"Sayang, kamu udah siap?" Suara Kinan terdengar saat Nala masih tertegun menatap interaksi Azka dan Naya. Keduanya nampak romantis dengan Azka yang mengusap punggung Ainaya. "Eh, Ka. Naya nunggu kamu dari tadi." Azka melepas pelukannya. "Maaf kamu nunggu lama?" "Gak papa, Mas. Mama kamu orangnya asik kok diajak ngobrol aku sampe lupa nunggu lama." "Kamu juga nyenenging diajak ngobrol." Kinan tersenyum lalu menoleh pada Nala. "Oh, Nala. Mulai hari ini Mama yang anter kamu ke kampus. Gak papa gak.usah pake supir." Nala mengangguk. Namun saat ini suara Azka terdengar. "Nala aku yang anter, Ma. Dia tadi minta bareng." Nala menoleh pada Azka yang menatapnya datar lalu menghela nafasnya. Niat awalnya memang begitu, tapi kalau satu mobil dengan Ainaya Nala tak yakin akan tahan. Ini bahkan

