[6] The (Old) Creed

1019 Kata
Delwish melangkahkan kakinya memasuki salah satu tempat pustaka yang ada di rumahnya. Tangannya meraih sebuah buku bacaan tentang The Creed. Sebenarnya cukup banyak penjelasan The Creed yang telah dijabarkan dan juga telah ia ketahui, namun membaca tentang Valhalla tak akan ada habisnya. Terlebih dengan berbagai misteri yang tersembunyi di dalamnya. Sambil memegang buku tentang The Creed yang ada di tangannya, Delwish mengambil minuman yang sebelumnya telah ia siapkan. "Oke duduk disini saja," gumam Delwish dan mengambil kursi kosong di sana. Delwish mulai membuka buku itu dan mmebacanya satu persatu. The Creed adalah sebuah aliansi tersembunyi yang berdiri tanpa adanya pengawasan dari Horus serta petugasnya. Tidak ada peraturan yang menentukan nasib dalam The Creed. The Creed dibentuk sekitar dua puluh tahun yang lalu oleh Ojax. Dua puluh tahun yang lalu, terjadi p*********n besar-besaran pada Path Slade h****n dan Maple, karena jumlah anggota yang melebihi batas seharusnya. Orang-orang yang dianggap tidak penting akan disuntik mati menggunakan serum M14. Hingga saat ini, serum itu belum ditemukan penawarnya. Sehingga, orang-orang yang terkena suntikan itu akan tewas dalam beberapa hari dengan kondisi yang mengenaskan. Ojax adalah salah satu anggota Path Slade h****n yang masuk ke dalam daftar p*********n tersebut. Seakan tidak terima, Ojax mencari cara untuk mencari tempat berlindung. Berbagai upaya telah dilakukan, namun hasilnya nihil. Ojax bersembunyi pada sebuah garasi tua yang terletak tidak jauh dari kota Skyrothgar. Hari bertambah sore, hujan rintik mulai turun membasahi dirinya. Ojax mencoba mencari tempat berlindung. Tidak jauh dari sana, Ojax melihat sebuah tangga yang mengarah pada ruang bawah tanah. Tanpa berpikir panjang, ia masuk ke dalamnya. Putih dan gelap, hanya itu yang tergambarkan di benak Ojax. Tidak ada pencahayaan memadai karena tempat ini terlihat terbengkalai dan hanya ada remang-remang lampu yang menghiasi lorong-lorong itu. Ojax masuk pada salah satu ruangan yang sama gelapnya dengan lorong tadi. Ia duduk pada salah satu kursi. Ting ! Tiba-tiba lampu menyala pada ruangan itu dan menampilkan sebuah robot wanita yang berdiri menghadap sudut dinding. "Siapa kau?" Ojax berdiri dari kursinya dan menghampiri robot itu. Robot itu terlihat kotor dan berdebu. Sepertinya robot itu ditinggalkan oleh pemiliknya saat akan pergi dari tempat itu. "Jangan sentuh aku!" pekik robot itu. Suara robot itu terdengar lantang dan tampak sangat baik bagi sebuah robot. "Hei, jangan takut. Aku orang baik dan aku tidak akan menyakitimu. Jika kau punya pemindai, silahkan pindai aku. Aku tidak akan menyakitimu," ujar Ojax. Robot itu membalikan badannya, manik matanya menatap Ojax dengan detail. Pakaian yang dikenakannya terlihat lusuh, dan bagian kulit telapak tangannya tampak terbuka dan memperlihatkan bagian besi dari tubuhnya. "Siapa namamu?" tanya Ojax. Robot itu terdiam dan tidak berniat menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Ojax. "Kau tidak mempunyai nama?" Robot itu menganggukan kepala. "Baiklah, aku akan memberimu nama Chanbanch. Bagaimana? Apa kau suka?" ujar Ojax. Chanbanch menganggukan kepalanya semangat. Air matanya mengalir disaat bibirnya tersenyum. Sepertinya, ia merasa bahagia. "Terima kasih," ujar Chanbanch dan memeluk Ojax erat. Chanbanch adalah robot yang diciptakan oleh penemunya, Zocey, pada enam puluh tahun yang lalu. Zocey terpaksa meninggalkan Chanbanch di sana karena usianya sudah tua dan Zocey juga harus hidup sebagai manusia normal pada umumnya. Ia tidak ingin warga Valhalla tau mengenai keberadaan Chanbanch. Chanbanch di desain sedemikian rupa agar mirip dengan manusia umumnya, emosinya yang tidak stabil membuatnya terlihat seperti manusia normal. Jika Horus tau bahwa Chanbanch adalah sebuah robot, sudah dipastikan, badannya akan dibedah untuk keperluan penelitian. Karena keputusan yang berat itu, Zocey meninggalkan Chanbanch sendirian di ruang bawah tanah. Semenjak Ojax menemukan Chanbanch yang ada di ruangan itu, Ojax memutuskan untuk tinggal di sana. Ruangan itu hanya terdiri dari dua kamar kecil, tanpa barang-barang apapun di dalamnya. Ojax bertemu dengan istrinya, Chebix saat ia berjalan-jalan mengelilingi Skyrothgar. Mereka jatuh cinta dalam tiga detik dan menikah pada hari ketiga berkenalan. Chebix berasal dari path Slade h****n dan merupakan salah satu orang terkaya di Skyrothgar. Chebix yang telah dibutakan oleh cinta, akhirnya memutuskan untuk membangun The Creed bersama dengan suaminya, dan memberikan hak atas kepemimpinan pada Ojax. Chebix membuat laporan terkait bunuh diri agar namanya terhapus dari data The Path, dan uang-uang yang sudah terkumpul, ia gunakan untuk memperbaiki Chanbanch serta memperluas The Creed. The Creed adalah sebuah tempat tersembunyi, dimana orang-orang yang tinggal disana sepenuhnya mendapatkan kekuasaan atas s*****a teknologi yang tersedia di dalamnya. Tidak ada aturan penentuan nasib yang berlak di sini. Orang-orang yang mengisi The Creed adalah orang-orang yang hampir tewas karena serum M14. Bisa dibilang, tempat ini seperti kesempatan ke dua dalam menjalani hidup di Valhalla. Hingga detik ini, The Creed sudah menjadi rumah bagi 120 manusia yang hampir tewas karena serum M14. Kebanyakan dari mereka menemukan cintanya di sini, dan berakhir menikah lalu mempunyai keturunan. Tidak ada Path manapun yang mengetahui tempat ini, bahkan Horus, tidak tau bahwa The Creed sebenarnya ada. Kepemimpinan The Creed pada generasi ke dua, di pimpin oleh Renechu, anak dari Chebix dan Ojax. Selang beberapa tahun ia melaksanakan kepemimpinannya, Renechu menikah dengan salah seorang anggota The Creed yang ia tolong dari Path Maple. Renechu menikah dengan Baron, seorang penyanyi dari Golden Entertainment, dan memiliki dua putri cantik, yaitu Irebae dan Faxel. Irebae dan Faxel hanya terpaut usia lima tahun. Tidak lama setelahnya, Renechu memutuskan untuk meninggalkan The Creed dan tinggal di Brood bersama dengan suaminya. Renechu dan Baron hidup dengan manipulasi sidik jari, data mereka sudah masuk ke data Valhalla dan akan terbaca di seluruh rivane. Teknologi yang ada di The Creed bisa membuat hal seperti itu kapan saja, namun tak jarang alat itu berbuat kesalahan, sehingga anggota The Creed diketahui oleh Horus dan langsung di adili oleh Horus. Tok ! Tok ! Tok ! Suara ketukan pintu menyadarkan Delwish dari lamunannya. Sedari tadi ia sudah tenggelam dalam bacaannya dan bahkan flashback dengan beberapa cerita yang berada di dalam buku. Pintu pun terbuka, menampilkan sosok Oner yang muncul di baliknya. "Del, sudah makan siang?" tanya Oner. Delwish menggelengkan kepalanya, "Belum," jawab Delwish. "Kalau begitu kita makan dulu. Nanti kita lanjutkan baca bukunya. Aku juga mau memberikan beberapa buku yang sepertinya menarik untuk kau baca," ujar Oner. Delwish hanya menganggukan kepalanya. Setelah meletakkan buku yang ia baca ke tempat semula, ia pun keluar dari ruang pustaka dan pergi menuju ruang makan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN