Shanghai menyambut kedatangan Arka dengan musim dingin yang berkabut. Pesawat jet pribadi itu mendarat mulus di Bandara Internasional Pudong saat matahari Shanghai belum sepenuhnya naik. Arka tidak tidur sepanjang penerbangan. Pikirannya terus mengarah pada apa yang ia dengar tadi malam. Namun, wajahnya tetap tenang, hanya rahangnya mengeras seperti batu yang sudah terbiasa menahan tekanan dan emosi. Mobil hitam berlapis anti-peluru membawanya keluar kota, menembus jalan berliku menuju kawasan Seshan. Kompleks vila elit itu tersembunyi di balik perbukitan hijau, dijaga sistem keamanan berlapis dan akses biometrik yang tidak tercatat di sistem publik mana pun. Vila miliknya berdiri terpisah, sepi dan steril bisa dikatakan seperti ruang operasi. Begitu pintu tertutup di belakangnya, A

