"LEPAS!! LEPASKAN!!" Teriakan Alarick makin menggema. Pemberontakannya pun makin menjadi. Ia tidak mempedulikan berbagai pasang mata yang menatapnya dengan kaget, heran, takut dan prihatin dengannya. Ia tidak menyerah untuk mencoba memberontak para pengawal itu. Memukuli siapapun yang berani memegangnya dan mencegahnya untuk mendekati Valerie. Hingga Alarick sudah kelelahan sendiri karena kewalahan mengalahkan beberapa pengawal yang memeganginya. Akhirnya, Alarick dapat lolos saat ia menubrukan kepalanya dengan salah satu pengawal. Pengawal itu mengaduh dan memundurkan langkahnya sehingga menabrak salah satu temannya kemudian temannya yang lain. Alarick segera berlari sekuat mungkin keluar dari gedung perusahaannya. Matanya masih dapat melihat mobil kakeknya yang terpakir di depan gedung

