Retak yang Tak Terlihat

1016 Kata

Rania tidak benar-benar tidur. Matanya terpejam, napasnya teratur, tubuhnya diam dalam pelukan yang terasa asing. Ia tahu betul bagaimana caranya berpura-pura lelah setelah malam yang melelahkan. Ia sudah terlalu lama hidup di rumah yang mengajarkan satu hal penting bahwa bertahan lebih aman daripada jujur. “Iya, ada apa?” Suara Arka terdengar rendah, ditahan. Rania tahu siapa lagi yang menelepon kalau bukan Marco tangan kanan suaminya yang begitu tegas dan patuh. Rania tidak mengubah posisi. Namun, setiap kata yang keluar dari mulut suaminya menembus gendang telinganya dengan jelas sekali dan langsung terekam sempurna. “Hasil positif.” Deg. Positif? Siapa dia? Apakah itu perempuan lain selain dirinya ataukah? "Kau tahu apa yang harus kau lakukan, bukan? Bersih dan rapi." "Baik."

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN