Eps 4

1614 Kata
"Faz ... ada apa?" Zebua langsung mempertanyakan saat mereka sesama tiba di sebuah kafe tempat biasa anak muda nongkrong malam. Khefaz tidak langsung menjawabnya melainkan fokus ke salah satu meja, duduk sembari membuka laptop, dia sedang masa penyembuhan tentulah tidak meminum kopi, melainkan hanya memesan jus buah saja. Zebua Zebakiah sangat memahami karakter sahabatnya itu, dia pun enggan mengulang pertanyaan serupa sebelum Khefaz mau membuka mulutnya sendiri. Meski demikian tetap saja Zebua sudah sangat penasaran dengan ekspresi Khefaz saat ini, akhirnya tetap mengulangnya. "Faz, ada apa?" "Tolong katakan ke gua ze, Lo sebenarnya tau apa yang terjadi sama gua kemaren kan?" Khefaz sengaja menanyakan ini lantaran semasa penyembuhannya Zebua jarang berkunjung akibat sibuk Matkul bahkan mereka jarang berhubungan melalui media online. "Ya ... tau, penyakit lo kemaren kambuh Faz" gelagatnya tidak gamblang lantaran ada hal yang dia tutupi sesuai janji pada orangtua-nya Khefaz. "Lo tau bukan itu maksud pertanyaan gua Ze" Zebua diam, sementara Khefaz langsung berkata sesuai inti keperluannya. "Apakah Lo tau siapa orang yang telah mendonorkan jantungnya ke gua Ze ...?" "Faz, sebaiknya jangan bahas ini deh. Yang penting sekarang lo udah kembali sehat. Btw kapan lo ke kampus lagi?" Kalimat itu sama persis seperti kalimat yang orangtuanya katakan, membuat Khefaz benar-benar merasa muak. "Kenapa kalian semua gini-in gua?" "Faz, gak usah ngomong kayak gitu" - Zebua. Diam hingga beberapa saat, lalu Zebua mendapati hal yang belum pernah dia lihat pada diri Khefaz, yakni ... tiba-tiba Khefaz menangis. "Faz" "Seharusnya gua yang mati, kenapa kalian kejam sekali sama orang lain demi kehidupan gua yang gak berguna ini hah! Kenapa!" "Faz? Ada apa sama lo?! Dan apa maksud lo? Kenapa lo begini sih" Zebua benar-benar terkejut, Khefaz yang dikenalnya selama ini bagai manusia yang tidak memiliki hati nurani, egois, arogan dan kejam, kenapa sekarang mempermasalahkan hal ini? "Gua yang mengalami makek jantung orang lain Ze, lo gak akan ngerti yang gua rasain!" "Iya gua tau, gua paham Faz, tapi emang udah begini jalan hidup lo kan? kenapa lo pikirin sih! Apa lo ngalami kayak model drama-drama di hantuin orang yang punya jantung itu hah? Gitu? Iya?! Gak usah ngelantur deh" "Gua tahu siapa pemilik jantung ini Ze" "Hah?" Seketika Zebua membelalak, lantaran dia sendiri pun tidak mengetahui rahasia itu, kemudian Khefaz memperlihatkannya di dalam laptopnya, Zebua pun langsung ikut menelusurinya. "Oh my God!" Barulah mengerti semua yang terjadi saling berkaitan "Ini kan mobil elo yang buat taruhan kemaren Faz Dan ... kecelakaan itu mobil lo nabrak ni cowok? Lalu sekarang ... jantung tu cowok di tubuh lo? Oh my God!" Sangat-sangat terkejut bukan main. "Lo bisa bantuin gua Ze?" "Bantuin apa maksud lo Faz?" "Nyari alamat rumah orang malang ini" dari berita seputar kasus tabrak lari itu, Khefaz memang tidak mendapati alamat lengkap dari sang korban (Karena alamat dan identitas lengkapnya di samarkan sesuai permintaan Vanderson) "Apa lo udah gila?" Zebua enggan menghiraukannya, ia sedang memperhatikan baik-baik foto paras pemuda malang itu didalam Laptop. "Eh Faz, muka cowok ini kok kayak gak asing gini ya? Gua kayak pernah lihat dia, tapi kapan yak" Khefaz masih diam melamun sesuai kemana pikirannya pergi, hingga apa yang Zebua katakan tidak ia dengarkan. Beberapa menit diam dalam lamunan, Khefaz pun berdiri sembari menutup kembali laptop itu. "Lo dah mau balik Faz?" Zebua bertanya tetapi Khefaz tidak menjawabnya melainkan mengemukakan kalimat lain "Kalo lo gak