Setelah selesai berbuka puasa, kami bersiap-siap menuju mesjid. Hari ini jadwal kami untuk berkunjung ke mesjid satu-satunya yang ada di desa itu. Fatin tidak ikut karena kondisinya yang masih sakit, makanya Mira juga memilih untuk tetap berada di posko agar Fatin ada temannya. Namun, aku semakin kecewa karena sikap Fahmi yang menawarkan diri untuk menjaga mereka berdua. Fahmi takut jika Mira dan Fatin ditinggalkan berdua saja tanpa ada laki-laki yang menemani, bisa berakibat lain nantinya. “Jaga mereka, Mi. Kami nggak mau Mira dan Fatin sampai kenapa-napa lagi,” ucap Uky. Fahmi mengangguk senang. “Kamu tenang aja, aku akan menjaga mereka berdua,” jawabnya. “Sebaiknya kita pergi sekarang, takut nanti telat karen mesjidnya jauh ‘kan dari sini,” ucapku yang merasa tidak senang. Fahmi me

