Malam itu gerimis turun satu-satu. Hawa dingin kian menusuk hingga ke tulang saat hembusan angin bertiup semakin kencang.
Sebuah daerah yang biasanya selalu sepi di jalan baru siliwangi kini terlihat ramai.
Taruhan telah di pasang.
Beberapa orang di sana pun berbondong-bondong untuk mengira-ngira siapa jagoan yang akan mereka pilih untuk memenangkan pertandingan. Balapan liar seperti makanan tak bergaram jika tak melibatkan taruhan. Besarnya taruhan tidak main-main. Untuk genk motor yang dianggap sudah memiliki reputasi, harga taruhannya pun bisa mencapai puluhan juta rupiah.
Perjudian ilegal itu semakin semarak dengan kehadiran dua peserta baru yang ikut dalam pertandingan balapan motor liar itu.
Satu diantaranya berasal dari genk Motor yang cukup di segani di daerahnya, yakni genk motor Mars.
Sementara satu pendatang baru lainnya bersifat netral, alias mandiri. Dia tidak terlibat dalam keanggotaan genk motor manapun. Itulah sebabnya, tak ada penikmat balapan liar yang memilihnya sebagai pemenang.
Ronald, Nathan, dan sang pendatang baru tanpa identitas yang menjadi jagoan genk Mars, serta beberapa peserta balap lain terlihat bersiap di atas motor masing-masing.
Mengingat kemampuan yang dimiliki pemimpin Genk Motor Mars sejauh ini tak ada yang mampu menandingi, jadilah taruhan tertinggi di pasang untuk memilih genk Mars sebagai pemenang. Dan lagi, balapan pinggiran ini, hanya balapan kelas teri bagi seorang pemimpin genk Mars yang telah berkecimpung di dalam dunia balap liar dalam tingkatan kelas yang lebih tinggi.
Jadilah sebuah pertanyaan besar saat anggota genk motor lain tahu bahwa Genk motor Mars mengikuti aksi balapan liar yang mereka adakan malam ini. Terutama genk motor King Devil, yang di pimpin oleh Nathan.
"Wah, bisa kacau nih kalo Mars udah masuk, Nathan pasti kalah," ucap Dicky salah satu anggota Genk motor King Devil.
"Tumben-tumbenan lagian, Mars ikutan gabung?" seru Candra.
"Ya, mungkin mau pamer kekuatan kali," tebak Roni.
Mereka semua tahu bagaimana kehebatan Genk Mars di jalanan. Itulah sebabnya, mereka sudah lebih dulu nge-down begitu tahu Mars bergabung jadi salah satu peserta balapan. Karena dari balapan yang sudah-sudah, Mars selalu berhasil unggul.
Dan hebatnya, tak ada satu pun dari para pemasang taruhan itu yang tahu bahwa orang yang mereka yakini akan memenangkan pertandingan adalah seorang wanita.
Terkecuali Ronald.
Mata elang Ronald menatap sang Pemimpin genk motor Mars, yang dia tahu bahwa itu adalah Joyce. Dia tersenyum miring seraya mengedipkan sebelah matanya. Wajah Joyce mendadak panas. Dia memalingkan wajahnya dari wajah Ronald tanpa membuka helmnya sedikit pun.
Apa yang lo pikirin Joyce? Inget, dua puluh juta! No s*x!
Joyce menggumam dalam hati, berusaha menepis pikiran kotor yang tiba-tiba saja melintas di kepalanya.
Pertandingan pun hendak dimulai.
Seorang wanita berpakaian sexy yang mendapat julukan sang 'Race Queen' terlihat mulai memasuki arena balap. Dirinya berdiri di hadapan para peserta balapan sambil berlenggak lenggok dengan mengibaskan sebuah bendera yang menjadi logo balapan liar.
Dia menyunggingkan senyum nakal pada Ronald, si pendatang baru dalam balapan itu yang sukses menarik perhatiannya sejak awal. Kehadiran Ronald kian membuatnya semakin berani menampakkan gerakan sensual tubuhnya dari balik pakaiannya yang tembus pandang akibat basah tersiram hujan.
Melihat pemandangan itu para peserta lain seolah mendapat angin segar yang memanjakan mata mereka, sebelum pertempuran di mulai. Bahkan ada yang sampai berpikir, jika dia memenangkan pertandingan, uang hasil taruhannya akan dia gunakan untuk mengajak sang Race Queen, menghangatkan tubuhnya di ranjang.
"Are you ready, guys?" teriak sang Race Queen dengan senyuman menggoda.
Suara mesin knalpot terdengar nyaring, saling bersahut-sahutan, menandakan bahwa mereka telah lebih dari sekedar kata siap.
"Three... Two... One... GO!"
Jalan raya yang harusnya digunakan oleh umum seolah menjadi sirkuit kelas dunia bagi mereka. Faktor keamanan bukan lagi jadi prioritas. Bagi sang joki, yang terpenting adalah bisa beraksi bebas memacu motor secara gila-gilaan.
Suara tepuk tangan dan sorakan riuh para penonton kian sama terdengar begitu motor-motor itu melesat bak kilat yang menyambar dari langit.
Ke delapan peserta masih dalam posisi saling mengungguli. Sebelum mencapai putaran pertama, maka posisi pasti akan terlihat imbang.
Putaran pertama berhasil di lewati, Joycelah yang kini paling unggul saat dia berhasil melakukan manuver andalannya. Sayangnya, keunggulan itu berubah saat mereka melintasi putaran ke dua, Honda CBR di sisinya berhasil memacu motornya lebih cepat.
Bahkan dengan sangat gila, Ronald membuka kaca helmnya dan berteriak ke arah Joyce, "are you ready baby, see you in my bed, hahaha..."
Joyce mendengkus jengkel.
Dirinya sudah jauh mengungguli para pengendara motor lain, tapi kenapa laki-laki m***m itu tak juga mampu dia taklukan?
Joyce frustasi.
Ditariknya gas kuat-kuat hingga berhasil menyamai kecepatan motor Ronald. Dan saat itu, kawasaki ninja milik Nathan terlihat hendak menyusul, tapi lagi-lagi, Nathan kalah tak tik.
Joyce dan Ronald terus memacu kendaraan roda dua mereka dengan kecepatan maksimal. Saling berusaha mendahului, saling salip menyalip dan saling mengumpat dalam hati.
Ronald yang kian dibuat gelisah saat melihat kemampuan luar biasa yang dimiliki oleh Joyce, sementara Joyce yang terus dilanda rasa takut jika dia benar-benar harus menjadi santapan manusia m***m macam Ronald.
Gila! Itu nggak boleh terjadi! Gue harus menang!
Ujar Joyce meyakinkan diri.
Baik Ronald maupun Joyce masih tetap dalam posisi sejajar bahkan saat beberapa meter lagi motor mereka mencapai garis finish.
Para penonton memandang takjub saat melihat siapa orang yang berhasil menyamakan dirinya dengan sang pembalap nomor satu usungan genk Mars.
Seorang lelaki pendatang baru bernama Ronald.
"Gila men! Sejajar," pekik Roman dengan wajah tak percaya.
Meski saat itu ke dua ban depan motor itu belum benar-benar mencapai garis finish.
Semua manusia di sepanjang tepi arena balap garis finish itu menahan napas, saat ke dua motor yang melaju dengan kekuatan super itu hampir mencapai garis finish.
Dengan gerakan slow motion, akhirnya salah satu dari ke dua motor milik Ronald dan Joyce pun berhasil mencapai garish finish lebih dulu. Hingga setelahnya di susul oleh motor-motor lain di belakang.
Begitu motor-motor yang beradu cepat itu menyentuh garis finish, penonton pun bergemuruh. Senyum kemenangan bukan hanya didapat dari pembalap tapi juga dari para penonton.
Suara decitan motor kian bersahut-sahutan.
Motor Ronald berhenti di susul oleh motor Joyce di sisinya.
Lelaki itu membuka helm full facenya dan menyeringai lebar ke arah Joyce.
Sampai akhirnya terdengar sebuah teriakan dari sang Bandar taruhan, Bang Arez di belakang sana.
"PEMENANGNYA, RONALD!"