bisa bantuin gua gak papa Ze. Gua tetap akan mencari tau pemilik jantung ini sendiri" langsung berlalu dari sana. "Faz! Oi Khefaz!" Zebua berseru, tetapi tidak membuat Khefaz berhenti maupun menoleh ke arahnya lagi. "Ya Tuhan ... itu anak kenapa tiba-tiba berubah kayak gak gua kenal begini sih" ____ Khefaz masih di rundung rasa penasaran dan jua kegelisahan, setelah sampai di rumah ia terus-menerus mencari info tentang identitas dari Zadav Yesaya hingga nyaris sepertiga malam tak kunjung ia temukan. "Kenapa berita ini kayak banyak yang di tutupi begini?" Khefaz bukanlah pria yang bodoh untuk bisa menganalisa berita maupun suatu kejadian. Sebetulnya ia tahu pasti ada kaitannya dengan orangtuanya selaku yang membeli jantung Zadav Yesaya itu, namun ia enggan berseteru dengan mereka jika menanyakan langsung tentang ini. Sangat wajar dia lebih memilih untuk menelusurinya sendiri seperti ini. Semasih diri fokus melihat foto Zadav Yesaya itu, dia pun seperti menyadari sesuatu. "Kenapa muka cowok ini kalau di perhatian kayak gak asing ya? Aku seperti pernah bertemu dengannya, tap-tapi ... di mana?" Coba mengingat, tapi benar-benar tidak mampu mengingatnya. Lantas ... siapakah sebenarnya Zadav Yesaya itu? Benarkah Khefaz pernah bertemu sebelumnya dengan dia? ___ Ya, tentu saja mereka sebelumnya memang pernah saling berjumpa, tepatnya semasih menempuh pendidikan di SMA. Dan, Zadav Yesaya adalah korban perisakan brutal yang paling parah dilakukan oleh Khefaz and the gank termasuk Zebua berada didalam satu gank-nya. Kenakalan Khefaz saat SMA memang sudah melampaui batas kewajaran menjadi seorang pelajar. Dia sebagai ketua didalam Gank-nya membuat suatu peraturan aneh, berupa jika ada murid baru yang masuk ke sekolahan itu harus mengalami latihan militer alias dirisak sedemikian rupa parahnya. Seumpama jika tangan kanan adalah rumah sakit, kalau tangan kiri adalah kuburan. Dalam artian Jika si korban mampu bertahan dengan aksi perisakan yang terjadi meski sampai berujung di rawat di rumah sakit tentu akan mereka biarkan si korban melanjutkan sekolah disana dan tidak akan mereka risak lagi. Tapi, sebaliknya jika korban tidak tahan dengan aksi perisakan pertama itu, pasti si korban akan keluar sekolah lagi ataupun berujung meregang nyawa. Sangat tidak logika memang, didalam sekolah menengah atas ada hal tidak wajar dilakukan para anak remaja seperti ini. Tapi begitulah adanya. Sekolahan Khefaz menimba ilmu dulu itu pihak sekolah memang kurang dalam memperhatikan para siswa-siswinya, hingga hal perisakan itu selalu terjadi dan terjadi lagi. Saat itu Zadav Yesaya adalah siswa baru masuk di sekolahan itu, langsung mendapat perisakan oleh Khefaz tanpa adanya permasalahan apapun tepatnya pada hari pertama Zadav masuk ke sekolahan sana. Zadav di bawa oleh Khefaz and the gank pada jam pulang sekolah kedalam sebuah gudang kosong milik suatu pabrik Snack yang letaknya cukup jauh dari sekolahan. Zadav di pukuli, di telanjangi, di kencingi, di siram pakai air cuka pada goresan-goresan di tubuhnya, dicambuk pakai gesper dan segala macam aksi k*******n lain dan yang paling berigas melakukan aksi k*******n tersebut adalah Khefaz Marlin Hari pertama Zadav masuk sekolahan itu, hari keduanya pula dia keluar lagi lantaran kondisi dia langsung kritis usai aksi k*******n yang dialaminya. Namun, Zadav tidak mengatakan terus terang kepada keluarga tentang siapa pelaku yang menganiayanya. Secercah kata yang Zadav Yesaya kemukakan didalam hati 'Tuhanku tidak pernah tidur, Dia maha melihat semuanya, baik yang ada padaku maupun yang ada di seluruh alam semesta ini.' Itulah mengapa Khefaz yang saat ini sudah berusia 24 tahun sedang mengenyam pendidikan di S2-nya tidak bisa mengingat dengan baik siapa sebenarnya Zadav lantaran durasi bertemu dengan Zadav dulu pun sangatlah singkat. ____ #Next Story Pada pagi harinya, Khefaz belum memutuskan untuk kembali mengambil kelas di kampus melainkan hendak melakukan siasatnya berupa mencari informasi tentang pemilik jantungnya dengan beragam cara. Salahsatunya ke rumah sakit tempat ia di rawat, tetapi tentu saja hasilnya Nihil lantaran hal tersebut (tentang pendonor jantung) memang privasi ketat di rumah sakit itu. Semasih di perjalanan Ia sedang tidak bersedih, tetapi entah mengapa seperti terdapat tekanan batin didalam dirinya. Akhirnya ia pun singgah sejenak di Gereja untuk mencurahkan keluah kesahnya kepada Tuhan. Setelahnya, ia pun berlalu dari Gereja itu hendak berkunjung ke rumah rekan lain untuk menghilangkan rasa jenuh akibat selalu di rumah saat masa penyembuhan. Semasih di perjalanan tiba-tiba ada suatu kejadian yang tak terduga. Tiinnnn! Seorang pengendara motor yang sedang melaju kencang tertabak olehnya sampai terpental, ia terkejut bukan main, jantungnya terasa sakit luar biasa. Pengendara motor itu hanya tergores, tetapi motornya cukup rusak parah. Segera ia keluar dari kendaraan kemudian menghampiri orang itu. "Maafkan saya pak, maafkan saya" Nada dan cara bicara Khefaz benar-benar bukan lagi khefaz yang dulu jika terjadi hal seperti ini, lantaran dulu dia sering langsung kabur bila menabrak orang, jikapun tidak kabur pasti berselisih mulut berujung menyalahkan pengendara lain. "Kau ini gimana sih bawa mobilnya, becus nyetir tidak kau hah! Lihatlah motor saya itu! Rusak, kau harus ganti rugi!" "Baik pak, saya akan tanggung jawab. Tolong maafkan saya ya pak saya teledor, mari pak saya bantu bapak ya pak" Khefaz pun menuntun orang itu, mengurus kendaraannya yang rusak, kemudian mengantarkan orang itu pulang ke rumahnya. Setibanya di kediaman orang itu, Khefaz pun mengulang kalimat serupa sembari memberikan uang berjumlah dua kali lipat lebih dari biaya servis Motor. "Sekali lagi maafkan kesalahan saya ya pak" Ucapnya. Semula orang itu tampak sangat murka seketika berubah senyum begitu menerima uang itu. "Tidak apa-apa nak, namanya juga di jalan. Mari nak mampir dulu ke rumah bapak ya, kita ngobrol-ngobrol sebentar hehe" Ajak orang itu. Awalnya Khefaz menolak, tetapi entah mengapa kedua kakinya malah melangkah kedalam sana. ___ Rumah itu sangat sederhana, tampak sepi dan cukup kotor pada halaman sekelilingnya, Khefaz saat ini duduk di kursi teras depan rumah, menunggu bapak itu sedang masuk kedalam sedang menyuruh istrinya membuatkan teh hangat. Merasa aga' lama orang itu tak kunjung keluar, Khefaz pun berdiri dari kursi, kemudian jalan pelan-pelan melihat tanaman bunga hias yang bermekaran didalam pot-pot yang ada di sekitaran halaman depan. Lantas ... netranya mengarah pada suatu kardus yang terletak di dekat tong sampah, entah kenapa ia iseng-iseng ingin lihat ke sana. Dilihatnya didalam kardus itu terdapat banyak buku-buku beserta aksesori milik seorang pria. Salah satu buku dengan sampul berwarna hitam beserta tulisakannya berwarna emas (Catatan 1000 bintang) menjadi pusat perhatiannya. Penasaran, ia pun mengambil buku itu. Begitu buku itu berada di tangannya, terlihatlah sebuah foto berukuran kecil diantara buku-buku yang lain didalam kardus itu. Maka ... "Ya Tuhan ... ini ..." ia pun membelalak, foto itu ternyata Foto Zadav Yesaya dan semua barang yang ada didalam kardus itupun peninggalan mendiang Zadav Yesaya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN