Yandi datang ke posko setelah aku memintanya untuk datang. Ada yang ingin aku tanyakan padanya, mengenai wanita asing itu. Aku tau Yandi pasti bisa menjawab kebingunganku itu. “Kakak udah baikan?” tanyanya langsung saat menghampiriku yang duduk di teras posko. “Alhamdulillah Kakak baik-baik saja. Tapi, badan sedikit sakit karena benturan itu, Yan,” jawabku lemah, badan semakin meriang terasa. “Aku tau Kakak akan mengalami hal itu. Makanya aku langsung ke sini sebelum Kakak mengirim pesan.” “Yandi, tolong jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi di sini? Kenapa Tania seolah-olah tidak suka dengan kehadiran kami?” tanyaku pada Yandi untuk mengetahui lebih jauh mengenai sejarah rumah yang menjadi posko kami saat ini. “Sebenarnya aku nggak ingin menceritakan hal ini pada siapa pun, ter

