Dean baru selesai pulang dari bekerja dan sekarang ia tengah berada di mobilnya. Malam itu Dean merasa sangat suntuk. Pikirannya saat ini sangat kacau. Saat lampu merah beberapa kali Dean membuka ponsel dan melihat nomor Nami yang tersimpan di kontak ponselnya. Semenjak Tia menceritakan dia bertemu dengan Nami dua minggu yang lalu, rasa rindu Dean semakin menggunung. Ia ingin mendengar suara Nami meskipun hanya sedikit dan tanpa sadar Dean sudah berada di jalanan menuju apartemen Nami. Dean berhenti tepat di depan apartemen Nami yang terlihat gelap. Ia kembali memandangi ponselnya. Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam lewat. Nami mungkin sudah tidur pikirnya. “Thanks Lucas. Hati-hatilah di jalan.” Nami menutup pintu mobil orang yang mengantarnya. Ia tersenyum lalu melambaikan tangan

