bc

Jerat Cinta Mafia Gila 2 (Pretty Cool Freya)

book_age18+
37
FOLLOW
1K
READ
one-night stand
escape while being pregnant
pregnant
mafia
blue collar
drama
bxg
brilliant
soldier
campus
city
like
intro-logo
Blurb

Freya dijual oleh ibunya saat umurnya masih 10 tahun, di tempatkan dalam lingkungan mafia yang mewajibkannya melakukan hal terlarang. Bukan satu dua nyawa yang berhasil ia habisi. Bisa mencapai puluhan dalam satu misi.

Sedangkan Haikal, sebaliknya. Seorang letnan gagah nan tampan dengan kehidupan sempurna. Itu sebelum kelompoknya ditugaskan untuk membantai Freya dan kelompoknya.

Dua manusia dengan latar bertolak belakang itu bertemu, anehnya, menghabiskan malam bersama, dan bahkan berhasil memiliki seorang anak.

Apakah kisah mereka akan berakhir bahagia? atau berakhir duka, layaknya orang-orang yang habis di tangan Freya?

chap-preview
Free preview
Bab 1
Sosok gadis cantik meremas erat bahu lelaki yang kini menindihnya dan menyetubuhinya, ia hanya pasrah membuka kedua kakinya lebar saat kejantanan pria itu keluar masuk dari pusat tubuhnya membuatnya seolah melayang, bibir imutnya terus mendesah menikmati permainan ini. "Aahhhh letnan ...," desahnya, matanya sayu memandang pria tampan berpangkat letnan itu yang kini terselimuti nafsu, sangat terlihat tampan di matanya. Seluruh tubuh putihnya kini memiliki banyak bekas kissmark. Gadis cantik yang bernama Freya itu terus mendesah disertai desahan berat sang letnan, suhu ruangan seketika menjadi panas karena kegiatan mereka. Tanpa mereka sadari bahwa kejadian malam ini akan mengukir kisah mereka. Antara seorang anggota mafia dan seorang letnan kepolisian milliter. *** Freya terbangun, tubuhnya serasa sakit semua, bagaimana tidak? Permainan letnan itu luar biasa ia bahkan sudah lupa berapa banyak gaya dan posisi yang mereka lakukan. Bisa dikata dia sudah gila, karena berani tidur dengan pria yang tidak mengenalnya. Gilanya lagi, ini adalah pengalaman pertama untuknya. Awalnya sih ia ingin membunuh sang letnan tapi karena tampan jadinya seperti ini. Ia juga khilaf. Tapi ya semua sudah terjadi. Bubur telah menjadi nasi. Freya memandang wajah sang letnan yang bernama Haikal Dewangga itu dengan tatapan terpesona, ia malah jatuh cinta pada pimpinan polisi yang akan menangkapnya. Matanya yang terpejam, hidungnya, dagunya, dan bibirnya adalah ukiran yang sempurna. Freya melihat langit masih gelap, ini masih terlalu pagi tapi ia harus kabur sebelum sang letnan polisi militer itu bangun dan menangkapnya. Ia memakai pakaiannya kembali dengan cepat. Ia meringis menahan sakit pada bagian bawah tubuhnya. Ia tak perlu khawatir, obat yang ia masukkan pada minuman Haikal semalam akan membuat letnan itu tak mengingat apapun yang terjadi malam tadi. Freya menatap wajahnya di cermin besar kamar Apartemennya, ia menghela nafas karena banyak bekas kissmark di tubuh juga lehernya. "Aku harus menutupi ini semua," gumamnya, teman-teman kelompoknya akan curiga bila melihat semua bekas itu ketika ia kembali ke markas persembunyian kelompoknya. *** Haikal membuka mata tajamnya, kepalanya terasa pusing dan berat "Sial!" umpatnya saat ia hampir hilang keseimbangan saat ia akan bangun, ia berusaha melihat sekelilingnya, ini masih kamarnya masih rumahnya tapi kenapa kamarnya sangat berantakan, bantal dan seprai bahkan berserakan. Ia juga menunduk melihat keadaannya yang hanya memakai celana pendek, ia tak ambil pusing ia biasa tidur dengan celana pendek saja. Tapi ia merasa ada yang aneh, tapi ia tak bisa mengingat apapun. "Apa aku mabuk semalam?" gumamnya memegang kelapanya yang pusing dan berat. Ia berjalan linglung keluar kamar dan melihat anjing milliter peliharaannya itu menatapnya seolah sedang tersenyum mencurigakan. "Aku tau kau sedang tersenyum Jack, apa yang sedang terjadi?" Tanya Haikal pada sang anjing namun anjing bernama Jack itu hanya mengonggong pelan membuat sang tuan tak paham sama sekali. "Aku makin gila karena ngobrol denganmu," frustasi Haikal. Ia kemudian memutuskan untuk mandi agar kembali segar untuk pergi ke markas kepolisiannya. Selasai mandi, Haikal turun ke ruang makan menemukan asisten rumah yang mengurus rumahnya sedang menyiapkan sarapan. "Bibi, apa Bibi masih ada di rumah saat aku pulang semalam?" tanya Haikal. "Maaf, tapi aku pulang lebih awal, Nak. Jadi tak melihatmu pulang, kenapa?" tanya sang bibi kembali. "Umm tidak apa-apa, aku hanya lupa bagaimana aku bisa pulang semalam, sepertinya aku mabuk berat," jelas Haikal. "Jangan minum terlalu banyak, tak baik untuk kesehatan," nasehatnya. "Iya, terima kasih Bibi, kau selalu mengingatkanku," senyum Haikal kepada wanita paruh baya yang ia sudah anggap bibinya sendiri. *** Haikal memasuki kantor kepolisian Milliter. Jujur saja entah kenapa hari ini tubuhnya sangat lelah. "Haikal Dewangga!" Baru saja sampai, pimpinan a.k.a komisarisnya sudah meneriakinya dan berjalan ke arahnya dengan panik beserta beberapa anggota polisi di divisinya. "Hah? Kenapa? Ada apa?" tanpa sadar dia malah planga-plongo kebingungan, ia lupa bahwa ia harus menjawab komisaris dengan sopan. "Kau baik-baik saja? Kau masih hidup?" ucap sang komisaris. "Siap Pak! Saya masih hidup!" jawab Haikal tersadar dan memberi hormat dengan sopan dan tegas, membuat beberapa anggotanya yang tadi panik dan khawatir hampir tertawa. "Syukurlah, aku sangat khawatir karena semua anggota timmu tewas semalam, berarti hanya kau yang kembali dengan selamat," ucap sang komisaris sedih mengingat beberapa rekan mereka tewas oleh anggota mafia semalam. "Hah? Apa? Semalam aku ada misi?" Lagi-lagi Haikal lupa sopan santun tetapi semua juga sudah memakluminya. "Kau tak ingat? Kalian bertugas menangkap sekelompok mafia di bar, tapi malah kalian yang dijebak oleh mereka. Letnan Bayu sudah mulai menyelidikinya. Ada baiknya kau istrahat dulu," jelas sang komisaris. Haikal yang masih tak mengingat apapun mengerutkan dahinya. Seingatnya ia hanya bangun di kamarnya pagi ini. *** Freya berjalan menelusuri gang-gang sempit dan gelap. Tentu saja ia harus kembali ke markas kelompoknya untuk berkumpul siang ini. "Freya Anastasya, kau terlambat," ucap sang pemimpin menatapnya datar. Namun Freya enggan menjawab. Freya memang terkenal dingin di kelompoknya dan itu berlaku juga bagi sang ketua. "Ini terlalu panas untukmu memakai sweater yang cukup tebal," sindir salah satu anggota pada Freya yang hampir menutup semua tubuhnya. Tentu ia menyembunyikan kissmark di sana. "Tak perlu mengurusi penampilanku, kau kritik saja penampilanmu yang seperti anjing liar," ucap Freya tajam. Dia bukan orang yang bisa ditindas dan diintimidasi dengan mudah. "Sudah! Kita semua berkumpul di sini untuk membicarakan misi kalian semalam," lerai sang ketua bosan membuang-buang waktu. Freya melipat tangannya dan bersandar di dinding gedung tak terpakai itu. Di sana ada sekitar 20 lebih remaja yang menjadi mafia, sangat mengecoh bagi para polisi yang tak akan pernah menyangka bahwa para pembunuh dan pembuat onar di negara mereka adalah anak-anak usia remaja. "Kami berhasil membunuh anggota para polisi yang ada di bar, tapi sayangnya Letnan mereka berhasil lolos, dia cukup kuat," lapor yang lain. Freya hanya diam, toh dia lah yang berusaha menyelamatkan letnan tampan itu semalam. "Freya, kenapa bisa ada yang lolos? Setahuku kau tak pernah meleset dalam misi," tanya sang ketua ke arah Freya. "Dia kuat, letnan itu bahkan melebihi batasan ku. Kalian pikir letnan polisi itu lemah? Kalau lemah sudah lama mereka semua mati di tangan kita," jelas Freya kesal. "Apa yang Freya katakan benar," ucap anggota yang lain. "Tidak apa-apa, kita bisa membunuh mereka lain kali bila mereka mengusik pekerjaan kita lagi," sang ketua tersenyum sinis dan menghembuskan asap rokok dari mulutnya. "aku yang akan lebih dulu membunuh kalian, sebelum dia terbunuh," batin Freya.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.9K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.0K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.3K
bc

TERNODA

read
199.1K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.9K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
66.7K
bc

My Secret Little Wife

read
132.3K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook