Arya masuk ke ruangan kerja Rianti dan ternyata mereka sudah balikan lagi. Disisi lain Rianti masih menjalin hubungan dengan Riko. Ini seperti sebuah karma. Dulu Riko menduakan cinta Fatin dan sekarang dia juga di duakan oleh Rianti.
Siang ini Arya mengajak Rianti makan siang di dekat kantor. Mereka berdua menikmati makanannya dan bernostalgia tentang hubungan mereka. Bercerita momen manis saat dulu mereka bersama. Tiba-tiba ponsel Rianti berbunyi dan ternyata itu dari Riko.
"Hp kamu bunyi tuh. Angkat aja!" kata Arya.
"Ia. Sebentar ya. Ini dari Ibu Boss," Rianti hendak mengangkat telpon dan menjauh dari Arya. Dia takut kalau dirinya ketahuan sudah mempermainkan Riko dan Arya.
"Ia sayang ada apa yah?" ucap Rianti saat mengangkat telponnya.
"Kita makan siang yuk. Kebetulan hari ini aku ada janji temu dengan teman di cafe deket kantor kamu. Nanti biar aku kenalkan dengan temanku," tutur Riko.
Rianti melihat kedatangan Riko. Dan ternyata teman yang dia maksud adalah Arya. Ternyata mereka berdua mau pamer pacar satu sama lain. Arya ngajak Rianti makan siang karena sengaja ingin dikenalkan dengan Riko. Dan Riko pun tidak mau kalah, dia mengajak Rianti untuk dikenalkan dengan Arya.
"Alamak ... ternyata mereka berdua berteman!" keluh Rianti dalam hatinya.
"Halo ... halo sayang. Kok kamu diem aja? kamu bisa kan datang ke cafe deket kantor kamu. Aku dan Teman ku sudah ada di sini. Aku tunggu yah!"
"Maaf sayang. Aku sedang diare jadi ngga masuk kantor."
"Oh gitu yasudah cepet sembuh yah!"
Kemudian Rianti menutup telponnya dan mengirim pesan pada Arya untuk membawakan tasnya ke ruangan kerjanya. Karena tiba-tiba kepalanya pusing.
"Arya maafkan aku. Aku balik ke kantor duluan ya kepala ku pusing. Tolong bawalan tas ku yah!" pesan singkatnya melalui whatsup.
Arya meminta maaf kepada Riko karena ternyata pacarnya tidak bisa hadir untuk makan siang double date kali ini.
"Riko, maaf yah pacarku sedang sakit jadi dia tidak bisa hadir."
"Oh ia ngga apa, aku juga minta maaf ternyata pacarku kena diare dan ngga masuk kantor hari ini."
Mereka berdua tertawa terbahak karena rencana double datenya gagal. Mereka belum tahu kalau ternyata pacar mereka adalah wanita yang sama. Yaitu Rianti.
***
Setelah pulang ngantor. Riko berniat untuk menjenguk Rianti. Tapi kedatangannya justru dibuatnya kaget karena Riko melihat mobil Arya ada di depan halaman rumah Rianti.
"Makasih ya Arya kamu udah antar aku pulang. Sebentar yah aku ambilkan minum dulu. Kamu duduk saja dulu!" ucap Rianti pada Arya, kemudian masuk ke dalam rumah. Sementara Arya menunggu di kursi luar di depan teras.
Langsung Riko menghampiri Arya yang sedang duduk seorang diri.
"Hey Arya ngapain kamu disini?"
"Aku baru aja ngater pacarku pulang," jawab Arya.
"Pacar? Jadi Rianti itu pacar kamu?" tanya Riko penuh dengan kekecewaan.
"Ia pacar. Namanya Rianti. Lah kamu mau ngapain ke sini?"
"Cuma lewat cari alamat. Ternyata ngeliat kamu jadi aku berhenti. Ya sudah aku pamit yah!"
"Hey tunggu dulu jangan terburu-buru!"
Tanpa memperdulikan ucapan Arya, Riko masuk ke mobilnya dan pergi meninggalkan rumah Rianti.
"Bener-bener sialan tuh cewek! ternyata dia ngeduain gue!!! di saat gue mulai bisa ngelupain Fatin dan jatuh cinta dengan Rianti, dia malah khianatin gue!" geramnya sambil memukul-mukul kaca mobil karena kesal.
