Bab 1 (Awal Cerita)
Suatu hari yang damai di SMA Angkasa, disaat waktu pembelajaran yang tenang, tiba tiba terdengar suara siswa berlarian di koridor memecah keheningan sekolah, membuat para siswa yang sedang belajar terganggu, mereka adalah tiga sahabat yang sangat dikenal di sekolah, nama mereka adalah Alan, Iden, dan Elyas, anak kelas 11 yang dikenal karena kenakalannya semenjak awal masuk kelas 10, tetapi walaupun begitu mereka sangat berprestasi di sekolah.
Karena keonaran yang mereka perbuat, Alan dan teman temannya di panggil ke ruang BK dan di beri hukuman keliling lapangan sekolah saat jam istirahat.
Saat jam istirahat tiba Alan dan teman temannya melaksanakan hukuman yang diberikan oleh guru BK, tetapi karena hukuman tersebut dilaksanakan di saat jam istirahat merekapun menjadi pusat perhatian dan di jadikan bahan tontonan oleh para siswa siswi
Alan dan teman-temannya yang sudah biasa mendapat teguran dan hukuman dari guru BK merasa cuek dengan pandangan orang lain, akan tetapi dari banyaknya siswa yang melihat mereka ada satu siswi yang ikut memperhatikan mereka dia adalah Gia siswi cantik sekaligus anggota OSIS dia juga adalah siswi yang disukai oleh Alan dari awal masuk SMA.
Elyas yang melihat Gia sedang memperhatikan mereka, Elyas pun menegur Alan, karena Elyas tahu kalau Alan menyukai Gia, Elyas memberitahu keberadaan Gia yang sedang memperhatikan mereka, Alan yang gagal fokus malah memperhatikan Gia dan tidak memperhatikan jalannya, Alan akhirnya terjatuh yang membuat ia menjadi bahan tertawaan satu sekolah tidak terkecuali dengan Gia, Alan yang malupun akhirnya lari menjauh dan memasuki kelasnya.
Sesampainya di kelas Alan yang malupun menendang kursi yang ada di kelas,
"lu ngapain lan?" Tanya Iden
"Salting lahh... Pakek nanya lagi" jawab Elyas
"Hah. Maksudnya?" Iden kembali bertanya
"Yaelahh... Dia itu salting karena di liatin sama Gia " jawab Elyas
"Diem lo pada, lagian ngapain Gia ngeliatin, mana gue pakek acara jatoh segala" sentak Alan
"Ya, gimana ya, udah biasakan kita jadi pusat perhatian, biasa kita kan ARTIS" sahut Elyas
"Gausah pede lo, mending mikirin nasip gue, pasti Gia ilfeel banget sama gue" jawab Alan
"Yaelahhhh... Emang udah dari dulu kaleees.." sahut Elyas menanggapi omongan Alan
"Iya ni, kayak baru tau aja lu lan" tambah Iden
"Kalian ini sahabat gue gak si, tau temennya patah semangat bukannya di semangatin kek" sahut Alan
"Apa lu bilang? Kita mahhh... Selalu dukung lu, lu nya aja yang gak mau deketin Gia" jawab Iden
"Ya gimana, lu pada tau sendiri Gia sama gue bagaikan langit sama inti bumi, jauhh..." Sahut Alan
"Ya setidaknya usahalahhh... Masalah hasil belakangan, ya nggak yas" tanya Iden
"Nahhh...setuju gue, Dari pada nanti dia di embat orang lain akhir akhirnya juga lu yang nyesel gak pernah deketin dia" jawab Elyas
"Jangan dongg..., gw udah kecintaan banget sama Gia, ya kali tiba tiba Gia jadian sama orang lain" jawab Alan
"Tukan, ogah kan lu, makanya deketin" jawab Elyas
"Okay, okay, gue deketin, tapiii... Gimana caranya? Kasi tau dong lu pada kan tau ini pertama kalinya gue deketin cewek"
Tanya Alan
"Gampang" jawab Elyas dan Iden sambil membisiki rencana mereka
" Lu pada yakin, rencananya bakal berhasil?" Tanya Alan
"YAKIN" jawab Elyas dan Iden sembari menatap Alan dengan penuh keyakinan.