Sudut Pandang Bianca Saat Tony masuk, aroma makanan langsung membuat perutku keroncongan. Untungnya aku sedang tidak mual sekarang karena aku benar-benar merasa lapar. Dia menaruh makanan di meja dan meraih tanganku, lalu mengecupnya. "Tony, lepasin tanganmu dari cewekku sebelum aku bikin kamu babak belur," Dimas berkata dengan nada bercanda. "Bianca, kedip dua kali kalau dia maksa kamu. Aku janji bakal nolongin," ucap Tony, dan aku tertawa. Dimas melingkarkan lengannya di pinggangku, menarikku lebih dekat ke sisinya. Tony melepas tanganku dan mulai membongkar makanan dari kantong. "Eh Dim, kayaknya Bruce naksir sama temennya Bianca, tapi kamu tau kan, dia nggak setangkas aku soal urusan cewek. Kayaknya malah bikin cewek itu marah tadi," kata Tony sambil tertawa. Aku menatap Dimas da

