Rania seperti seorang anak yang kehilangan arah. Ia tahu, sejak malam itu dia pergi, banyak sekali kejanggalan yang terjadi dalam rumah tangganya, dalam rumah besar yang dulu penuh cinta ini. Meskipun ia tidak menuduh kalau Arka ada sesuatu lain di belakangnya, tapi kenapa firasat itu justru berulang kali mengusik ketenangan batinnya. Rania menutup pintu ruang kerja Arka dengan hati-hati, seolah takut bunyinya akan memecah sesuatu yang rapuh di dalam dirinya sendiri. Selama tujuh tahun menikah, baru kali pertama ini ia berani masuk ke ruang kerja Arka, tanpa izin terlebih dahulu. Seolah ia memang sudah mempersiapkan berbagai macam kemungkinan jika ketahuan. Jam di dinding menunjukkan lewat tengah malam. Rumah megah itu terlalu sunyi mungkin karena tidak ada celoteh anak kecil, juga terl