Setelah sampai rumah. Ponsel Riko berbunyi dan ternyata itu dari Rianti. Langsung saja tanpa basa-basi Riko meluapkan emosinya.
"Mau apa kamu hubungin aku?"
"Kok kamu gitu ngomongnya. Ada apa sayang?"
"Ngga usah panggil sayang lagi! mulai detik ini juga kita putus!"
"Kamu kenapa?"
"Kamu yang kenapa? Arya pacar kamu kan? kenapa kamu bohongi aku. Harusnya kalau sudah punya pacar ngga usah terima cinta aku lagi!"
"Bohongi? bukannya kamu duluan yang bohongi aku?"
"Apa? masalah setatus duda beranak satu? kamu bilang kamu sudah terima dengan setatusku?!"
"Ya ngga semudah itu lah. Tetap saja sakit dibohongi. Kamu juga sakit kan aku bohongi. Jadi kita satu sama yah!"
"Terserah!"
Sejak saat itu, Riko tidak mau berurusan lagi dengan Rianti.
***
Beberapa minggu kemudian. Rianti sedang asik jalan-jalan ke mall bersama sahabatnya yaitu Nayla." Mereka berbincang-bincang sambil melihat-lihat sekitar.
"Jadi lo udah putus sama Riko?" tanya Nayla.
"Udah dong. Gue berhasil bikin dia sakit hati dan ngerasa dibohongin. Mampus lo! lagian suruh sapa bohongin gue!"
"Sadis ya lo! ngga punya hati emang haha," ucap Nayla dengan tertawa terbahak.
"Makan yuk! udah lama ngga nyobain bebek kuali."
Saat ingin masuk kedalam restoran bebek kuali, Nayla tidak sengaja melihat Arya dengan cewek lain.
"Ri ... lihat deh tuh kayanya si Arya!" ucap Nayla sambil nunjuk ke arah pasangan muda yang sedang asik menikmati bebek kuali.
"Lah ia benar! b******k! katanya dia janji ngga akan selingkuh lagi!" geramnya sambil meremas bajunya.
"Eh loh mau kemana?"
"Gue mau labrak lah!"
"Udahlah ngga usah! bikin malu aja!"
"Bodo amat! gue ngga terima di selingkuhin lagi."
Nayla tidak bisa menahannya. Jadi dia membiarkan Rianti masuk ke restoran bebek kuali dan membiarkan Rianti ngamuk. Nayla hanya mendengarkan perdebatan mereka saja.
"b******k ya lo! katanya lo ngga akan selingkuhin gue lagi? mana buktinya!" teriak Rianti sambil menumpahkan air berwarna metah pada muka Arya.
Arya tetap tenang dan jawab dengan tegas.
"Lo yang b******k dan ngga punya hati! Riko sahabat gue itu tulus sayang sama lo. Lo malah sakitin. Gue ngga mau yah punya pacar berhati iblis kaya lo!" jelas Arya dengan denang.
"Maksud lo apa? Lo ngga usah sok tau yah. Ini urusan gue sama Riko!"
"Udahlah, Riko temen baik gue, dia udah cerita semuanya. Intinya ketulusannya lo balas dengan kejam. Mulai hari ini kita putus!!" ucap Arya sambil menggandeng pacar barunya dan meninggalkan Rianti.
Rianti hanya bisa menangisi karma yang dia terima. Dia menyesal sekali ternyata laki-laki yang dia pilih justru selingkuh dan Riko yang dia bilang jijik karena duda beranak satu. Justru tulus sayang sama dia.
"Gue bilang juga apa? ngga usah cari keributan, nanti bikin malu!" ucap Nayla.
"Gue sedih banget Nay, gue di putusin dua cowok sekaligus! gue nyesel udah nyakitin Riko yang serius mau ngelamar gue," tuturnya sambil mewek sepanjang jalan.
"Udah jangan sedih. Besok lo ke kantornya Riko aja minta maaf. Dan ajak dia balikan. Gue yakin kok Riko masih sayang sama lo."
"Baiklah. Gue akan lakukan perintah lo. Ngga papa lah jodoh gue duda beranak satu. Yang penting dia setia, ngga akan selingkuhin gue dan sayang tulus sama gue! ya kan Nay?"
"Nah ... betul itu," jawab Nayla sambil memeluk sahabatnya yang sedang sedih.