“Kau pikir aku suka padamu?” kata Hoon. “Jangan mimpi. Aku hanya kasihan saja padamu.” “Aku tidak butuh rasa kasihanmu!” Perempuan itu berkacak pinggang. “Jadi, mau masuk atau tidak?!” Bola mata perempuan itu bergerak gelisah. Mendesah singkat kemudian. Membuka pintu taksi. Hoon bergeser. “Katakan tujuanmu pada supir,” perintah Hoon. “Antar dia dulu. Setelah itu aku, pak.” Supir taksi hanya mengangguk. Setelahnya, melaju. Usai perempuan itu menyebutkan tujuannya. “Aku Mina Kang,” kata perempuan itu tiba-tiba. Hoon terkejut. Menoleh seketika. “Namamu.. Mina?” Kang Mina mengangguk. “Kenapa? Ada yang salah dengan namaku?” Hoon menyunggingkan senyum. “Namamu, persis dengan seseorang yang aku kenal.” “Siapa? Kekasihmu?” “Mmm.. Lebih tepatnya—masa laluku.” Hoon tersenyum kemudian.

