari video singkat yang menjelaskan bagaimana Alfarl bisa berada di The Creed. "Ini adalah salah satu ingatan dari Menhir, orang yang membawamu kemari," ujar Irebae. Dalam video itu, Alfarl terlihat jatuh dari atas gedung dan berakhir pada sebuah mobil yang ikut hancur karena Alfarl menimpa mobil itu dengan hantaman yang cukup keras. Tidak berapa lama kemudian, seorang petugas MIF membawanya pada sebuah ruangan dan meletekannya pada sebuah ruangan gelap yang hanya ada penerangan kecil tepat di atas sebuah tempat tidur yang berada di tengah ruangan itu. Pria itu terlihat mengambil jarum suntik untuk menyuntikkan sesuatu pada dirinya. Menhir menghampiri pria yang akan menyuntikkan serum M14 pada Alfarl dan memukulnya tepat pada bagian rahang bawah. Dalam sepersekian detik, tubuhnya langsung terkapar di lantai dan jarum suntik yang ia pegang, terhempas dari tangannya. Tangan Menhir menyentuh bagian lehernya, "Kau harus hidup," ujarnya. Menhir mengangkat tubuh Alfarl dan membawanya. "Itu tadi penjelasan kecil tentang bagaimana kau berada di sini," jelas Irebae. Alfarl termasuk salah satu buronan yang paling di cari karena mencuri Piper pada hari perilisannya. Namun, pada saat dirinya terjatuh dari lantai sepuluh, ia langsung dinyatakan tewas. Saat petugas menemukan dirinya masih dalam kondisi sekarat, ia berusaha menyuntikkan serum M14 pada Alfarl. Cara kerja serum M14 cukup mudah. Saat serum M14 disuntikkan pada tubuh, serum itu akan masuk melalui pembuluh darah vena, yang akan langsung mengalirkannya ke jantung. Saat tiba di jantung, serum itu akan berusaha menghancurkan kinerjanya dan melesak ke dalam pembuluh darah yang mengalir menuju otak. Saraf-saraf otak akan dirusak dan dimatikan, sehingga orang yang mendapat serum M14 tidak dapat berpikir, berperilaku dengan benar dan dalam hitungan milidetik akan tewas mengenaskan dengan darah yang keluar melalui mulut, lubang hidung dan telinganya. "Kenapa aku diharuskan hidup?" "Menhir bertugas sebagai penolong terhadap orang-orang yang akan disuntikkan serum M14. Ia menciptakan alat, bernama toka yang akan mendeteksi apakah orang itu masih layak hidup atau tidak. Orang yang layak hidup akan dibawa kemari. Setiap orang yang hidup dibawah pengawasan The Creed, wajib mematuhi seluruh tata tertibnya termasuk kerahasiaan agar The Creed tidak diketahui oleh publik," jawab Irebae. Toka diciptakan untuk mendeteksi level kebencian pada seseorang. Ia akan menentukan layak hidup jika orang itu tidak atau bahkan memiliki sedikit kebencian terhadap orang-orang di sekitarnya. Anggap saja The Creed adalah sebuah tempat pembuangan bagi orang-orang yang akan disuntik dengan serum M14. Orang-orang yang sudah berhasil hidup dan tenang, dipersilahkan menjalani hari-harinya kembali seperti semula, tentunya tanpa aturan Path. Di The Creed, orang-orang dibebaskan tanpa aturan. Mereka hanya memiliki tugas untuk menjaga kerahasiaan tempat ini dan untuk tidak pergi ke tempat-tempat yang diharuskan melalui rivane. Jika identitas mereka terlacak oleh rivane, maka petugas Horus akan datang dan segera menembak mati orang itu hingga tewas. "Bagaimana dengan nasib Demian dan One?" tanya Alfarl. Alfarl teringat, jika dirinya ditendang oleh Demian dan dirinya sekarat bahkan di ambang kematian. "Kau akan mengetahuinya setelah memakai baju dan berkeliling untuk menyapa orang-orang di The Creed," ujar Irebae. Irebae membalikan badannya dan meninggalkan Alfarl yang masih terdiam di atas tempat tidur. Alfarl mengedarkan pandangannya dan mencari baju yang akan ia kenakan. Alfarl meliat sebuah kotak di sudut ruangan dan melihat isinya. Di sana terdapat sebuah baju atasan berwarna putih, tanpa corak, motif dan gambar apapun. Tanpa berpikir panjang, ia langsung mengenakan baju itu dan keluar dari ruangan untuk pergi berkeliling melihat The Creed.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN