Harga Diri

1144 Kata

Teman-temannya bergerak menghampiri meja Aliza, meminta dibolehkan bergabung agar lebih ramai. Aliza langsung tersenyum lebar tidak peduli pada suami yang menampilkan ekspresi tak suka. Kapan lagi bisa berkumpul seperti dulu, tertawa lepas tanpa memikirkan beban hidup, mengobrol panjang lebar diselingi sesi curhat kalau ada yang patah hati. Ketiganya langsung mengambil posisi duduk, meraih satu lagi bangku dari meja sebelah, berdesakan satu meja sampai Gibran menahan omelan di ujung lidah melihat kode gelengan kepala dari sang istri. Astaga ... kenapa aku harus menuruti anak itu. Gibran menatap Aliza dengan dongkol, entah kenapa tidak bisa marah-marah melihat mata bening Aliza berbinar, kadang tertawa bersama ketiga temannya. Mungkin seperti itu cara Aliza berbicara dengan orang te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN