Perhatian Yang Menyakitkan

1706 Kata

Aku duduk merenung di dalam mushalla sendiri, mengingat kembali cerita yang diceritakan oleh Yandi. Meski belum seluruhnya tahu tentang sejarah rumah itu, dan juga kenapa arwah Tania bergentayangan jika foto pernikahannya dipindahkan. Hal itu yang menjadi beban pikiran bagiku. Pertama kali datang ke desa ini, aku sudah tahu bahwa ada yang tidak beres dengan posko itu. Tapi, aku hanya diam karena takut untuk bertanya. Sekarang, masalahnya sudah semakin rumit. Fatin harus mengalami hal-hal yang mengerikan sehingga dia terluka dan dibawa ke rumah sakit. Setelah itu, apalagi yang akan dialami oleh teman-temanku? “Kakak di sini? Aku tadi mencari Kakak di posko.” Aku menoleh sebentar saat mendengar suara Yandi menggema di sana. Pria itu duduk di depan, teman para lelaki melaksanakan ibadah. S

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN