Shanghai .... Mobil yang membawa Tika dan Marco sudah lenyap di tikungan terakhir menuju Seshan ketika Arka menghentikan langkahnya. Ia berdiri sendirian di halaman bawah vila transit yaitu bangunan sementara yang jarang ia gunakan, terlalu terbuka untuk selera paranoianya, tapi malam ini cukup. Angin malam Shanghai berembus dingin membawa ketenangan yang menyakitkan. Ponselnya bergetar. Bukan sebuah panggilan, tapi satu notifikasi masuk ke perangkat terenkripsi yang hanya aktif jika seseorang berhasil menembus tiga lapis proteksi. Nama itu muncul tanpa salam, satu nama yang sudah ia kalahkan beberapa detik lalu. Wang Lin Yu Arka tidak langsung membuka pesan. Ia tahu, membaca pesan ini berarti menerima undangan ke sebuah perang yang tidak bisa ditarik kembali, tapi ia bukanlah pe

