“Terima kasih, Hoon. Sungguh.” “Kalau, kau sangat berterima kasih padaku—jadilah guru yang baik. Jangan sampai, kau pukul muridmu seperti kau sering memukulku.” Kang Mina melirik orang tuanya sejenak. Lalu, tertawa canggung. “Haha. Kau, ini bicara apa.” Kang Mina tak sadar memukul bahu Hoon. “Lihat, kau memukulku lagi.” “Ah, maaf. Aku tak sadar.” Di detik selanjutnya, ada yang mengetuk pintu. “Huh, siapa itu? Apa, kau memanggil layanan kamar?” tanya Kang Mina. “Tidak. Aku pesan makanan. Ayam saus asam manis dsn mi kacang kedelai hitam cocok untuk hari ini,” jawab Hoon, sembari berdiri. “Hoon, memang tak pernah mengecewakan.” Hoon berjalan mendekati pintu. Membiarkan si pengantar makanan masuk. Mengeluarkan makanan pesanan Hoon dari dalam kotak besi, begitu ia di dekat Kang Mina.

