Motor Kuning

1181 Kata

Aliza baru akan tidur, merasa keadaan sudah sembuh total. Kepala ringan tidak seperti dibebani batu berton-ton, tenaga mulai pelan-pelan pulih. Bola matanya berputar melirik ke jam dinding sudah pukul sebelas malam, sedangkan suami sudah terlelap di samping dengan napas teratur. Wajahnya terlihat damai saat tidur dan boleh diakui d**a bidangnya menggoda Aliza untuk bersandar di sana. Kemudian layar ponselnya menyala-nyala di nakas, bergetar sebentar karena dalam mode silent. Keningnya mengernyit menemukan nama si penelepon, ia melirik sebentar ke Gibran sebelum memutuskan mengangkatnya. Dari kemarin Aliza menanti balasan pesan dari Reyhan, memikirkan kemungkinan laki-laki yang dikagumi menaruh kebencian. Jadi melihat nama Reyhan di layar sontak matanya berkaca-kaca. "Benar dugaanku ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN