Tiga hari. Baru tiga hari sejak keluarga Calvin datang ke rumah. Katanya minggu depan, katanya hanya makan malam biasa, tapi pagi ini, rumahku terasa seperti sedang menyiapkan sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar pertemuan santai. Aku berdiri di depan cermin dengan jantung berdebar tak wajar. Gaun yang dikenakan di tubuhku bukan pilihanku, warna lembut, potongan anggun, membuatku tampak manis dan siap dipamerkan. Lisa sendiri yang memilihkannya, bahkan riasan di wajahku pun bukan hasil tanganku. “Kamu harus terlihat pantas,” katanya tadi sambil memasangkan anting di telingaku. Pantas untuk apa? Aku menatap bayanganku sendiri, cantik, ya. Tapi sorot mataku kosong, ada garis tegang di sudut bibirku yang tak bisa ditutupi bedak setebal apa pun. Suara mobil berhenti di halaman memb

