Menembus Batas

1499 Kata

"Ayo, makan siang? Abang lo jadi jemput, kan?" Maura mendongak menatap Nala yang selesai merapikan bukunya. "Bentar, gue chat dulu." Maura mengetikan pesan di ponselnya. "Kita tunggu di luar aja." Nala mengangguk, lalu keduanya keluar dari kelas. Baru beberapa langkah dari kelas Maura mendapatkan pesan balasan dari Arman. "Abang gue udah di depan Nal," ucapnya setelah membaca pesan dari Arman. "Cepet banget?" "Gimana gak cepet, dia kan lagi pdkt sama lo." Tentu saja ucapan itu hanya Maura ucapkan dalam hati. "Mungkin dia lagi gak sibuk." Nala mengangguk. "Ngomong- ngomong, tadi gue lihat di mobil Mas Azka ada perempuan, siapa?" Nala menipiskan bibirnya, lalu menghela nafanya. "Cewek Mas Azka." "Apa!" Maura terkejut hingga berteriak, sementara Nala hanya diam. "Serius? Terus g

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN