Kenangan Permulaan
Gadis itu menatap nanar saat seorang pangeran menghampiri sang putri yang menjadi tawanan naga jahat di atas menara. Matanya yang berwarna abu mengintip dari balik jeruji jendela yang tak nampak oleh pandangan, karena terletak di dekat parit di dasar menara. Air matanya mengalir turun layaknya air terjun yang tak dapat dibendung oleh siapapun.
Dia melihat saat sang pangeran berteriak lantang kepada naga dengan pedang terhunus, pangeran itu meneriakan yel yel kemenangan serta teriakan janji bahwa dia akan datang menolong sang putri, ia tidak akan menyadari bahwa ada gadis lain yang tengah memperhatikannya.
Semua orang selalu hanya tahu bahwa ada seorang putri cantik yang di kurung diatas menara, dalam sebuah istana yang dijaga oleh seekor naga jahat. Tidak pernah ada yang memberi tahu mereka bahwa ada juga seorang gadis yang juga ditawan di bawah tanah. Sebenarnya bukan di tawan oleh naga, tapi ditawan sang putri itu sendiri.
Hanya butuh beberapa tusukan, naga itu akhirnya mati. Pangeran tampan itu kemudian membersihkan pedangnya dan berjalan menghampiri sang putri untuk mengajaknya pergi ke istananya.
Mereka berdua kemudian melangkah melewati mayat naga dan berjalan pergi. Sebelum sang putri menghilang di balik pintu gerbang, ia menoleh dan tersenyum singkat kearah jendela di dasar menara.
Persis ketika sang putri benar-benar menghilang dari pandangan, saat itu juga seorang gadis yang terkurung di bawah menara berhenti mencoba berteriak. Mulutnya yang sudah kering semakin terasa kering, tidak akan ada sedikitpun suara yang dapat dia keluarkan karna suaranya sudah dirampas oleh sang putri.
Gadis itu hanya bisa menangis dalam diam. Air matanya terus mengalir deras, dia tahu inilah akhir dari perjalanan hidupya.
Tidak ada orang yang akan mencarinya karena dia memang tidak menghilang.
Tidak ada orang yang akan membawanya pulang karena dia tidak punya tempat untuk pulang.
Tidak ada seorangpun yang akan menyelamatkannya, bahkan dunia pun tak akan kenapa-kenapa jika dia mati di sini.
Gadis itu tahu bahwa diselamatkan oleh pangeran adalah mimpi yang sangat mustahil baginya. Jangankan pangeran, diselamatkan orang biasa saja itu sudah merupakan sebuah keajaiban.
Sering dia mendengar cerita atau puisi cinta yang di lantunkan sang putri dulu. Pernah gadis itu membayangkan akan datang cinta sejati yang akan menyelamatkannya dan membawanya pergi dari tempat jahat ini. Namun sekarang dia menyadari bahwa cinta sejati itu bukan untuknya, melainkan untuk putri diatas menara.
*****@*****