Tak ada yang bisa Ali lakukan selain diam melihat Gia menangis terisak dalam pelukan Abidzar, melihat ibu dari putrinya menangis seperti itu selalu ada sesak yang sangat sulit ia artikan sejak dulu, ia menyukai tawa perempuan itu, senyumnya, namun tidak dengan tangis seperti itu. Hatinya seperti terluka melihat isakan pilu tersebut. Biyya menenggak obat tidur dalam keadaan banyak, hingga anaknya mengalami over dosis. Untungnya ia segera mendapat penanganan hingga tidak terjadi hal yang lebiih fatal lagi. Setelah dokter menyatakan putri mereka telah sadar dan kembali tertidur tangis Gia tak bisa terbendung saat mendengar mengenai penyebab sakit Biyya. “aku ini ibu yang buruk bang, ya allah maafkan aku. jangan dulu ambil putriku” lirih Gia dalam balutan maskernya. “Insya allah akan baik-b

