Salah Bicara

1096 Kata

Serayu mengerjapkan mata, melihat punggung laki-laki ada di samping. Ia melotot dan segera membuka selimut untuk memastikan bajunya masih lengkap. Lalu bisa bernapas lega ternyata Gibran hanya menemani perempuan terluka sehari semalaman. Sama-sama kelelahan, tak sadar tidur di satu ranjang. Entah gimana laki-laki normal di samping menahan diri tidak berbuat kurang ajar. Dia menurunkan kaki jenjangnya ke lantai, pandangannya bergeser ke jendela yang tirainya belum ditutup melihat langit di luar menggelap, lalu buru-buru menoleh ke jam digital di ponsel. "Astaga ... Bee, cepat bangun." Serayu menggoyangkan lengan laki-laki yang masih tertidur lelap. "Apasih?" Gibran masih ogah-ogahan membuka mata. "Be, udah hampir tengah malam pasti Aliza cemas di rumah." Serayu mengingatkan. "Serius?"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN